> Perguruan-perguruan tinggi komputer hendaknya juga mulai mengajarkan untuk
> "membuat", bukan "menggunakan" teknologi komputer. Jadi bukan hanya
> mencetak para "advance user" saja, tapi juga para calon pencipta
teknologi.
> Kita tidak boleh cepat puas dengan menyebut diri pakar kalau hakekatnya
> hanya sebagai advance user saja.
Sebenarnya teknologi "tradisional" a'la Indonesia lebih canggih, kita saja
yang terlalu terbawa skema pengetahuan ala Barat. Kalo saja kita bisa
berhasil menggali potensi ilmu-ilmu ketimuran yang sangat kaya di Indonesia.
Niscaya kita bisa lebih maju tuh,..
Coba aja bandingkan sistem sabotage a'la Indonesia seperti 'santet' atau
'pelet' misalnya, bisa langsung mempengaruhi manusianya, mana ada komputer
buatan manusia Amerika yang bisa begitu?
Pernah dengar ada haji yang tiap hari Jumat, sholat Jumat di Mekah? lalu
pulang sholat jumat sudah ada lagi di rumah minum kopi dan makan goreng
pisang. Entah mitos entah bukan, yang jelas teknologi spiritual seperti itu
dimungkinkan.
Kalau nggak mau kalah sama Barat, ya jangan pakai skema berpikir & teknologi
orang barat.Nggak akan menang sama orang yang udah lebih dulu tau,..
Toh dalam marketing juga ada konsep "A good way of competition is not to
compete"
Nah.. sekarang, bisa nggak bikin sistem komputasi dari ampas tahu??
salam,
Aris
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]