Memperluas Teleponi Internet Keperluan Publik René L Pattiradjawane
Konvergensi di industri telekomunikasi didorong oleh kemajuan teknologi informasi yang pesat mengisyaratkan perlunya perubahan paradigma di tingkat pemerintahan dan industri telekomunikasi sendiri. Satu kata mungkin yang tepat adalah monopoli dan duopoli merupakan sesuatu yang usang, peninggalan rezim yang takut untuk bersaing dan berkompetisi secara sehat, serta tidak mampu atau berkeinginan untuk menghadapi kenyataan perubahan-perubahan drastis yang mendorong pilihan telekomunikasi murah. Telekomunikasi suara berbasis protokol internet (IP) yang lebih dikenal dengan sebutan Voice over IP (VoIP) telah mengubah paradigma tentang dominasi usaha telekomunikasi. Di tengah kemajuan teknologi jaringan internet, siapa saja bisa menjadi pelaku telekomunikasi atau menyelenggarakan sendiri jaringan telekomunikasinya yang jauh lebih murah ketimbang jasa layanan yang ditawarkan PT Telkom, misalnya. Aplikasi Skype memang telah mengubah paradigma ini (lihat Kompas 6/9), yang memungkinkan orang-orang menggunakan komputernya sebagai "perangkat telepon" untuk berbicara satu sama lain pada jarak yang tidak terbatas selama ada jaringan internet. Namun, Skype yang menggunakan teknologi peer-to-peer memiliki keterbatasan. Skype bukan termasuk perangkat lunak gratis karena penggunaannya harus berhubungan dengan pengguna Skype lain. Keterbatasan lain adalah teknologi peer-to-peer merupakan sebuah mekanisme untuk menjadikan pengguna Skype sebagai titik sambung (relay point) untuk menyalurkan lalu lintas paket data suara Skype. Artinya, walaupun Skype memiliki fitur yang disebut sebagai SkypeOut untuk melakukan percakapan telepon ke Public Switching Telephone Network (PSTN) maupun ke ponsel, kualitas koneksinya akan sangat tergantung dari mekanisme peer-to-peer masing-masing pengguna Skype. Konfigurasi Skype memang mendorong terjadinya perubahan radikal dalam percakapan teleponi internet, melampaui perkiraan yang bisa terbayangkan oleh perusahaan telekomunikasi dunia. Kehadiran Skype telah mendorong upaya lain untuk menghadirkan teleponi internet yang lebih sederhana, ringkas, mudah digunakan, terjangkau banyak orang, dan murah. Sistem ekstensi Kehadiran radikal teleponi internet antara lain juga mulai dikembangkan di Indonesia, seperti i4te VoIP (www.i4te.com/) maupun GlobalCall yang dikelola oleh BizNet (http://www.biznetglobalcall.com/). Kedua perusahaan Indonesia ini mencoba untuk memanfaatkan kemajuan teknologi VoIP memanfaatkan perkembangan protokol SIP (Session Initiation Protocol) yang lebih sederhana untuk digunakan dan diimplementasikan. Yang menarik dari kehadiran i4te VoIP maupun GlobalCall adalah terminasi sambungan telepon ke PSTN maupun koneksi seluler GSM dilakukan melalui Singapura melalui perusahaan telekomunikasi SingTel. Ini karena tidak ada regulasi yang jelas tentang kehadiran teknologi berbasis protokol SIP yang terpikirkan oleh Dirjen Postel maupun BRTI yang seharusnya mampu mengantisipasi kemajuan teknologi. Andri Tjioe, Direktur PT iForte Solusi Infotek, menjelaskan bahwa kemajuan teknologi telekomunikasi seharusnya mampu untuk mendorong produktivitas bangsa dengan menyediakan sistem telekomunikasi alternatif yang lebih murah. "Sekarang sudah tidak zamannya lagi sistem jaringan telekomunikasi dikuasai hanya oleh satu atau dua perusahaan saja," jelasnya. Sistem i4te VoIP sebenarnya dikembangkan berdasarkan basis aplikasi server SIP yang dibuat oleh One Connection (Kompas 8/5) dan sukses diimplementasikan di Vietnam. Sistem i4te VoIP merupakan mekanisme PBX IP (Private Branch eXchange Internet Protocol) tertutup di mana para pengguna produk ini sebenarnya seolah-olah berada dalam satu sistem ekstensi jaringan telepon. Mereka yang menggunakan i4te VoIP (bisa dicoba dengan mendaftar pada www.i4te. com/oc) akan memperoleh nomor non-DID (Direct Inward Dialing), misalnya 83812700999, yang bisa digunakan untuk menelepon sesama pengguna i4te VoIP atau melakukan panggilan ke telepon PSTN dan seluler. Menurut Andri Tjioe, sistem i4te VoIP dikembangkan secara bertahap diperluas dengan melakukan kerja sama dengan beberapa operator seluler sehingga para pengguna produk ini bisa memperoleh nomor DID yang memungkinkan untuk ditelepon dari PSTN maupun ponsel. Alamat IP Produk GlobalCall buatan BizNet memiliki kemiripan dengan i4te VoIP menyediakan sambungan teleponi internet. Bedanya, GlobalCall bukan diarahkan sebagai sebuah PBX IP di mana di antara sesama penggunanya bisa melakukan panggilan telepon baik menggunakan komputer dengan aplikasi softphone atau telepon konvensional, tetapi dikembangkan sebagai sebuah jasa VoIP. Kualitas suara yang dihasilkan oleh GlobalCall (maupun i4te VoIP) akan sangat tergantung koneksi jaringan internet yang dimiliki. Selain itu, GlobalCall sangat tergantung pada konfigurasi jaringan, artinya untuk melakukan panggilan kembali ke nomor GlobalCall harus memiliki sebuah alamat IP, misalnya 202.159.32.2, publik agar nomor penggunanya bisa saling memanggil. GlobalCall dikembangkan sebagai teleponi jaringan internet untuk melakukan percakapan jarak jauh. Tarif yang ditawarkan pun sangat kompetitif lebih murah ketimbang menggunakan jasa yang disediakan operator telekomunikasi. Dengan menggunakan softphone, seperti yang disediakan Gizmo Project (www.gizmo.com) atau ATA (Adapter Telephone Analog). Yang menguntungkan dari penggunaan GlobalCall, khususnya di wilayah Jakarta, adalah tersedianya jaringan Metro Ethernet atau Metro WAN (Wide Area Network) menggunakan jaringan serat optik. Infrastruktur krusial bagi perusahaan untuk memungkinkan memiliki sistem jaringan VoIP dengan kualitas suara yang lebih baik dibanding jasa sejenis yang disediakan PT Telkom. Jaringan serat optik dengan akses kecepatan tinggi, memungkinkan untuk melakukan panggilan teleponi internet dengan kualitas suara yang lebih jelas dan tidak ada bedanya dengan menelepon menggunakan jaringan konvensional. Kehadiran GlobalCall maupun i4te VoIP menunjukkan pesatnya sebenarnya perkembangan teknologi komunikasi berbasis IP. Teknologi ini memungkinkan siapa saja untuk menjadi operator telekomunikasi, baik untuk keperluan sendiri maupun untuk keperluan publik sebagai alternatif telekomunikasi murah. Persoalannya, apakah Depkominfo dan BRTI mampu untuk mendorong pertumbuhan teleponi internet untuk menjadi basis tersedianya telekomunikasi murah? Dilarang atau tidak, sesuai peraturan atau tidak, telekomunikasi berbasis IP akan terus berkembang dan diimplementasi seluas dan sedalam mungkin. Ada atau tidak peraturan yang ditetapkan oleh Depkominfo dan BRTI. -- Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa dibaca di http://groups.yahoo.com/kuliner_ind/messages If you like this list, the moderator will be thankful if you would transfer some amounts to BCA account no. 064 100 2762. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
