> ----- Original Message -----
  > From: "Newsletter Kenduri Cinta"
  <[EMAIL PROTECTED]
  >mailto:[EMAIL PROTECTED]> >
  >
  >
  >   S U R U P
  >   Emha Ainun Najib
  >
  >
  > PUTARAN zaman yang sedang kita alami sedang berada pada masa surup.
  > Orang Jawa bilang wayah surup. Menjelang senja. Asar hampir habis,
  > magrib akan tiba. Sedang berlangsung pergantian antara terang dengan
  > kegelapan.
  >
  > Kata para nabi, jangan tidur pada saat-saat demikian.   Kalau seseorang
  > tidur menjelang sampai melewati magrib, ia akan mengalami beberapa
  > kebingungan kejiwaan. Rohani manusia sedang sangat lemah.   Bahkan
  > dekat dengan kegilaan. Itulah sebabnya, para tukang santet dan tenung
  > sangat menggemari saat-saat demikian dan menggunakannya untuk
  > mengirimkan serangannya, selain saat fajar menjelang pagi.
  >
  > Tentu saja surupnya sebuah hari adalah bagian dari siklus hari, tetapi
  > ada surup-surup lain dalam siklus yang lebih lama dan lebih besar. Yang
  > sederhana, ada siklus harian, ada siklus mingguan, ada siklus bulanan,
  > tahunan, periode, era, zaman, dan seterusnya.
  >
  > Kalau Anda memakai siklus 7, sebagaimana hampir semua kejadian alam dan
  > sejarah bisa ditandai, maka itu berarti bisa ada siklus 70 tahun, 700
  > tahun, 7.000 tahun, dan seterusnya. Sampai 7 juta tahun, 7 miliar tahun,
  > sampai kalau Anda menghitung maha panjangnya sejarah alam semesta, maka
  > Anda akan menemukan siklus 7 miliar tahun cahaya misalnya.
  >
  > Dari indikasi-indikasinya, Anda bisa menghitung kapan gempa, berapa
  > skala Richter, kapan ada kepala negara jatuh, kapan manusia
  > beramai-ramai menjadi binatang dengan segala jenis perilaku budaya yang
  > dibinatangkan.  Pada putaran siklus yang mana azab atas umat Nabi Nuh,
  > Luth, dan seterusnya dulu berlangsung?   Berapa lama Belanda menjajah
  > Indonesia, berapa lama Jepang menjajah, berapa lama Soeharto berkuasa,
  > dan sampai batas mana kebohongan reformasi sekarang ini akan berakhir?
  >
  > Pemilu 2004 adalah batas terakhir bagi manusia dan bangsa Indonesia
  > untuk melampiaskan kebodohan, kekonyolan, dan kehinaannya.   Karena
  > sesudah itu tak ada puncak yang lebih puncak lagi.  Tak ada kebodohan
  > yang lebih bodoh lagi.   Tak ada kekonyolan yang lebih konyol lagi.  Tak
  > ada kehinaan yang lebih hina lagi.
  >
  > Di sekiar waktu 2004 adalah saat pergerakan dua arah: satu arus menuju
  > kehancuran dan kematian, arus lain menuju harapan dan kehidupan baru.
  > Anda tinggal mendaftarkan diri kepada yang mana.   Di sekitar waktu itu
  > pula manusia Indonesia sedang menentukan pilihan untuk akan hancur sama
  > sekali atau percaya kepada harapan baru.
  >
  > Kalau bangsa Indonesia masih memiliki sisa akal sehat, Pemilu 2004
  > adalah batas terakhir terciptanya pemerintah yang jahat dan penghina
  > rakyat kecil.   Sesudah itu tak ada waktu lagi. Kemungkinannya tinggal
  > dua: gila bersama atau ada kemusnahan yang cukup besar-besaran untuk
  > sebuah matahari baru.
  >
  > Pada saat surup mata kita rabun. Tidak memiliki daya tangkap yang
  > objektif terhadap cahaya dan terhadap kegelapan. Pada saat surup, akal
  > berada dalam keadaan paling tidak sehat. Orang sudah tidak bisa
  > membedakan pekerjaan mana yang menyelamatkannya dan mana yang
  > mencelakakannya. Orang tidak mengerti kapan merasa bangga kapan merasa
  > malu. Orang tidak paham apa yang harus diungkapkan apa yang harus
  > disembunyikan. Orang hampir tidak punya parameter tentang hampir apa
  > pun. Tak ada baik dan buruk, mulia atau hina, elegan atau konyol. Yang
  > dimengerti hanya satu: yakni menuruti selera dan nafsu sesaat.
  >
  > Bangsa Indonesia tahu persis bahwa dirinya sengsara  berpuluh-puluh
  > tahun, tetapi mereka terus  menyembah-nyembah tokoh-tokoh yang bukan
  > hanya tak  mampu  memberi harapan, tetapi yang bahkan telah terbukti
  > menyengsarakannya selama ini. Mereka bilang  anti-KKN,  tetapi tiap hari
  > koran-koran mereka memuat Taufik  Kiemas seakan-akan dia Presiden
  > Republik Indonesia.  Semua ribut anti-Orba, tetapi mereka mengerubungi
  > Mbak  Tutut dan mengekspose fotonya di mana-mana.  Seandainya  ilmu ini
  > sempit, maka hanya satu kalimat yang bisa  kita ucapkan: "Bangsa ini
  > hanya punya satu bakat,  yakni bakat untuk hancur".
  >
  > Itulah keadaan surup. Tahukah engkau apa yang sebaiknya engkau lakukan
  > pada saat surup? Begitu banyak orang, dari berbagai profesi, yang
  > berbusung dada merasa dirinya sedang berjaya dan sedikit pun tak
  > mengetahui bahwa sebenarnya dia sedang menuju kehancuran. (29e)
  >
  >
  > ====== Jagalah keselamatan - Pakailah sabuk pengaman =-
  >
  >




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/LIjxlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Gabung, Keluar, Mode Pengiriman: [EMAIL PROTECTED]
                        
Database Warga Wismamas: http://www.wismamas.tk 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/wismamas/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke