Replying Saranto messages at 7/1/99:
---

>Saya jadi bingung  ???

Pegangan mas :) Saya nimbrung juga yah, siapa tahu dapat sikit2 memberikan
pencerahan.

>Saya jadi mikir-mikir untuk ngelepas kerjaan ini karena menurut saya
selera
>si klien nggak sesuai, dan juga kebetulan masih ada beberapa kerjaan lain
>yang harus saya selesaikan.

Saya sudah kunjungi site yang dimaksud Mas Arantan, terus terang yang
membuat saya mau click trus kedalam adalah karena 2 halaman pertama yang
terdepan. Cuman kalau Mas berasa selera mas dinilai aneh, maka yang
menyukainya bisa jadi dibilang lebih aneh kan. 

Kalau saya boleh jujur site itu telah salah memilih warna background.
Mungkin ini yang membuat 2 halaman itu kurang 'diperhatikan'.

>- Apa emang bener yang ke dua halaman depan lebih jelek dari yang halaman
>belakang ? apakah selama ini selera saya aneh ?

Tidak, justru selera Mas bagus. Hanya saja ada yang bilang tidak bagus,
dimana saya juga lumayan sering bilang kepada teman dan client saya,
Arantan Studio hasilnya bagus. --asli.

>- Sikap saya ngelepas kerjaan boleh/nggak dilakukan ? sikap profesional
ato
>malah nggak profesional. Saya selama selera klien masih bisa ditoleransi
>saya pasti mau ambil cuman kalo sampai begini ? hmmmm

Pendapat saya yah; boleh saja dilakukan. 

Saya sendiri tidak pernah mau toleransi dengan selera client. Prinsip saya
client punya kebebasan memilih, tapi ia telah memilih cabai. Jadi saya
adalah cabai, dan cabai pedas, tidak pedas jangan makan cabai.

----- << POTONG DISINI >> -------- << HANYA UNEG2 SEMATA >>------------

Ada juga (ini mungkin bisa jadi contoh bagi kata profesional), saya
mendesign sebuah site(males disebutkan agar tidak dapat free promo),
setelah tahap I, ia melanjutkannya sendiri, sesuai agenda adalah percobaan
content entry, namun dilakukan juga perubahaan icon olehnya, hasilnya
memang bagus, tapi saya tidak suka ukurannya, saya putuskan bahwa jika mau
saya lanjutkan ke tahap II, silahkan kecilkan icon2 tersebut ke ukuran yang
saya pakai. Kalau tidak dirubah juga, silahkan lakukan sendiri selanjutnya.

Dalam hal surat penawaran pun, kata temen yang biasa jadi sales/marketter,
surat saya kacauw balau dan terlampau to the point. Saya bilang jelas dong;
saya tidak pernah bikin surat penawaran bila tidak di-request. Suratnya pun
mengunakan banyak kata HARUS dan TIDAK BOLEH. Kata2 tersebut pun saya
tuangkan kedalam kontrak dalam bahasa hukum sederhana; kedua pihak telah
sepakat dalam keadaan sadar. Jadi dari awal saya sudah bukan profesional
kan? Jelas bukan kalau itu artinya client tidak mau dengar saya, dan dia
mau saya dengar dia.



--- Random Echo: http://www.bemo.or.id/random/
... Fact: Most criminals were raised by heterosexual parents


      Layanan Pertukaran Banner - http://www.indobanner.co.id

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet     : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke