----- Original Message ----- From: "Dewi Airlangga" <[EMAIL PROTECTED]> To: "ahlikeuanganindo" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, June 03, 2004 3:29 PM Subject: [Keuangan] OOT : Daftar kekayaan Capres
He3...Wiranto punya 46,5 M rupiah ? Bukankah selama ini hanya pegawai negeri? Kalla Terkaya, Amien Termiskin JAKARTA - Berapa kekayaan para calon presiden atau calon wakil presiden? Juga siapa yang terkaya di antara 10 kandidat itu? Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin membeberkan kekayaan para elite yang akan memperebutkan kursi RI-1 dan RI-2 itu. Cawapres Jusuf Kalla tercatat sebagai tokoh terkaya. Dalam daftar laporan harta kekayaan capres/cawapres KPK, tercatat pengusaha asal Sulawesi Selatan itu memiliki kekayaan Rp 122,19 miliar serta USD 14.928. Kekayaan Kalla ini tak lepas dari kesuksesannya sebagai pengusaha di tanah kelahiranya, Makassar. Dia merupakan salah satu pemilik Kalla Group. Sebagian besar dari kekayaannya berupa surat berharga yang bernilai Rp 73, 8 miliar. Sementara itu, yang relatif paling 'miskin' adalah Amien Rais. Capres Partai Amanat Nasional (PAN) itu mempunyai kekayaan Rp 867.955.230, dan uang USD 13.700. Di atas Amien, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah dengan kekayaan Rp 2,7 miliar. Laporan harta kekayaan capres/cawapres 2004 tersebut tidak disampaikan oleh Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) seperti sebelumnya. Sesuai Keputusan Presiden (Keppres) No 45 Tahun 2004 yang diteken presiden pada 27 Mei lalu, kekayaan pejabat negara, termasuk capres/cawapres, sudah menjadi kewenangan KPK. "Laporan ini kami sampaikan tanpa ada kepentingan politik apa pun. Ini dalam rangka akuntabilitas untuk membangun sistem transparansi," ujar Wakil Ketua KPK Sjahruddin Rasul kepada wartawan di Jakarta kemarin. Laporan kekayaan yang disampaikan KPK bisa dikatakan bukan hal baru. Daftar kekayaan sebagian capres pernah disampaikan kepada KPKPN pada 2001 lalu. Kalaupun ada perubahan, hal itu terkait perbaikan data sejumlah menteri yang keluar dari Kabinet Gotong Royong karena tampil sebagai capres/wapres. Laporan paling baru adalah daftar kekayaan Wiranto, KH Hasyim Muzadi, dan KH Salahuddin Wahid. Mereka belum pernah melaporkan kekayaannya secara resmi. Saat KPKPN mewajibkan semua pejabat melaporkan kekayaan, mereka tidak memegang jabatan di pemerintahan. Setelah Kalla, tokoh kaya berikutnya adalah cawapres pendamping Amien Rais, Siswono Judo Husodo. Ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tersebut mempunyai kekayaan Rp 74.776.947.040. Siswono juga dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang properti. Kemudian, Presiden Megawati mempunyai kekayaan Rp 59.809.315.484. Sebelum menjadi presiden Mega dikenal sebagai pompa bensin di Jakarta. Urutan di bawah Mega adalah capres Partai Golkar Wiranto. Mantan panglima TNI itu kekayaan Rp 46.215.282.701. Bagaimana capres lain? Laporan KPK menyebutkan, capres Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga wakil presiden mempunyai kekayaan Rp 17.337.422.722. Tokoh asal Ketapang, Kalimantan Barat, itu juga masih mempunyai simpanan USD 199.000. Wakil presiden pendamping Hamzah, Agum Gumelar, menempati urutan selanjutnya. Kekayaan yang dikumpulkan mencapai Rp 8.845.236.00, beserta kekayaan dalam bentuk dolar sebesar USD 366.846. Yang menarik, cawapres pendamping Megawati Soekarnoputri, KH Hasyim Muzadi, memiliki kekayaan yang melebihi kekayaan capres Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mantan ketua PW NU Jatim itu tercatat mempunyai kekayaan Rp 7.234.294.500. Sedangkan kekayaan SBY Rp 4.652.069.796. Khusus untuk SBY dan Kalla, laporan kekayaan hasil up grade yang didaftarkan pada formulir c, mengalami peningkatan dibanding 2001 lalu. Untuk SBY, selisih kekayaan pada 2001 dengan 2004 adalah Rp 1.161.738.795. Sedangkan selisih kekayaan Kalla adalah Rp 1.455.816.000. Kekayaan Kalla yang berwujud dolar juga mengalami peningkatan. Apakah KPK sudah memeriksa peningkatan kekayaan pasangan capres/cawapres itu? Wakil Ketua KPK Erry Riyana Harjapamengkas mengakui, laporan yang disampaikan ke KPK tidak terlebih dulu diverifikasi seperti saat melaporkan kekayaan ke KPKPN. Laporan itu hanya didasarkan asas kejujuran para capres/cawapres. Disebutkan pula, UU Pilpres tidak menyebutkan adanya pemeriksaan laporan kekayaan terlebih dulu. Namun, dipastikan KPK akan memeriksa peningkatan kekayaan tersebut. "Namun, sesuai komitmen yang sudah ditandatangani, kalau nanti ditemukan bahwa mereka berbohong, mereka harus bersedia jabatannya dicabut," ujar Erry, yang juga mantan Dirut PT Timah Indonesia. Terkait masalah ini, KPK berharap masyarakat memberikan informasi dan masukan. Sementara itu, ada kekhawatiran capres yang kaya akan jor-joran dalam berkampanye, sedangkan capres yang "miskin" justru kesulitan. Tetapi, anggota Panwaslu Didi Supriyanto menganggap hal itu tidak masalah. Menurut dia, sesuai ketentuan capres memang bisa membiayai kampanye dari kocek sendiri. Tapi, mereka tetap harus melaporkan secara detail ke KPU. "Tak masalah kalau capres mau biayai kampanye dari diri sendiri," ujarnya. Hanya, Didi juga menekankan bahwa capres dilarang keras menerima bantuan dari sumber-sumber yang tidak jelas. Jadi, lanjut Didi, dana pribadi capres yang digunakan dalam kampanye harus bisa dipertanggungjawabkan dengan merujuk pada data kekayaan capres di KPK. Sekadar diketahui, sumber dana kampanye capres boleh berasal dari bantuan perorangan maupun badan usaha swasta. Untuk perseorangan maksimal Rp 100 juta, sedangkan perusahaan Rp 750 juta. Sementara sumber dana kampanye dari kocek capres pribadi maupun parpol pendukungnya tidak dibatasi. Data sementara di Biro Hukum KPU menunjukkan pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid -untuk sementara- meraup sumbangan dana kampanye paling tinggi, yaitu Rp 3,75 miliar. Kemudian, sumbangan dana kampanye terbesar kedua diterima Mega-Hasyim (PDIP), yaitu Rp 2,6 miliar per 31 Mei 2004. Sementara itu, Hamzah-Agum tercatat memiliki saldo awal sumbangan dana kampanye paling minim di antara lima pasangan capres/cawapres lain, yaitu Rp 1 miliar per 26 Mei 2004. Amien-Siswono baru mendapat sumbangan dana kampanye senilai Rp 1,248 miliar. Sedangkan pasangan SBY-Kalla (Partai Demokrat, PKPI, dan PBB) mempunyai saldo Rp 1,5 miliar. (lex/agt) Berapa Kekayaan Mereka? 1. Jusuf Kalla Rp 122,6 miliar dan USD 14.928 2. Siswono Judo Husodo Rp 74,7 miliar dan USD 81.700 3. Megawati Soekarnoputri ---- Rp 59, 8 miliar 4. Wiranto ---------------- Rp 46,2 miliar 5. Hamzah Haz -------- RP 17, 3 miliar USD 199.000 6. Agum Gumelar ------- Rp 8,8 miliar USD 366.846 7. Hasyim Muzadi ---------- Rp 7,2 miliar 8. Susilo Bambang Yudhoyono --- Rp 4,6 miliar 9. Salahuddin Wahid ------------ Rp 2,7 miliar 10. Amien Rais ----------------- Rp 867,9 juta dan USD 13.700 Rgds, Dewi --------------------------------- Do you Yahoo!? Friends. Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------- NETWORKING PROMOTE: Bila Anda join di www.Friendster.com jangan lupa untuk mencantumkan Milis AhliKeuangan-Indonesia di bagian kolom Affiliations ------------------------- Kunjungi : http://briefcase.yahoo.com/ahlikeuangan untuk mendownload artikel2 keuangan. *tidak perlu login* ------------------------- Setting Milis AKI : Digest: [EMAIL PROTECTED] Normal: [EMAIL PROTECTED] Untuk meminta bantuan, pertanyaan, perkenalan email kirim ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links ---- Start SpamAssassin results Version: 2.63-ezraimanuel [2004-01-11] Test Date: Thu, 03 Jun 2004 15:31:56 +0000 DCC results: dataproxy.bnisecurities.co.id 1168; Body=Fuz1= ---- Hits: 2.8 points, 5.5 required; ---- Summary: 2.8 UNWANTED_LANGUAGE_BODY BODY: Message written in an undesired language ---- End of SpamAssassin results ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/LIjxlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Gabung, Keluar, Mode Pengiriman: [EMAIL PROTECTED] Database Warga Wismamas: http://www.wismamas.tk Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wismamas/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
