From: Harry Surjadi <[EMAIL PROTECTED]>

> Mas Syukri, kayaknya ngak ada hitungan matematisnya. Lebih banyak hitungan
> feelingnya dan hitungan prospeknya. Ada yang coba menghitung berdasarkan
> users atau hits atau user sessionnya, lalu dikali sekian dollar, tetapi
itu
> juga ngak ada rumusannya.

Sebetulnya ada sesuatu yang suka dipakai juga dan bisa dijadikan pendekatan,
sebetulnya diambil dari business biasa. Maksudnya supaya jangan 100%
kira-kira. Kalau business biasa si investor dikasih lihat peruntungan si
business itu misal 5-10 tahun kedepan, projected revenue --> tentunya di
gede-gedein. Nanti di itung-itungan pasti bilang pertumbuhan sekian-sekian,
kemudian ada juga kemungkinan perkembangan di masa datang. Misal anda
berencana, akan iklan di sini situ, tahun berapa tambah fasilitas baru, yang
akan naikin pendapatan anda. Tentunya di proposal harus dimasukkin. Kasih
lihat juga studi kasus yang mirip.

Perolehan 5-10 tahun tersebut harus dibayar si yang mau beli --> ini kalo
ngomong beli website doang yah, tanpa pegawai + asset lainnya.

Tapiiii jujur loh! jangan digede-gedein, karena kalau anda denger
ngomongan-ngomongan orang memang suka banyak bo'ong nya, manipulasi data
besar-besaran. Jujur aja lah, biar bisa tidur tenang.

Adalagi yang lebih berat dan lebih memerlukan tanggung jawab, site itu bukan
seluruhnya dijual, tapi di tawarkan untuk di investasi, ini cara ngomongnya
lebih: dengan duit anda, saya bisa begini-begitu --> yang memang ada loh,
harus bisa dipertanggung jawabkan, karena nantinya ya si investor tentunya
akan nagih janji-janji tersebut.

> Nilai instingtifnya bervariasi, itu tergantung dari siapa yang akan
> membelinya, nama domainnya (ini bisa menggambarkan prospeknya), prospek ke
> depannya, dan aktif tidaknya situs itu. Misalnya, ambil contoh
> www.indokado.com (hapunteun, Pak KJ, pinjam biar jadi contoh sekalian
> promosi) kalau mau dijual pasti lebih mahal dibandingkan misalnya situsnya
> Mas Doni Si Toekangweb. Indokado ada nilai komersilnya (paling tidak
menurut
> saya) sedangkan Toekangweb, nilai komersilnya kecil (juga paling tidak
> menurut saya).

Belum tentu, di IT business dan mungkin business apapun salah satu yang
penting itu juga new ideas. Anda kebetulan udah ambil 2 sites, yang memang
asik kalau dijadikan contoh. Misal waktu mau ngejual si toekangweb bisa
kasih tahu dan punya plan kita akan ini akan itu --> yang orang nggak
kepikir tentu, terus si proposalnya baik, itu nilainya lebih baik dari
indokado. Maksudnya coba aja bagi penjual site kasih plan, 5 tahun dari
sekarang [misal] si indokado ini akan seperti apa? apakah gitu-gitu aja?
Terus lihat si toekangweb, 5 tahun dari sekarang [kalau dikelola dengan
bener] ini udah sampai mana? sangat banyak kemungkinannya.

Di luar, investor pada belajar dari beberapa kesalahan, dan mereka juga
ngeliat bahwa beberapa yang sekarang sukses misal Yahoo dan Microsoft itu
start dari si owner masih mahasiswa. Mereka seperti kecolongan, coba dari
dulu invest di mereka itu, sekarang kan pasti udah okeh? Jadi sekarang saya
denger, beberapa perusahaan gede suka bikin sayembara untuk mahasiswa,
tanding bikin business plan! Jadi cuman tanding ide aja, belum terwujud
apa-apa, dan itu nilai duitnya setahu saya sangat besar.

Ini sekali lagi bicara di luar yah, investor disini [100% lokal] saya belon
pernah denger ada yang mau invest gede-gedean di website, saya cuman tahu
ada satu site lokal disini [local target, local market] yang dijual 200
jt-an diakusisi sama perusahaan gedean. Lebih gede dari situ belon pernah
denger, lokal yah...


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet     : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke