Merajut Infrastruktur Dunia Maya Kompas/AW Subarkah / Kompas Images Untuk mendapatkan layanan berkualitas tinggi sekarang ini tidak harus menggunakan kabel. Teknologi Long Term Evolution (LTE), yang merupakan teknologi nirkabel generasi keempat atau 4G, mampu menyalurkan layanan HDTV melalui jaringan seluler.
Rabu, 16 Juli 2008 | 03:00 WIB Oleh AW Subarkah Membangun sebuah infrastruktur memang bukan kegiatan seperti mendulang emas yang bisa segera kelihatan hasilnya. Namun, dari sanalah sebenarnya harapan terhadap kemajuan bergantung, peluang bisnis akan muncul ketika sarana infrastruktur mulai dibuka. Hampir empat tahun lalu China bercita-cita bisa mengimplementasikan teknologi generasi keempat (4G) jaringan komunikasi nirkabel di Olimpade Beijing. Padahal, saat itu sebenarnya dunia baru memimpikan untuk bisa menggelar jaringan 3G. China dan India termasuk yang ingin melompat jauh dari 2G ke 4G. Pada waktu itu memang baru teknologi gelombang mikro WiMAX yang menyatakan siap untuk mengimplementasikan akses berkecepatan tinggi, meskipun ternyata tidak semudah mengatakannya, proses evolusi memang tidak bisa diabaikan begitu saja. Bahkan, pada Olimpiade Beijing, Agustus nanti, mereka baru melangkah ke 3G, sementara di negara seperti Indonesia sudah lebih dahulu menikmatinya. China secara spesifik mempergunakan teknologi 3G yang dikembangkan sendiri, yaitu yang mereka namakan Time Division-Synchronous Code Division Multiple Access (TD-SCDMA). Ketika China mengambil langkah eksklusif ini, calon pengguna kesulitan mendapatkan ponsel dengan teknologi TD-SCDMA. Hal ini dialami di enam kota penyelenggara Olimpiade, yaitu dari Tianjin dan Beijing ke Shanghai dan Guangzhou. Informasi ini sebaiknya juga menjadi perhatian bagi mereka yang berkepentingan melakukan komunikasi data selama Olimpiade berlangsung. Untuk kebutuhan akses ke internet sudah tersedia modem TD-SCDMA, bahkan salah satu penyedia jasa koneksi ke internet nirkabel di Jakarta juga menggunakan teknologi ini. Pihak Beijing saat ini hanya menyebutkan sedang menguji teknologi 4G, tetapi tidak dijelaskan apakah juga mengandalkan teknologi rancangannya sendiri atau bukan. Saat ini teknologi 4G, selain WiMAX, juga baru muncul Long Term Evolution (LTE) yang dikembangkan kelompok GSM. Pada intinya, koneksi 4G memiliki kecepatan 50 kali lipat dibandingkan dengan 3G. Persyaratan pada kecepatan akses ini pada kondisi stasioner harus mampu men-download hingga 1 gigabit per detik (Gbps), sedangkan pada saat bergerak bisa sampai 100 megabit per detik (Mbps). Mimpi Bagi negara seperti Indonesia, saat ini yang dibutuhkan adalah pemerataan akses ke dunia maya, termasuk sampai ke daerah-daerah terpencil. Selain tentu tarif yang ekonomis untuk kebutuhan masyarakat yang masih miskin dan tentu hal ini menuntut campur tangan pemerintah untuk mengaturnya. Saat ini memang sedang dibangun infrastruktur komunikasi di wilayah timur Indonesia yang dikenal dengan Palapa Ring Timur, yang dilakukan para operator yang tergabung dalam sebuah konsorsium. Namun, tentu jaringan utama ini masih membutuhkan infrastruktur sampai ke calon pelanggan. Akan tetapi, upaya untuk memenuhi harapan ini tidak semulus yang diperkirakan semula. Proses pembangunan jaringan telekomunikasi ke daerah-daerah melalui proyek Universal Service Obligation (USO) tersandung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) karena gugatan peserta tender yang dibatalkan. Sementara salah satu operator besar, Indosat, juga sedang dalam pembenahan menyusul penjualan saham Singapore Technologies Telemedia (STT) 40,8 persen di PT Indosat ke Qatar Telecom (Qtel). Belum terlihat apakah akan ada dampak dari peristiwa itu mengingat selama ini Indosat selalu mempergunakan Singapura sebagai hub bagi jaringan komunikasi ke luar negerinya, termasuk di antaranya adalah pembangunan jalur koneksi internasional Jakabare melalui Batam ke Singapura. Jaringan ini sangat penting karena akan melipatgandakan kapasitas bandwidth internasionalnya jika sudah beroperasi pada 2009 mendatang. Bahkan, Indosat saat ini juga merupakan operator yang paling pesat membangun jaringan HSDPA, bahkan saat ini sudah memiliki jaringan yang mampu mengunduh data hingga 7,2 Mbps, meski masih terkendala pada penyediaan modemnya. Belum terlihat jelas efek dari penjualan saham itu. Akan tetapi, paling tidak dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada Senin lalu, para pemegang saham Indosat menyetujui adanya perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang diusulkan manajemen Indosat dalam rangka penyesuaian dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Termasuk gangguan yang dialami para pelanggan Satelindo belakangan ini, apakah juga karena pengaruh pengalihan saham itu? Dinamika Banyaknya persoalan yang muncul dalam dunia telekomunikasi memperlihatkan sangat dinamisnya bisnis ini. Pertarungan antaroperator yang terjadi saat ini masih pada perebutan pelanggan yang bertumpu pada tarif murah, belum menyentuh pada kualitas layanan, termasuk kebutuhan akses data. Jadi, muncul nada-nada sumbang, seperti tudingan telah muncul kartel-kartel SMS yang ikut memanaskan situasi, sementara masalah tender USO belum mendapat kepastian hukum. Sementara itu, persoalan pemakaian menara bersama agar tidak menciptakan hutan menara BTS juga masih belum sepenuhnya diterima semua pihak yang terlibat, terutama operator. Adapun agenda ke depan yang harus dilaksanakan adalah mulainya babak baru penyiaran televisi dan radio secara digital. Persoalan migrasi dari analog ke digital ini diperkirakan akan memakan energi yang besar mengingat banyaknya para pihak yang terlibat, di antaranya mereka yang memiliki kepentingan bisnis di bidang ini. Sementara dunia tidak henti-hentinya memberikan pengaruh dengan berbagai macam produk baru bagi para konsumen yang masih termangu-mangu dengan berbagai penawaran tarif komunikasi murah, bahkan gratis. Vendor-vendor ponsel berlomba-loba menyajikan berbagai produk mutakhir, sepertinya masyarakat tidak ada masalah kenaikan harga BBM. Layanan BlackBerry baru mulai ngetren di negeri ini, sementara akan menyusul iPhone 3G yang distribusinya juga akan menggandeng operator lokal. Kesan terhadap kedua produk ini memang sangat fenomenal, terutama terhadap iPhone meskipun belum masuk sudah banyak versi selundupan yang beredar. Dari segi penampilan memang bagus, hanya kelemahan pada penggunaan SMS, pengguna tidak bisa lagi meraba tombol mekanis seperti pada keypad biasa, kata Dyan Arifin, yang banyak bergelut dengan produk-produk teknologi informasi, di Jakarta belum lama ini. Antarmuka berupa layar sentuh yang dikembangkan Apple pada iPhone itu sangat user friendly, jari-jari tangan sudah bisa menggantikan pena stylus, meskipun untuk tombol maya yang kecil pengguna akan kesulitan. -- Surabaya Office: Tersedia ruang kantor siap pakai di kota Surabaya. Ukuran 50 & 12 m2. Fasilitas lengkap, 3km dari pusat kota. Hubungi 031-5013570, HP: 0852 3008 3510 atau email: mailto:[EMAIL PROTECTED] ------------------------------------ [Warnet2000] is a moderated list. Ads will only avail in signature forms or footnotes. Contact the moderator if you want to put your ad for a small amount donated to BCA account no 064 100 2762 in IDR. Your ads will appear as footnotes.Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
