Mungkin ini bisa membuat para toekang web laris dagangannya :-))
JAKARTA (Bisnis): Lippo Group menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB)
mendirikan tiga perusahaan modal ventura untuk mengembangkan certification
authority (CA), software dan set-top box dengan modal ventura US$100 juta.
Mochtar Riady, chairman Lippo Group, menjelaskan perusahaannya bersedia
mendanai pengembangan ketiga teknologi tersebut karena produk itu sangat
dibutuhkan dalam menunjang industri internet dan e-commerce yang kini
perkembangannya begitu pesat.
"Terus terang saya kaget dan terpesona menyaksikan kemampuan dan kehebatan
mahasiswa ITB yang sudah mampu mengembangkan CA, software dan set-top box
yang selama ini hanya diproduski oleh negara maju," ujarnya kemarin.
Untuk merealisasikan ketiga produk itu, katanya dalam seminar 'Indonesia
Memasuki Era e-commerce yang diselenggarakan Universitas Pelita Harapan
kemarin, perusahaanya menyediakan dana US$100 juta melalui perusahaan modal
ventura, termasuk memasarkan ke mancanegara.
Dia menambahkan minggu depan kerja sama dengan ITB ini akan ditandatangi
sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
Alat sistim pembayaran ini (CA), lanjutnya, sangat dibutuhkan dalam
transaksi perdagangan elektronik dan baru tiga negara di dunia yang mampu
memproduksinya yakni Amerika Serikat, Israel dan Taiwan.
Alat set-top box , semacam dekoder yang bisa mengawinkan jaringan TV dengan
Internet, sehingga pengguna pesawat TV bisa mengakses dunia maya itu. Alat
tersebut selama ini diimpor dari Taiwan. PT Jaring Data Interaktif dan
Indonesia Net Exchange akan menggunakan alat ini bagi para pelanggannya.
Sementara software yang sedangkan dikembangkan oleh ITB nantinya mampu
menerjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.
"Bayangkan berapa devisa yang disumbangkan dan dihemat dari hasil penemuan
teknologi dari ITB bila ketiga produk itu sudah selesai," tandasnya.
Software yang sanggup menterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa
Indonesia, menurut pendiri Lippo Group ini sangat diperlukan di sini guna
mendorong percepatan aplikasi industri Internet dan e-commerce. Sebab bila
dalam Bahasa Indonesia lebih mudah dicerna dan diaplikasikan mengingat
bahasa kini masih menjadi salah satu kendala pokok (barrier) dalam industri
e-digital.
Perlu sinergi
Riady mengakui tenaga sumber daya manusia di Indonesia cukup potensial,
khususnya lulusan dari universitas terkemuka seperti ITB, UI dan ITS, untuk
mendukung era new ecomony yang sedang melanda dunia.
"Masalahnya pengusaha kita merasa jijik dan eggan mau masuk ke universitas
dalam pengembangan teknologi padahal universitas kita mempunyai kemampuan
dan ketrampilan yang handal untuk menciptakan berbagai penemuan."
Jika aliansi strategis dengan ITB ini berhasil, katanya, dipastikan
pengusaha nasional akan berlomba-lomba menggandeng universitas.
Dia menandaskan bila 0,5% dari penduduk menaruh perhatian di bidang
teknologi informasi (TI), termasuk perguruan tinggi, dipastikan kemajuan
yang dicapai jauh lebih besar dari negara-negara tetangga.
Dia mencontohkan Indonesia sebenarnya lebih dahulu mengembangkan sektor TI
dibandingkan dengan China, namun karena negara itu memiliki komitmen tinggi
dan serius, Indonesia sudah jauh tertinggal dari mereka. "Ini menunjukkan
semua pihak harus terlibat langsung dan satu sama lain harus saling
mendukung sebab tidak mungkin hanya dilakukan satu kelompok atau segilintir
orang dalam pengembangan industri Internet dan e-commerce ini,"tandasnya.
(kp)
�COPYRIGHT 1998 BISNIS INDONESIA
PT Jurnalindo Aksara Grafika
Produksi dan Industri Edisi : 29-MAR-2000
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]