Wah saya ketangkep juga.
Ringkasnya, saya hanya menyampaikan (sesuai porsi saya: "Peluang bisnis yang
dapat diraih dengan membuka situs web perusahaan) beberapa data dan beberapa
tips:
1. Kenyatannya, organisasi bisnis yang paling banyak mengeruk pendapatan
dari transaksi online adalah organisasi bisnis "brick-and-mortar companies"
seperti Intel, FedEx, UPS, IBM, Dell, Barnesandnoble dan lainnya. Kalau yang
pure internet, berdasarkan surveynya Inter@ctive Week Online
(www.zdnet.com/inteweek/internet500.html) Amazon.com yang paling banyak
mendapatkan revenui dari transaksi online. Jadi kesimpulannya, sebenarnya
yang lebih siap adalah perusahaan yang sudah ada lalu memanfaatkan internet
menjadi salah satu solusi bisnis suatu peluang.
2. Untuk mengubah sebuah perusahaan brick-and-mortar menjadi perusahaan
internet itu yang susah. Hipotesa saya, ide/inisiatif harus dimulai dari
orang nomor satunya. Di kebanyakan perusahaan brick-and-mortar di Indonesia
untuk menerapkan solusi bisnis Internet, dimulai dari staf IT-nya, bukan
dari bisnisnya. Akibatnya terjebak pada persoalan teknis saja, bukan menjadi
solusi bisnis untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Kalau sudah dari
atas, kemudian harus dicari eksekutif yang muda (25-30 tahun) karena mereka
inilah yang tahu mengenai bisnis di Internet. Tetapi tetap kebanyakan
terjebak hanya pada aspek teknis, aspek bisnisnya belum menonjol.
3. Selain itu back-endnya tidak siap. Mereka hanya memperhatikan
front-endnya saja, yang menurut saya tidak sulit. Apalagi kalau mengontak
anggota webauthor, apalagi yang hebat-hebat itu. Jadinya nanggung. Internet
tidak betul-betul dieksplore atau bahkan dieksploitasi maksimal. 
4. Lalu, peluang bisnis yang terbuka bagi perusahaan brick-and-mortar antara
lain: membuka pasar baru (dengan 24/7 dan keterjangkauannya yang tidak
dibatasi oleh batas negara atau wilayah), meningkatkan customer service
(yang dampaknya adalah mempertahankan pelanggan/customer, customer menjadi
lebih setia), mengurangi biaya per transaksi (karena komunikasi lebih lancar
dan murah, pengurangan jumlah karyawan dll) atau dengan kata lain bisnis
lebih efisien, mengurangi waktu pemasaran ke konsumen, dan akhirnya
keuntungan akan meningkat.
Kira-kira begitu ringkasannya. Yang lain mungkin bisa diupdate teman yang
hadir waktu itu (Andrey).
Salam,
Harry Surjadi 

Memang ada seminar di Hyatt Surabaya (22 Maret 2000), diselenggarakan oleh
Telkom Divre 5 Jatim, dengan pembicara Rhenald Kasali, Budiono Dharsono dari
detik.com, Andre dari Kompas, Harry Surjadi dari Astaga.com serta pembicara
dari Kafegaul.com. Untuk Rhenald Khasali bisa anda baca artikelnya di
detik.com, untuk Kompas dan Astaga, serta Kafegaul, mungkin orangnya ada
disini, maybe bisa kasih bocoran juga. Seminar ini dipampang di
www.jajak.com
Untuk Widya, sorry bbrp hari ini aku lagi gak online, i've got trouble in
the connection!
-----Original Message-----
From: Widya Kurniawan [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Friday, March 24, 2000 10:35 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [webauthor] e-commerce seminar


Saya dengar, beberapa hari yg lalu ada seminar e-commerce ttg Kiat
Membangun Situs Web Site yg Populer.
Tamunya dari detik, astaga, kafegaul, etc.
Ada yg bisa kasih bocoran, ttg apa material nya, gimana analisa nya ?
Sejauh mana manfaatnya ? Any feedback ?????




- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet     : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke