Penggunaan Ponsel Canggih Belum Maksimal
Bandung, Kompas - Banyaknya telepon seluler atau ponsel dengan fitur-fitur canggih yang ditawarkan produsen ponsel ternyata belum digunakan maksimal oleh konsumen. Sebagian besar penggunaan ponsel di Indonsia hanya terbatas menggunakan suara dan layanan pesan singkat atau SMS. Menurut Account Manager Nokia Indonesia Tommy Tjahjono, di Bandung, Kamis (22/3), tidak semua pemilik ponsel berfitur canggih menggunakan seluruh fasilitas fitur yang tersedia di ponselnya. Kebanyakan fitur yang digunakan hanya untuk suara (telepon) dan pengiriman SMS. Adapun penggunaan fasilitas lain, seperti layanan internet dan generasi ketiga (3G), masih terbatas. "Ponsel yang punya fitur canggih sudah banyak, seperti fasilitas 3G, untuk browsing internet, dan kirim e-mail. Masalah terbesarnya dari si konsumen sendiri. Mereka tidak tahu cara menggunakannya," kata Tommy. Pengamat telekomunikasi di Bandung Sutikno Teguh mengatakan, jumlah pemilik ponsel canggih yang benar-benar memanfaatkan keseluruhan fitur canggihnya hanya 5 persen. Sisanya, hanya menggunakan fasilitas telepon dan SMS. Teguh memberi contoh, penjualan terbesar ponsel Nokia Communicator mencapai 85 persen adalah di Indonesia. Padahal, penggunaan dari pemilik sangat terbatas. Ponsel yang menawarkan teknologi terbaru, yang mulai banyak dikeluarkan LG dan Samsung sangat laku di Indonesia, termasuk di Kota Bandung. "Konsumen kami banyak yang snob buyer, membeli sesuatu karena kesombongan semata. Mereka mampu. Maka, mereka beli. Itu berlaku juga di produk ponsel yang berteknologi canggih," ujarnya. Adapun pasar ponsel berteknologi canggih di Bandung tidak lebih dari 12 persen dari total pengguna ponsel. Pengguna ponsel teknologi rendah 50-60 persen, sedangkan sisanya konsumen ponsel berteknologi sedang dan snob buyer. Perilaku konsumen seperti ini, kata Teguh, karena budaya masyarakat yang suka mencoba hal baru dan mengikuti tren, padahal belum sesuai dengan kebutuhannya. Perilaku ini dimanfaatkan produsen yang dengan gencar meluncurkan produk-produk baru berteknologi tinggi. Produk baru itu berubah setiap tahun. Menurut Tommy, konsumen Indonesia membeli ponsel canggih lebih didasarkan pada alasan gengsi dan kemampuannya membeli produk baru, bukan karena kebutuhan. Akibatnya, kata Tommy, fitur-fitur canggih yang tersedia sangat jarang dimanfaatkan dan belum menjadi alat untuk mempermudah aktivitas kerjanya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan edukasi terhadap pembeli tentang fitur yang tersedia, cara pengoperasian, serta manfaatnya terhadap pekerjaannya. "Nokia sering melakukan kerja sama dengan pihak operator, dan menginformasikan teknologi terbaru yang dimiliki ponsel baru yang akan diluncurkan itu. Kerja sama juga dalam hal meluncurkan ponsel baru yang jaringannya didukung operator," kata Tommy. (THT) -- Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages If you like this list, the moderator will be thankful if you would transfer some amounts to BCA account no. 064 100 2762. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
