halo! saya anggota baru. thanks boleh bergabung, soalnya saya lagi belajar 
web design.

ide site "klien nakal" ini bagus secara internal kalo kita lagi sakit hati. 
tapi jelas nggak menambah nilai kita di depan si klien dan who knows... our 
future clients. kalau mau konstruktif, bisa juga kayak artikel CNET 
"clients from hell", di mana kasusnya jelas, ada cara penyelesaian, tapi 
nggak usah nunjuk hidung.

thanks

At 2/2/00 01:34 PM, you wrote:

>>gimana kalau pihak client tersebut melihatnya ? atau para wartawan
>>melihatnya ? lalu di pubilsh ke umum ? apakah siap menerima komplain dari
>>client tersebut ? belum lagi kalau client tersebut bawa2x pengacara :(
>
>****
>1. Saya setuju ama mas Kenny, bahwa kita harus menjalin persahabatan 
>dengan baik ama klien. Karena, (menurut saya) web yang baik nggak hanya 
>kita yang bikin. Tapi menrupakan kerjama yang baik antara kita (webdesign) 
>dengan klien. Karena bagaimanapun juga, dia lebih tahu produknya (content 
>yang mau dijual di site yang mau dibuat). Pengalaman saya, kalau kliennya 
>mau kerjasama, hasil sitenya bagus. Karena ide nggak hanya datang dari 
>kita, tapi dia juga punya ide. Klien kayak gini, hampir kalau punya waktu 
>pasti akan mampir ke kantor, untuk berdiskusi. Tapi kalau nggak, dia 
>kayaknya acuh, tapi nanti kalau sudah jadi, minta revisi yang cukup 
>melelahkan. Dan ini bikin jengkel (kalau satu pihak sudah nggak iklas, 
>sudah bisa ditebak hasilnya kan ?)
>
>2. Kalau masalah 'black list', kan sebenarnya sudah ada di mana-mana. 
>Barusan saya baca blacklist pemakai kartu kredit (satu buku tebal, kayak 
>buku telpon. Kebetulan perusahaan lain dalam grup yang sama jualan 
>komputer dan bisa terima kartu kredit.) Di situ ada nomor kartu kredit 
>yang reputasinya jelek, dan bisa ditolak. Lalu blacklist untuk pelanggan 
>GSM (pascabayar). Dan mungkin yang paling terkenal dan masih dibicarakan 
>sampai sekarang, 'test proper dan reliable(?)' untuk manajemen bank. BI 
>punya blacklist siapa yang nggak boleh pegang Bank. (Mereka bisa protes 
>nggak ya?).
>
>3. Kalau kita sudah bekerja baik, pasti klien akan menghargai kita. 
>Seperti yang telah diuraikan oleh mas Kenny. Namun ada kalanya klien 
>(manusia juga) bisa 'nakal' kan ? Dan kita juga sudah bekerja sama 
>baiknya. Kalau begini,... Saya pikir, kalau dia sudah tahu 'nakal', pasti 
>deh nggak mau bertindak macam-macam. Kan artinya sama saja dengan membuka 
>aib sendiri.
>Nah, ini nanti bisa dipikirkan, gimana masalah kebenaran 'kasus' kalau 
>memang nanati akan dipasang di site. Jangan-jangan, nanati ada orang yang 
>mau memfitnah seseorang.
>Yang jelas warning mas Kenny, bisa dipertimbangkan, untuk membuat aturan 
>gimana ngechek (acuan) untuk test 'proper' (kayak pegawai bank) untuk 
>klien webdesign.
>
>Gimana ? Saya tunggu pendapat rekan-rekan !
>(Tapi ide bikin organisasi sekalian sitenya untuk webauthor dan 
>semacamnya, bagus juga lho,...
>Ada yang mau jadi leadernya ?)
>
>salam
>
>
>Iyoes
>
>
>-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
>To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
>To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
>Netika BerInternet     : [EMAIL PROTECTED]
>



Satya Witoelar
mailto:[EMAIL PROTECTED]
http://www.witoelar.com/satya
ICQ # 38147715 

Kirim email ke