Arek Porong Yang Jadi Petinggi Microsoft Asia Pasifik Dekati Orang Australia, Ajak Minum Kopi
Selain kemampuan berbahasa Inggris, bekerja di luar negeri harus memiliki motivasi yang tinggi. Pun harus mampu bergaul dengan orang dari segala penjuru dunia. AGUS WIRAWAN, Jakarta SALAH satu kunci keberhasilan bekerja di luar negeri adalah harus punya network yang luas. Memegang posisi sebagai Direktur OEM (Original Equipment Manufacturer) Microsoft wilayah Asia Pasifik memaksa Christanto Suryadarma harus berhadapan dengan banyak orang dari berbagai negara. Agar semuanya berjalan lancar, pengalaman yang dimiliki bisa menjadi modal utama."Karakter orang dari tiap negara berbeda-beda. Dalam menghadapi mereka kita nggak boleh merasa pintar," ujarnya. Dalam bekerja, Chris mengaku memiliki dua anak buah langsung yang bertanggung jawab dalam Divisi OEM, satu orang Singapura dan satunya dari Taiwan. Selebihnya ada virtual team, yaitu perwakilan divisi OEM yang berada di tiap negara di wilayah Asia Pasifik. "Mereka nggak report ke saya langsung tapi punya tugas yang berhubungan dengan saya. Kita ada di setiap negara seperti India, Jepang Australia termasuk Indonesia," lanjutnya. Bekerja lintas negara membuat Chris secara langsung dan tidak langsung menjadi bos bagi orang-orang bule. Pada awalnya, dia juga berpikir bahwa orang Asia dipandang sebelah mata. Tapi ternyata tidak. Selama menjalankan tugas dengan professional maka tidak akan ada masalah."Dari segi manajemen hampir sama. Yang penting kita harus punya integritas. Mereka harus respek sama kita," tegasnya. Namun begitu, secara psikologis Chris mengaku tiap negara memiliki ciri yang berbeda-beda. Dengan orang berkulit putih, dia mengaku hubungan yang dibina harus lebih open (terbuka). "Orang Australia misalnya, mereka lebih suka informal, kalau mau mendekati ajak saja minum kopi. Atau hari Jumat ajak minum bir. Itu lebih kena. Kalau saya meeting dengan mereka paling banyak sukses justru di coffee shop karena mereka lebih open," tuturnya. Orang Asia Tenggara, menurut Chris, hampir sama dengan Indonesia. Dia berpesan kalau mengadakan kontak bisnis dengan orang Asia harus bisa membaca body language (bahasa tubuh). "Orang Asia itu nggak semuanya diomongin. Kalau yang ada di pikiran 10 maka yang diomongin cuma dua atau tiga saja. Orang bule nggak suka basa basi seperti itu," tukasnya. Yang paling sulit adalah orang Jepang dan India. Menurut Chris, orang Jepang sifatnya lebih tertutup. Mereka punya semacam pride (kebanggan), jadi agak sensitif. Kalau Chris menginginkan sesuatu dari orang Jepang, maka dia akan memakai orang Jepang yang lain untuk meminta kepada orang tersebut. "Mereka lebih respek terhadap orangnya sendiri," tukasnya. Sedangkan orang India, lanjut Cris, pada dasarnya termasuk golongan yang pintar dalam hal IT atau bisnis. Sayangnya, proses berpikir mereka hingga akhirnya direalisasikan membutuhkan waktu sangat lama. "Dari mikir sampai jadi itu lama banget. Kalau pengen tahu sifat mereka paling gampang ajak shopping . Kalau mau beli sepatu, dua jam muter-muter tapi akhirnya nggak dibeli juga. Saya tanya ternyata mereka mau lihat dulu harganya di website," ungkapnya. Pria yang setahun sekali menjenguk keluarganya di Surabaya ini mengaku sangat kagum melihat perkembangan IT di Indonesia. Aakan tetapi dia menilai pasar di Indonesia masih sangat based on price (sensitif terhadap harga). Hal itulah yang akhirnya menimbulkan banyak pembajakan. "Kita harus edukasi mereka. Dari sisi lain kita juga bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan apresiasi terhadap hak cipta," cetusnya. Sebagai contoh, Indonesia bisa meniru Singapura yang pada tahun 1996-1998 juga masih marak pemalsuan hak cipta. Tapi kemudian pemerintah Singapura melakukan upaya pembersihan besar-besaran. "Kalau tidak ada perang terhadap pemalsuan maka investasi tidak akan mau masuk kesana. Industri bajakan itu kan nggak ada kontribusi balik ke negara. Keuntungannya hanya dinikmati oleh pembajak itu sendiri. Kalau asli kan ada pajak," jelasnya.(fan/habis) -- Virtual office in Surabaya? Visit http://www.datacom.co.id/profile/office.htm or mailto:[EMAIL PROTECTED] for enquiry that suit your needs. ------------------------------------ [Warnet2000] is a moderated list. Ads will only avail in signature forms or footnotes. Contact the moderator if you want to put your ad for a small amount donated to BCA account no 064 100 2762 in IDR. Your ads will appear as footnotes.Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
