Udah komplet. Mas Dony. Tapi ada suatu analisa yg mungkin menjadi renungan dari kasus yg ada. (kasus toekangweb ). Sory Don aku jadikan kasus nih.Untuk rekan2 tidak ada rekayasa lho. Intinya : 1. Bahwa sebuah namadomain (kebarat-baratan) yg sudah jenuh di negara maju bila diterapkan di di negara berkembang nasibnya akan sama , dengan melakukan repositioning , produk tersebut akan lain. Contoh :Kalau kita lihat dari nama domain di Ind , hampir 75% menggunakan istilah barat , nah dari kasus toekangweb mungkin ingin memberikan suatu nuansa yg lain. 2. Bahwa sebuah produk yang sama ternyata dapat diposisikan berbeda pada segmen market yang berbeda. Syaratnya segmen-segmen market itu tidak transaparan satu sama lain.Kalau tidak akibatnya akan membingungkan. Contoh : Sebenarnya di Indonesia pembuat website dgn nama yg hampir seragam/sama oleh negara maju udah seabrek -abrek dan mungkin kedengarannya udah umum Karena itu antara satu dengan yg lain dalam mendapatkan customer bisa2 bersaing harga ..dan malah yg tragis menurunkan harga sampai minimal. Tapi dari kasus diatas Si Toekang dia ingin membuat brand yg lain. Dengan brand ini dia membuat situasinal informalization. Tom Peters menggunakan terminologi "informasi" menekankan bahwa mereka perlu diberi informasi tentang situasi dan pelanggan supaya mampu memberikan pelayanan yang individual. Dengan kata lain profesi boleh sama , tapi tentang harga ..eit nanti dulu karena aku punya brand lain.. 3. mendapatkan iklan positif dari mulut kemulut. Komentar ..iiih ndesa , kuno enggak bonafid tapi ternyata suka buka web site tersebut karena punya nama yang unik dan menarik. Nah bagaimana komentar anda ? Happy Milinium, Happy New Year selamat begadang...hidup Y2k.. Archi -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =- To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]
