IGOS Dibangun 

Didukung Pusat Pelatihan "Open Source"

Jakarta, Kompas - Program Indonesia Go Open Source atau IGOS tidak akan
berkembang bila tidak melibatkan kalangan swasta dan perguruan tinggi.
Sesuai Deklarasi Bersama IGOS yang ditandatangani lima menteri terkait,
disepakati pembentukan pusat-pusat pelatihan dan inkubator di perguruan
tinggi dan industri. 

Dengan begitu diharapkan dapat memfasilitasi partisipasi dan kreativitas
kalangan akademisi dan masyarakat industri dalam pengembangan peranti
lunak komputer sumber terbuka (open source) di Indonesia. 

Hingga saat ini, dijelaskan Kemal Priyatman, Kepala Bidang Piranti Lunak
Kementerian Negara Riset dan Teknologi, di Jakarta, Senin (22/5), untuk
pelatihan sumber daya manusia dan pembentukan inkubator aplikasi sumber
terbuka telah dijalin kerja sama antara Kementerian Negara Ristek dengan
ITB dan Sun Microsystem untuk mengembangkan aplikasi berbasis teknologi
Java. Kerja sama dengan UGM dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember juga
akan dijajaki Kementerian Negara Ristek untuk membuat aplikasi
enterprise atau e-goverment. 

Bersama dengan IBM, kementerian ini juga menjalin kemitraan dengan
Universitas Indonesia dan Bina Nusantara untuk membangun aplikasi sumber
terbuka berbasis Eclipse. "Program riset open source software Eclipse
saat ini lebih diarahkan untuk layanan web," kata Erwin Sukiato, Trainer
Eclipse IBM Indonesia. 

Kemitraan antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mengembangkan
sumber terbuka, menurut Kemal, sebenarnya telah dirintis beberapa tahun
lalu oleh Departemen Perindustrian. Departemen ini menggalang kerja sama
dengan Universitas Gunadarma untuk menerapkan sistem terbuka untuk
aplikasi di warung internet dan memberi pelatihan kepada para praktisi. 

Sementara itu, Prof Dr Engkos Koswara MSc, Asisten Deputi Pengembangan
dan Pemanfaatan Jaringan Informasi Kementerian Negara Ristek, dalam
jumpa pers pada Technical Briefing Linux dan Eclipse, di Jakarta, pekan
lalu, mengatakan, beberapa lembaga pemerintah nondepartemen (LPND)
ristek juga turut andil dalam pengembangan sumber terbuka, antara lain
Puslit Informatika LIPI yang membuat sistem informasi kepegawaian dan
Ipteknet BPPT untuk pengembangan jaringan. Bersama PT Inti yang
mengembangkan model bisnis IGOS, kedua lembaga riset itu lalu membentuk
konsorsium. 

Ditambahkan Kemal, untuk program IGOS lebih lanjut akan dibentuk
konsorsium untuk mengembangkan aplikasi untuk e-goverment, mengembangkan
inkubator bisnis, pusat pelatihan, dan kelompok pendukung. 

Dalam kerja sama dengan perguruan tinggi, kata Nugraha Santosa, Country
Manager Marketing IBM Indonesia, perusahaan komputer ini akan memberi
akses kepada universitas terhadap sumber peranti lunak di perusahaan ini
melalui e-learning, membuka kemungkinan mengadopsinya dalam kurikulum,
dan memberikan fasilitas untuk melakukan riset bersama. Hal ini
dilakukan untuk mengurangi kesenjangan antara universitas dan industri
komputer, hingga memungkinkan transfer teknologi. 

IBM juga memfasilitasi pelatihan tenaga pelatih IGOS bukan hanya di
perguruan tinggi, tetapi juga di sekolah lanjutan tingkat atas.



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free.
http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/IHFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

If you like this list, the moderator will be thankful
if you would transfer some amounts to BCA account no.
064 100 2762. The moderator identity will be revealed. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke