Nur Aini Rakhmawati, si Mungil Jago Teknologi Informasi 

Mentor Google Summer of Code 2008, Kembangkan Kluwek 

Tak banyak wanita yang menekuni teknologi informasi (TI) secara
profesional. Apalagi mencatatkan prestasi internasional. Nur Aini
Rakhmawati adalah salah seorang di antara yang sedikit itu. Kecanggihan
cewek tersebut dalam menyusun kode pemprograman diakui Google.

ANY RUFAIDAH 

------

MELIHAT penampilannya, barangkali orang tak menyangka bahwa gadis mungil
berjilbab besar itu gape mengoprek program komputer. Karena itu, ketika
suatu kali dia diundang Google dalam sebuah acara, undangan tak
menganggapnya sebagai programmer.

''Pas saya duduk sambil pegang komputer, banyak yang nyamperin dan
bertanya, saya ini marketing produk apa?'' katanya lantas tertawa.

Nur Aini adalah dosen Sistem Informasi, Fakultas Teknik Informatika,
Institut Sepuluh Nopember (ITS). Dia menunjukkan kehebatannya ketika
menjadi peserta Google Summer of Code (GSoC) 2007. Iin -panggilan
akrabnya- berhasil mewujudkan software pengembangan Joomla, aplikasi
open source yang banyak digunakan masyarakat.

Untuk menjadi peserta GSoC, bukanlah hal mudah. Dia harus bersaing
dengan ribuan aplikan lain dari seluruh penjuru dunia. Bagi kalangan TI
(teknologi informasi), even tersebut cukup bergengsi. Sebab, mereka bisa
menimba ilmu langsung dari mentor yang ditunjuk Google. Khusus Joomla,
di antara 6.000 aplikan, hanya 50 orang yang diterima. Iin merupakan
satu-satunya dari Indonesia. 

Tahun ini, giliran Iin menjadi mentor GSoC. Dia membimbing seorang
peserta dari Filipina. ''Ya mungkin Google tahu kalau saya sudah banyak
pengalaman dengan Joomla. Soalnya, setelah jadi peserta, saya juga
direkrut jadi developer,'' katanya lantas tersenyum. Bahkan, Iin
tercatat sebagai wanita pertama dalam tim pengembang Joomla. 

Kendati demikian, bungsu di antara enam bersaudara tersebut menganggap
prestasinya itu tidak luar biasa. ''Sebenarnya banyak pria yang lebih
hebat dari saya. Tapi, karena hanya sedikit perempuan yang profesional
di IT, terutama untuk open source, saya jadi sorotan,'' ungkapnya. 

Menjadi satu-satunya wanita dalam GSoC sempat membuat dirinya canggung.
Untunglah, rekan-rekannya dari berbagai negara mendukung. Sedikitnya
wanita yang terjun secara profesional dalam bidang TI membuatnya
tergerak. 

Dia pun membuat milis khusus wanita yang membahas Linux, salah satu
sistem operasi open source. Milis tersebut dibentuk karena sebenarnya
banyak wanita yang ingin memahami Linux. Tapi, ketika bergabung dengan
milis yang didominasi pria, mereka sering jadi bahan ejekan. 

Cewek kelahiran Pasuruan, 20 Januari 1982, itu pun mengumpulkan kenalan
wanita di dunia maya, membentuk milis yang diberi nama Kluwek. Mereka
punya situs di http://kluwek.linux.or.id/. Sekarang anggota milis itu
berkembang hingga ratusan orang. Anggotanya mulai mahasiswi hingga ibu
rumah tangga. Tiap anggota punya julukan nama bumbu dapur. 

Penyuka boneka penguin -simbol Linux- itu mengaku, menjadi programmer
bukanlah cita-citanya. Impiannya sejak kecil justru menjadi dokter
kandungan. 

Segalanya berubah ketika dia bertemu sepupunya yang suka utak-atik
komputer. Iin yang kala itu duduk di bangku SMA langsung berubah haluan
dan ingin menjadi programmer. 

Ketika niat tersebut disampaikan kepada orang tuanya, mereka mendukung
penuh. Terutama sang ayah, Slamet Riyadi. Satu nasihat dari ayahnya yang
dia ingat sampai sekarang memacu dirinya untuk terus belajar. ''Kalau
kamu menekuni satu bidang, harus berusaha menjadi pakar di bidang
tersebut,'' ujar Iin menirukan ucapan sang ayah.

Meski berambisi menjadi pakar TI, Iin mengaku tahu diri. Dia punya
jadwal yang harus dipatuhi. Dalam sehari, maksimal berada di depan
komputer sampai pukul 22.00. Itu kebiasaannya sejak mahasiswa. ''Dulu
kami tidak boleh di laboratorium di atas pukul sepuluh malam. Kebiasaan
itu terbawa sampai sekarang,'' jelas cewek yang menyelesaikan S-1 di
Fakultas Teknologi Informatika ITS tersebut. 

Entah karena penampilannya atau karena hal lain, Iin gagal mendapatkan
visa ke Amerika Serikat. Padahal, dia mendapat beasiswa dari Grace
Hopper Celebration of Women in Computing Conference. Itu merupakan
pertemuan perempuan penggiat TI seluruh dunia. 

Para peserta yang datang akan mendapat pelatihan untuk meningkatkan
kemampuan. Karena proses seleksi beasiswa tersebut sangat rumit, Iin
sangat gembira ketika terpilih. ''Duuh, syaratnya ribet banget. Tahun
lalu saya sudah mengajukan. Tapi gagal. Baru tahun ini dapat,'' katanya. 

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas, dia pun segera mengurus
pembuatan visa. Awal September lalu, dia mengajukan permohonan. Tapi
ditolak. Dua pekan kemudian, dia mengajukan lagi. Semua syarat yang dulu
dianggap kurang, dilengkapi. Tapi, lagi-lagi ditolak. 

Iin tidak tahu apa yang menyebabkan dirinya tidak mendapat izin ke AS.
Dugaan pertama, Juli lalu dia baru saja kembali dari Taiwan setelah 2,5
tahun menempuh pendidikan S-2 di National Taiwan University of Science
and Technology. 

Tapi, ada juga yang menyatakan karena penampilannya kurang meyakinkan
sebagai dosen atau pakar TI. Intervensi Rektor ITS Priyo Suprobo pun
tidak bisa membantu dirinya mendapat visa. 

Meski urung berangkat ke AS, Iin tidak kecewa. Ada yang mengobati luka
hatinya. Dia menerima tawaran dari tiga negara untuk melanjutkan
pendidikan S-3. Bahkan, ada yang menawarinya pekerjaan lumayan
bergengsi. Tapi, dia belum memutuskan. ''Saya ingin kuliah S-3 akhir
tahun ini. Soal ke mana, saya belum tahu,'' ujarnya lalu tersenyum. 

Saat ini, Iin lebih banyak mengisi waktunya untuk mengajar di ITS.
Bersama beberapa mahasiswanya, dia juga tengah menggarap program untuk
mempromosikan pariwisata Indonesia. Nanti, program tersebut diberikan
secara cuma-cuma kepada pemerintah daerah yang menginginkannya.

''Saya ingin orang Indonesia maju. Tidak hanya sebagai pengguna, tapi
juga bisa mengembangkan program sendiri,'' tegasnya. (cfu)


-- 
Get latest Canadian immigration rules for professionals and 
investor opportunities. Everyday 9:00-17:00 Visi IndoCanada 
021-830 6715, 031-501 3570 or mailto:[EMAIL PROTECTED]


------------------------------------

[Warnet2000] is a moderated list. Ads will only avail in signature 
forms or footnotes. Contact the moderator if you want to put your 
ad for a small amount donated to BCA account no 064 100 2762 in IDR. 
Your ads will appear as footnotes.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke