Salam sejahtera... At 11:02 28-10-2000 +0700, "Saranto" wrote: Bung Saranto, terima kasih atas tanggapan Anda, yang telah lama berkecimpung dalam bidang ini. >Definisi "sogok"nya apa dulu kalau itu sebagai bentuk datengin klien, >boleh-boleh saja. Pertama : kami yang mengirimkan surat penawaran Ke-dua : Diterima baguslah, tidak diterima EGP Ke-tiga : "Anak buah saya kan musti mengumpulkan data"... Lah, memangnya buat apa digaji pemerintah yang berasal dari pajak yang bersumber dari keringat kami, yang didapat dengan susah payah dan 'investasi jangka panjang' orang tua ? Saya -pribadi- akan memberi, kalau orang tidak meminta, dengan syarat ia memang *tahu diri* Ke-empat : Oknum ini yang bernafsu untuk menjadikan, karena penawaran kami memang relatif paling menguntungkan, padahal sudah saya sampaikan bahwa keadaan ini belum megikat mereka. Toh masih bernafsu. Siapa butuh siapa, jadinya ? >Saya juga bisa-bisa saja kasih, kalau ordernya memang >datang dari si ini orang, Order datang dari pucuk pimpinan, sementara ianya hanya menyampaikan kesetujuan pimpinannya, bukannya ikut berjerih. Sudah berbilang bulan tidak ada berita atau apa pun darinya. >dan jumlahnya juga tertentu, 10-15% gitu kali ya? Ini bukan masalah jumlah. Sudah saya sampaikan bahwa harganya sudah net. Kalau ada penawaran yang lebih bagus, sila mengambil tersebut. Kedengarannya 'mengesalkan' bukan ? Soalnya ada nada "nothing to loose". >Dan praktek seperti itu memang legal dan wajar, sampai ke luar negeri pun. Saya mungkin melihatnya dalam rupa : hitam, abu-abu dan putih. Saya akan mengandalkan rasa kepantasan, jika berada dalam bayangan abu-abu itu. >Selalu dalam segala situasi, dingin saja... Heh...heh...heh...seorang dokter sempat heran ketika melihat reaksi saya mengenai kemungkinan pembedahan tulang sumsum belakang... :) >Jangan dipanjangin lagi, cari aja klien >lain. Kami tidak kehilangan apa pun, namun penjernihan diperlukan, agar jelas siapa berbuat apa dalam kondisi bagaimana. >Kalau mau terusin ya terusin dengan kondisi gitu, jangan complain, >kalau mau stop ya stop, jangan terlalu dipikirin. Sependapat. >cara pembayarannya, mereka sesuai dengan >kebiasannya [katanya] mau pembayarannya 6 bulan kemudian. Disampaikan pada saya bahwa mungkin pembayaran agak lama. Tidak masyalah -Bawang Putih !- toh ada penandatangan kontrak institusional. Mau dipanjangkan -dijadikanmasalah- mudah. Kami tidak berurusan dengan si A atau si B, tapi institusi. >Saya /arantan studio, Bung Saranto, apa peran Anda -sebagai pendiri- dalam perusahaan ini ? >juga punya niat untuk nyumbang cuman saya nggak mau >nyumbang ke pemerintah, ngapain? Kami melakukan untuk Negeri, bukan Pemerintah. Itu hal yang berbeda. Dayan di Palembang PS: lalu, mau diapakan surat mandat dari pimmpinannya, guna mengurusi pembuatan .go.id ? >>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<< Berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]/
