At 03:30 PM 12/29/99 +0700, you wrote:

>Ato ada ide lain, yang kesannya saya percaya jadi nggak merusak hubungan
>tapi aman juga bagi sayanya?

***Kantor saya sering juga punya klien luar negeri (khususnya US, europe, 
Sg dan Hongkong), dari bikin site, sampai urusan printing (cetak kaos, 
misalnya).
Ada yang baik, dan ada yang juga tidak.
Namun, tidak ada yang sampai tidak bayar (bayar telat ada).

Pengalaman kantor kami,
ada orang asing di sana yang kita percayai. Dia itu juga klien kita 
awalnya. Tapi karena hubungan kita baik, kita direferensikan ke orang lain. 
Dari dia kita banyak klien.
Makanya dialah yang membantu kita, bila ada klien yang 'nakal'. (sampai 
sekarang, kita percayai sebagai marketing agent di sana, selain buka agent 
di Jakarta. Kantor saya ada di Surabaya).

Mungkin mas Saranto,
ada saran dari saya, "percayai nurani".
Artinya kalau kita ada rasa kurang sreg, ya jangan diteruskan.
Tentu susah untuk menjabarkan apa itu kurang sreg, solanya itu main perasaan.
(Tapi jujur saja, kadang kita suka pada seseorang pada suatu perkenalan 
karena bisa dipercaya atau tidak. Bagaimana anda bisa begini ?)

Ya gitu aja.
Cheers


Yusuf
---------
www.sam-design.com



-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet     : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke