Perluasan Infrastruktur Kapitalisme 

Oleh LAYUNG PARAMESTI MARTHA 

Tanpa kita sadari, saat ini terjadi kesenjangan di bidang informasi.
Artinya, kesenjangan antara orang-orang yang berkesempatan dan
berkemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, seperti
telepon, komputer, dan internet (biasanya yang mengakses orang kota,
cukup berada, terdidik, dan laki-laki), dan mereka yang tidak memiliki
kesempatan dan kemampuan itu (biasanya orang desa, miskin, tidak
terdidik, dan perempuan). Kesenjangan ini disebut "digital divide".
Masalah "kesenjangan digital" menjadi penting karena dua hal. Pertama,
ia telah menjadi pendorong bagi sejumlah besar negara maju, lembaga
donor pemerintah, dan swasta untuk mengerahkan uang dan sumber daya lain
bagi program-program perluasan akses komputer dan internet, terutama
bagi masyarakat miskin di pedesaan negara-negara berkembang. 

Sekumpulan program ataupun inisiatif seperti ini dikenal dengan istilah
"teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pembangunan". Kedua,
keberadaan berbagai program itu ternyata menuai banyak kritik, mulai
dari yang sangat mendasar, yaitu mempertanyakan ideologi di balik
perluasan TIK itu sendiri, sampai ke yang teknis, yakni mengajukan
langkah alternatif untuk meningkatkan kesuksesan program-program
tersebut. "Ayat" yang paling sering dikutip pendukung "TIK untuk
pembangunan" ialah kata-kata Francis Bacon, ilmuwan Eropa abad ke-16,
yaitu "information is power" atau "informasi adalah kekuatan". Ayat ini
menemukan kembali gaungnya mulai 1990-an saat komputer dan internet
berkembang pesat. 

Cerita yang umum disajikan guna menunjukkan ampuhnya TIK untuk membantu
masyarakat miskin ialah bagaimana petani bisa mengecek harga produk di
pasar melalui internet lalu melakukan negosiasi dengan tengkulak.
Bagaimana dokter di kota bisa memeriksa pasien di desa terpencil melalui
kamera internet. Biasanya cerita-cerita ini diambil dari pengalaman di
India yang pemerintahnya memang sangat serius mengembangkan internet
masuk desa. Bagi sebagian orang, perluasan TIK ialah perluasan
infrastruktur kapitalisme yang akan menyebabkan masyarakat miskin makin
terjerat sistem sosial dan ekonomi global yang selama ini sudah
membuatnya menderita. Misalnya, sebagaimana pada zaman kolonial,
teknologi perkapalan digunakan untuk mengangkat barang berharga (gula,
kopi, mineral) dari tanah jajahan ke negara penjajah, kini TIK
memungkinkan informasi (barang berharga di zaman sekarang) diangkut
untuk kepentingan serupa. TIK membawa serta bagi pemakainya sebuah cara
pandang khas Barat yang rasional dan modernis. Ini dilakukan terutama
melalui media bahasa yang digunakan, yaitu bahasa Inggris. 

Sebagian mempertanyakan suara siapa yang tampil di internet? Sebagian
mengajak kita kritis melihat sebaran geografis lembaga yang memproduksi
muatan internet karena kebanyakan berkumpul di beberapa wilayah
metropolitan dunia saja. Lalu, di mana kepentingan suara dari desa?
Dengan menyerukan bahwa TIK tidaklah bebas nilai, kalangan kritis
mengajak kaum pendukung "TIK untuk pembangunan" berhati-hati dalam
melaksanakan inisiatifnya. Salah satu hal yang kerap diserukan adalah
pentingnya mengakomodasi faktor-faktor kelembagaan (misalnya nilai,
norma, peraturan, dan organisasi sosial masyarakat). Sayang, faktor ini
sering diabaikan, terutama karena ia abstrak dan "tidak nyambung" dengan
ideologi futuristik dan modernis yang cenderung menganggap masa depan
dapat direkayasa dan kemiskinan pada intinya adalah masalah teknis. 

LAYUNG PARAMESTI MARTHA 
Mahasiswa Antropologi Fakultas Ilmu Budaya UGM Yogyakarta 


-- 
Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, 
juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa 
dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages



If you like this list, the moderator will be thankful
if you would transfer some amounts to BCA account no.
064 100 2762.  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke