Priyadi wrote: > problemnya HTML is doomed from the start... :( > sebagai bahasa mark-up kenapa dia memasukkan unsur design ke dalamnya?? > misalnya, kenapa kita punya tag <B> dan <I>, itu kan unsur design, > belum ditambah dengan <FONT> <BLINK> <SPACER> dsb... hihi, jangan terlalu kejam gitu dong ngomongnya :) HTML biar bagaimanapun juga sampai saat ini bahasa markup terpopuler dan tersukses. HTML yang mendorong web ada (protokol HTTP) dan yang mengantar web jadi mendunia. kalo dulu ngga diciptain HTML mungkin dunia cyber tidak akan secerah sekarang... well, tapi mungkin juga ada orang menciptakan sesuatu yang lebih bagus :) but seriously, ingat bahwa salah satu design goal utama dari HTML adalah simplicity. sebelum HTML sudah ada bahasa markup general yang komplet dan lebih "bener", yaitu SGML (+style language-nya DSSSL) -- malah sebetulnya HTML itu subset dari SGML. tapi kenapa bukan SGML, atau subset yang lebih lengkap, yang dipakai untuk web? karena SGML+DSSSL itu kompleks, njlimet. mungkin kata pencipta HTML waktu itu, "HTML shall be simple." simple dalam arti mudah di-parse (supaya kode client kecil) dan mudah ditulis (bahkan dengan handcoding di plain text editor). simplicity ini juga yang menjadi faktor keberhasilan utama dari HTML, karena menjadikannya mudah dan cepat dipelajari sehingga sebanyak- banyaknya orang bisa menguasai. supaya simple, tentu saja salah satu syaratnya adalah tatabahasa yang sederhana dan kosakata yang tidak terlalu banyak. jadi barangkali pertimbangan itu yang membuat style+content tidak dipisahkan, dan ada elemen-elemen visual yang masuk dalam kosakata HTML. saya juga setuju sama pendapat yang dilontarkan Psychedelio (meski istilahnya rada2 aneh :) bahwa HTML itu dulunya hanya sebagai "display medium/language". belon terlalu dipikirkan bagaimana mengontrol unsur2 tampilan secara ditel, seperti marjin, type, spacing, dll. ini bisa dimengerti; waktu itu sebagian besar komputer/workstation yang ada di jaringan memiliki layar peraga dengan kemampuan terbatas. tapiiii, sebagian besar elemen2 "senior" HTML adalah elemen markup murni kok: HEAD, TITLE, BODY, H1, H2, ..., P, STRONG, EM, CODE, UL, OL, LI, (kecuali B dan I). dalam perkembangannyalah baru ditambahkan elemen2 tidak standar yang dimasukkan, ironisnya, justru oleh pembuat browser/client. BLINK (dan buanyaak elemen nonstandar lain) ditambahkan oleh Netscape. FONT oleh Microsoft, kalo ngga salah. sh Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/ -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED] UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com
