Bekas Pakai Salah satu isu menarik saat Microsoft Indonesia mengangkat kembali isu Software Asset Management (SAM), yang sudah diperkenalkan sejak tahun 2002 tapi kurang mendapat sambutan, adalah pernyataan License Compliance Manager PT Microsoft Indonesia Anti Suryaman tentang software sebagai aset perusahaan.
Pernyataan Anti Suryaman dalam jumpa pers tentang SAM pekan lalu di Jakarta, ingin kita bahas dalam konteks software bekas yang pernah dibahas di kolom ini (3/10/ dan 14/11/2005). Gagasan software bekas sebenarnya merupakan sebuah ide yang berhasil dikembangkan di Inggris, dan dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa perangkat lunak yang digunakan oleh perusahaan adalah sebuah aset. Sebagai sebuah aset, software di perusahaan memiliki posisi yang sejajar dengan aset lain, seperti gedung, kendaraan, mesin tik, komputer, mesin faksimile, dan lain sebagainya. Karena itu, software pun memiliki nilai yang setara dengan aset perusahaan. Berdasarkan asumsi ini, maka sebenarnya perusahaan pun memiliki peluang untuk menjual software yang dimilikinya sebagai software bekas (pakai), seperti halnya kendaraan bekas pakai, mesin tik bekas pakai, dan lain sebagainya. Yang kita bayangkan seperti ini. Ketika Microsoft mengumumkan produk sistem operasi terbarunya, misal Windows Vista sekarang ini, sebuah perusahaan yang ingin migrasi ke sistem operasi yang baru bisa menjual sistem operasi yang digunakan sebelumnya. Bagi perusahaan, migrasi ini akan menjadi lebih murah karena software yang sebelumnya bisa dijual ke siapa saja yang membutuhkannya dan tidak perlu migrasi ke sistem operasi yang lebih baru. Memang, tidak semua software, terutama sistem operasi, bisa dijual karena Microsoft memiliki berbagai macam perjanjian dan EULA (End Users License Agreement) yang berbeda untuk sistem operasi yang dijualnya. Sebuah software yang terikat kontrak OEM (Orginial Equipment Manufacturing) mungkin sulit untuk dijual sebagai aset karena perjanjiannya selalu melekat pada perangkat keras. Harus dipilih jenis sistem operasi yang bisa dijual yang dianggap sebagai aset perusahaan. Aplikasi perkantoran seperti Microsoft Office, misalnya, akan lebih mudah dijual, atau aplikasi-aplikasi lainnya yang dianggap sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan standar perusahaan. Intinya, software bekas pakai akan menjadi lebih murah dan lebih menarik. Oleh karena itu, perlu dikembangkan lebih jauh sebenarnya posisi software sebagai aset perusahaan bisa memberikan keuntungan apa saja, dan bagaimana mengoptimalkannya sesuai dengan kebutuhan perusahaan. -- Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages If you like this list, the moderator will be thankful if you would transfer some amounts to BCA account no. 064 100 2762. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
