"Mampu Berkerja Sama Dalam Team" ==================================== Oleh : Dhiar L.A. - [EMAIL PROTECTED] Didalam pengerjaan suatu project terkadang bisa dikerjakan dengan perorangan maupun secara team. Tergantung dari luas lingkup yang akan dikerjakan, bila lingkupnya sangat komplikasi biasanya dibutuhkan team. Saya akan menganalisa, sejauh mana kalimat "Mampu Berkerja Sama Dalam Team". Mampu = Sanggup, Bisa Berkerja sama = Mengerjakan secara bersama-sama Team = Sekelompok Berarti "Sanggup mengerjakan tugas secara bersama-sama dengan sekelompok dengan tujuan menyelesaikan tugas dengan sebaik- baiknya". Ambil contoh saja ke perusahaan penyedia jasa web, dimana didalamnya ada bagian (divisi) : - Admin, urusan server - Web Master/Designer, urusan lay out web site dan pemeliharaan - Finance, urusan keuangan/billing - Marketing, urusan pemasaran - dsb Jika masing-masing divisi dikelola dengan satu tanggung jawab maka bisa dipastikan bahwa kerjasama dalam team bisa sempurna, Dalam arti satu tanggung jawab dipegang oleh satu orang, misalnya divisi Admin ada penanggung jawabnya, Web Master ada penanggung jawabnya, Finance ada penanggung jawabnya, dst. Setelah dilihat dan menurut pengalaman, jangan mencoba untuk mengerjakan suatu tugas (project) dengan tanggung jawab bersama atau didalam satu divisi diadakan tanggung jawab bersama dikarenakan didalam divisi tersebut ada beberapa tenaga kerja. Misalnya : Web Designer ada beberapa orang : - si A - si B - si C - dst Jika ada project lebih baik dikerjakan oleh si A atau si B saja, jangan dikerjakan secara bersama-sama, biarkan tanggung jawab dipegang penuh oleh salah seorang saja. Mengapa demikian ? dikarenakan masing-masing jelas punya pendapat yang belum tentu disukai oleh yang lain dan biasanya akhirnya bisa ribut adu argument, misalnya : - menurut si A :"Ini bagus pakai bentuk kotak" - menutut si B :"Bagusan bulet ah !" - menurut si C :"Akan lebih bagus lagi kalau lonjong dong !" - dst. Yang terjadi adalah akhir-akhirnya kerjaan nggak akan beres. Untuk mencegah terjadi seperti ini maka sebagai atasan (owner) harus dapat memberi mandat ke salah satu saja penanggung jawab, atau masing-masing tenaga kerja berbeda spesialiasinya, misal : - si A spesialisasi graphic - si B spesialisasi java script/applet - si C spesialisasi programmer database - dst Dengan demikian maka setiap tenaga kerja mempunyai tanggung jawab yang berbeda dengan satu sama lainnya. Kesimpulan yang baik adalah : - Setiap tenaga kerja mempunyai tanggung jawab yang berbeda dengan tenaga kerja lainnya. - Tenaga kerja yang baik adalah selalu dengan senang hati dapat menerima kritikan yang membangung. - Hilangkan rasa EGO yang tinggi. - Makanya prikotest berguna untuk mendapatkan tenaga kerja yang baik, sebab kalau sampai terjadi benturan seperti diatas masing-masing sudah bisa mengendalikan diri. Sekian analisa dari saya, mungkin dari yang lain ada tambahan ? atau input maupun pengalaman yang berguna bagi kita semua. Best Regards, System Operator http://www.dlanet.com [EMAIL PROTECTED] Layanan Pertukaran Banner - http://www.indobanner.co.id -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED] UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com
