Ancaman Petir Perlu Diwaspadai 

LUSIANA INDRIASARI 

Meski teknologi relatif sudah canggih, masih ada orang yang tewas
disambar petir. Bukan hanya di luar rumah, lecutan listrik di angkasa
ini bisa masuk rumah dan "menjilat" orang-orang di dalamnya. Tak
terhitung harta benda yang rusak akibat sambaran petir. Pada musim hujan
petir perlu diwaspadai. 

Akibat sambaran petir, seorang anak di Depok tewas. Siang itu cuaca
mendung dan hujan gerimis. Di dalam rumah, anak laki-laki itu sedang
menonton televisi bersama anggota keluarga lain. Tiba-tiba kilat
menyambar antena televisi dan masuk ke dalam rumah. 

Petir terjadi karena ada pergerakan vertikal di udara. Pergerakan
vertikal ini menyebabkan pemisahan muatan elektro negatif dan elektro
positif. Pemisahan muatan ini pada akhirnya akan menimbulkan loncatan
muatan di udara yang disebut petir. 

Petir biasanya muncul pada saat akan hujan atau ketika hujan sudah
turun. Namun, bukan berarti setiap hujan dan mendung akan selalu
disertai petir. Menurut pengajar pada Program Studi Meteorologi ITB, Tri
Wahyu Hadi, petir hanya terjadi jika ada awan Cumulonimbus (Cb). 

Awan Cumulonimbus adalah awan yang terjadi sangat cepat akibat pemanasan
tinggi di permukaan Bumi. Pemanasan di permukaan Bumi ini mendorong uap
air naik ke atas dengan cepat. Oleh karena itu, ciri-ciri awan
Cumulonimbus adalah bentuknya yang menggumpal seperti kapas dan
membubung tinggi di langit. 

Dari kejauhan awan Cumulonimbus penghasil petir mudah dikenali. Namun,
kalau orang tepat berada di bawahnya, keberadaan awan ini agak sulit
dideteksi. Syarif Hidayat, pengajar Teknik Elektro dan Informatika ITB
yang juga dikenal sebagai ahli petir, mengatakan, kalau tiba-tiba langit
berubah menjadi gelap dan angin sedikit kencang, berarti kita berada di
bawah Cumulonimbus. Kalau sejak pagi sudah turun hujan, bisa dipastikan
petir tidak akan muncul. Ini disebabkan kondisi permukaan Bumi tidak
cukup panas untuk membentuk awan petir. 

Syarif mengatakan, petir di Indonesia sebagian besar aktif menyambar
pada siang dan malam hari. Sambaran petir di daratan paling banyak
terjadi antara pukul 13.00 hingga pukul 19.00. Pada periode tersebut
pemanasan di daratan sudah mencukupi untuk membentuk awan Cumulonimbus. 

Namun, di lautan petir justru terjadi pada pagi hari. Pada pagi hari
laut lebih panas daripada daratan sehingga uap air di lautan naik ke
atas dan bisa membentuk awan petir. 

"Jumlah petir di darat tujuh kali lebih banyak dibandingkan di lautan,"
ungkap Syarif. 

Syarif menambahkan, potensi terjadinya awan Cumulonimbus bisa
diprediksi. Kalau pagi hari terasa panas terik dan kelembabannya tinggi,
siang hari pasti akan ada awan Cumulonimbus. Karena dipengaruhi
pemanasan daratan, kemunculan awan ini bersifat lokal. 

"Itulah sebabnya keberadaan petir juga sangat lokal. Di satu tempat bisa
banyak petir, sementara di tempat lain jarang terjadi petir," kata
Syarif. Satu sel awan penghasil petir bisa berkumpul dalam radius lebih
kurang tujuh kilometer. 

Negara petir 

Indonesia terletak di negara tropis yang sangat panas dan lembab. Kedua
faktor ini sangat penting dalam pembentukan awan Cumulonimbus penghasil
petir. Dibandingkan dengan negara lain, Indonesia memiliki hari guruh
(hari terjadinya petir dalam setahun) yang sangat tinggi. 

Indonesia memiliki 200 hari guruh, sementara Brasil 140 hari, Amerika
Serikat 100 hari, dan Afrika Selatan 60 hari. Daerah Cibinong, Jawa
Barat, pernah tercatat pada Guinness Book of Records pada tahun 1988
dengan jumlah 322 petir per tahun. Kerapatan sambaran petir di Indonesia
juga sangat tinggi yaitu 12/km2 berpotensi menerima sambaran petir
sebanyak 12 kali setiap tahun. 

Petir bisa terjadi dari awan ke awan, dari awan ke Bumi maupun dari Bumi
ke awan. Namun, yang terakhir ini jarang terjadi di Indonesia. Menurut
Syarif, yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah petir dari awan
ke awan dan sebagian lagi adalah petir yang menyambar dari awan ke Bumi. 

Besarnya medan listrik minimal yang dihasilkan oleh petir bisa mencapai
1 juta volt per meter. Bayangkan apa jadinya kalau petir itu menyambar
makhluk hidup yang ada di Bumi. Menurut Tri Wahyu, potensi kekuatan
petir yang menyambar akan berkurang jika di awan sudah terjadi
guruh-guruh kecil. 

Sambaran petir ke Bumi sangat dipengaruhi kondisi sesaat yang ada di
permukaan Bumi. Oleh karena itu, nyaris tidak pernah bisa memastikan
petir itu akan sampai di mana. Menurut Syarif, semua bentuk permukaan
Bumi bisa menyambut petir yang datang dari awan. 

Obyek yang tersambar petir di Bumi tergantung dari besar-kecilnya
pelopor petir yang datang ke Bumi. Kalau pelopor petir besar, akan
menyambar obyek-obyek yang menonjol, seperti penangkal petir, menara,
pohon, dan gedung tinggi. 

Kalau pelopor petirnya kecil, akan menyambar obyek-obyek yang lebih
rendah. Menurut Syarif, petir kecil ini sulit ditangkap dengan alat
penangkal petir karena gerakannya lebih lincah. 

-- 
Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, 
juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa 
dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages



If you like this list, the moderator will be thankful
if you would transfer some amounts to BCA account no.
064 100 2762.  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke