Salam,

Makasih sebelumnya atas tanggapan temen-temen u/ posting saya sebelumnya.
Mungkin agak kasar karena berwarna protes, tapi posting saya tsb
karena kesan yg saya dapat adalah para perusahaan web hosting (dari
daftarnya SysOp), bersatu untuk melayani customer.

Namun, setelah meneliti daftarnya (saya klik beberapa diantaranya)
penafsiran saya agak berbeda. Karena ternyata disitu campur-aduk.
Semestinya harus dibedakan antara web hosting dan web designing.
Mengapa? Karena jelas berbeda. :) Ada yang memberikan harga untuk
web hostingnya (karena memang memiliki server sendiri), tapi ada pula
yg hanya sebagai web designer, ada juga yg sebagai calo (reseller) .. :)

Protes saya muncul karena jika para perusahaan web hosting (bukan
web designer) bersatu, karena terus merasa kuat, mereka bisa
kompak dalam menentukan harga/service. Seperti yg terjadi pada
industri-industri lainnya.

YLKI kayaknya belum bisa terlalu diharapkan perannya dalam
membantu. Apalagi ini dunia internet, yg notabene masih baru.
Saya tidak berlangganan milisnya, tapi ada nggak sih
kasus yg terpecahkan setelah didiskusikan di milis?

Kemudian,

Salah satu ketertutupan yg dilakukan oleh banyak perusahaan web
hosting Indonesia adalah, tidak adanya TOS (Term of Service)
sebagai outline dari service mereka. Sebagai contoh, apa yang terjadi
bila web site kita (yg merupakan bisnis kita) down karena servernya
down? Padahal saat down tersebut kita sedang melakukan negosiasi
untuk mendapatkan klien baru. Klien yg kemudian ternyata melihat
web sitenya down bisa batal melakukan kontrak dengan kita, padahal
jelas-jelas itu bukan salah kita. Apa kita bisa menuntut web hosting
itu?

Buat temen-temen yg bergerak di web hosting, mungkin bisa melihat
perusahaan web hosting FutureQuest,

http://www.futurequest.net

sebagai contoh service yg jempolan. At least menurut saya. Saya pernah
ikutan bikin web site yg pakai futurequest.

Jadi, sedikit sumbangan u/ temen-temen, gimana kalo daftar tsb
dibagi-bagi dulu, sesuai dengan jenisnya (web hosting beneran,
web designer etc.) Kalo untuk reseller, mungkin bisa disatukan dengan
web hosting beneran. Mereka kan memang menyediakan service u/ web hosting,
walaupun bukan server sendiri.

Oh ya, kalo ditanya soal seneng produk dalam negeri, terus terang saya
lebih senang pakai produk Indonesia. Tanya deh sama perusahaan
web hosting Indonesia yg pernah saya pakai spacenya. Tapi, jika
ternyata servicenya jelek, sering down, masa sih mesti dipaksain?
Apalagi bila ternyata ada layanan lain (dari LN) yg bisa memberikan
pelayanan jauh lebih baik plus lebih murah, kenapa ditolak?
Ditambah lagi bila ternyata mereka (web hosting Indonesia)
juga tidak memberikan spesifikasi
yg benar dan jelas ttg service mereka. Tambah sebel aja.

Cheers,
= Muhamad Syukri =

PS:
Mungkin sekarang kita perlu ada satu web site yg isinya
untuk memberikan comparison ttg web hosting Indonesia.
Supaya para customer tidak tertipu. Isi website tsb harus
independent, unbiased...
Seperti

http://hostinvestigator.com/

yg meneliti web hosting di Amrik. (walaupun jika diteliti lebih
jauh lagi, pendapat mereka kelihatannya biased, karena ada
sponsor).

Atau http://webauthor.indoglobal.com/
mau mulai? Gimana Sh? :)

PS (lagi):
Sorry jawaban saya agak telat, soalnya lagi dapat 'tugas luar'.
Ngejagain rumah teman yg sedang menunaikan ibadah haji. Jadi baru
sempat online lagi sekarang.
 



  Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet     : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke