From: Ronny Haryanto <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [webauthor] standard
> > - untuk masuk ke web site ini gunakan "MACROMEDIA FLASH"
> buat yg gak punya flash, kami nggak tertarik menawarkan produk kami ke
> anda, pegi sana.. :)
>
> mengapa mengikuti standar itu penting dlm hal ini? seperti contoh
> flash di atas, anda tidak mau menyisihkan orang yg tidak menggunakan
> feature anda kan? saya pribadi orangnya males kalo disuruh
> download/install sesuatu hanya untuk melihat suatu website, jadi ya
> tinggalin aja websitenya. bayangkan kalo itu website marketing, berapa
> banyak org yg akan pergi?
Wah... wah..... ini kolot namanya.
Web site TENTU dalam pembuatannya (kalau memang WEBDESIGNER yang membuatnya)
memiliki konsep yang jelas, siapa target audience nya, apa missi yang akan
dituju, bagaimana visinya, taknologi apa yang akan digunakan, apa yang
diharapkan dari visitor/ audience setelah melihat website tersebut!!
Kalau sampai ada webdesigner2an yang sampai akhirnya menimbulkan hal
tersebut diatas .. artinya mungkin dia tidak punya konsep, atau malah konsep
itu tidak berhasil dicapai karena kesalahan penerapan konsep tersebut.
(kurang educated atau tidak melibatkan multidisiplin dalam pembangunannya)
Siapa yang mengunjungi www.shockrave.com ? siapa yang mengunjungi
http://www.eye4u.com
tentunya mereka sudah memfilternya sesuai dengan target kepentingannya.
mungkin orang2 seperti yang anda sebut diatas tidak tertarik untuk
mengunjungi website tersebut. tetapi tidak dapat disangkal jika memang
teknologi akan diakui dan memasyarakat / dijadikan standar jika sudah banyak
user/ audience yang mengakui keberadaannya.
dan
bukan tidak mungkin flash nanti akan menjadi media yang umum seperti halnya
efek2 javascript, php3, css, dsb, jika memang banyak yang mendukungnya.
Dan seperti sysop katakan, bahwa user sendiri yang akan melengkapi dirinya
jika memang dia memerlukan / berkepentingan dengan website tersebut.
coba anda lihat pada umumnya seacrh engine?? kenapa mereka tidak pakai
macam2 aneh2 javascript effect, DHTML, Flash, dsb,... Karena, konsep mereka
jelas: mereka tahu apa yang sebenarnya diinginkan user, apa yang mereka
sajikan, apa yang menjadi service mereka, kepentingan user, dsb.
Usul terakhir,
Tolong jangan dicampur adukkan, antara WebBuilder dengan WebDesigner. ...
apalagi jika akhirnya serentetan keluhan2 standar yang anda uraikan pada
postin anda ditujukan bagi webDesigner.
Padahal itu mungkin ulah WebDesigner-an, yang merasa tidak perlu sekolah
desain, programming, interface design, ergonomi, psikologi, dsb. Tetapi
dengan modal Aplikasi seperti: Frontpage, Dreamweaver + photoshop, sudah
merasa bisa jadi webdesigner. Nggak rela.... nggak rela..
Best regards,
Firmansjah Saftari
_______________________
http://www.kemangnet.com
[EMAIL PROTECTED]
Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com