----- Original Message -----
From: "<<<<< oni keren >>>>>" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Friendster_Indonesia" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, March 02, 2005 4:08 PM
Subject: [FI] (Sharing) True Story


>
>
>  Selasa malam (1 Februari 2005),
>
>  Setelah hujan lebat mengguyur Jakarta, gerimis masih turun. Saya pacu
>  motor dengan cepat dari kantor disekitar Blok-M menuju rumah di
>  Cimanggis-Depok. Kerja penuh seharian membuat saya amat lelah hingga
>  di sekitar daerah Cijantung mata saya sudah benar-benar tidak bisa
>  dibuka lagi. Saya kehilangan konsentrasi dan membuat saya menghentikan
>  motor dan melepas kepenatan di sebuah shelter bis di seberang Mal
>  Cijantung. Saya lihat jam sudah menunjukan pukul 10.25 malam. Keadaan
>  jalan sudah lumayan sepi. Saya telpon isteri saya kalau saya mungkin
>  agak terlambat dan saya katakan alasan saya berhenti sejenak.
>
>  Setelah saya selesai menelpon baru saya menyadari kalau disebelah saya
>  ada seorang ibu muda memeluk seorang anak lelaki kecil berusia sekitar
>  2 tahun. Tampak jelas sekali mereka kedinginan. Saya terus
>  memperhatikannya dan tanpa terasa airmata saya berlinang dan teringat
>  anak saya (Naufal) yang baru berusia 14 bulan. Pikiran saya terbawa
>  dan berandai-andai, "Bagaimana jadinya jika yang berada disitu adalah
>  isteri dan anak saya?"
>
>  Tanpa berlama-lama saya dekati mereka dan saya berusaha menyapanya.
>  " Ibu,・瘢雹ヲkalau mau ibu boleh ambil jaket saya, mungkin sedikit
> kotor
>  tapi masih kering. Paling tidak anak ibu tidak kedinginan"
>  Saya segera membuka raincoat  dan jaket saya, dan langsung saya
>  berikan jaket saya.
>  Tanpa bicara, ibu tersebut tidak menolak dan langsung meraih jaket
>  saya. Pada saat itu saya baru sadar bahwa anak lelakinya benar-benar
>  kedinginan dan giginya bergemeletuk.
>
>  "Tunggu sebentar disini bu!" pinta saya. Saya lari ke tukang jamu yang
>  tidak jauh dari shelter itu dan saya meminta air putih hangat padanya.
>  Dan Alhamdulillah, saya justeru mendapatkan teh manis hangat dari
>  tukang jamu tersebut dan segera saya kembali memberikannya kepada ibu
>  tersebut. "Ini bu,.. kasih ke anak ibu!" selanjutnya mereka meminumnya
>  berdua.
>
>  Saya tunggu sejenak sampai mereka selesai. Saya hanya diam memandangi
>  lalu lalang kendaraan yang lewat
>  "Bapak, terima kasih banyak, mau menolong saya" sesaat kemudian ibu
>  tersebut membuka percakapan.
>  Ah, tidak apa-apa, ngomong-ngomong ibu pulang kemana? Tanya saya
>  Saya tinggal di daerah Bintaro tapi・瘢雹ヲ. (dia menghentikan
> bicaranya),
>  Bapak pulang bekerja ? dia balas bertanya.
>  "Ya" jawab saya singkat.
>  "Kenapa sampai larut malam pak, memangnya anak isteri bapak tidak
>  menunggu? Tanyanya lagi. Saya diam sejenak karena agak terkejut dengan
>  pertanyaannya.
>  "Terus terang bu, sebenarnya selama ini saya merasa bersalah karena
>  terlalu sering meninggalkan mereka berdua. Tapi mau bilang apa, masa
>  depan mereka adalah bagian dari tanggung jawab saya. Saya hanya
>  berharap semoga Allah terus menjaga mereka ketika saya pergi."
>  Mendengar jawaban saya si ibu terisak, saya jadi serba salah. "Bu,
>  maafkan saya kalau saya  salah omong.
>  Pak kalau boleh saya minta uang seratus ribu, kalau bapak berkenan?
>  Pintanya dengan sedih dan sopan. Airmatanya berlinang sambil
>  mengencangkan pelukan ke anak lelakinya.
>  Karena perasaan bersalah, saya segera keluarkan uang limapuluh-ribuan
>  2 lembar dan saya berikan padanya. Dia berusaha meraih dan ingin
>  mencium tangan saya, tetapi cepat-cepat saya lepaskan. "ya sudah, ibu
>  ambil saja・瘢雹ヲ tidak usah dipikirkan!" saya berusaha
> menjelaskannya.
>  "Pak kalau jas hujannya saya pakai bagaimana? Badan saya juga
>  benar-benar kedinginan dan kasihan anak saya" kembali ibu tersebut
>  bertanya dan sekarang membuat saya heran. Saya bingung untuk
>  menjawabnya dan juga ragu memberikannya. Pikiran saya mulai
>  bertanya-tanya, Apakah ibu ini berusaha memeras saya dengan apa yang
>  ditampilkannya di hadapan saya? tapi saya entah mengapa saya
>  benar-benar harus meng-ikhlas-kannya. Maka saya berikan raincoat saya
>  dan kali ini saya hanya tersenyum tidak berkata sepatahpun.
>
>  Tiba・瘢雹"tiba anaknya menangis dan semakin lama semakin kencang.
> Ibu
>  tersebut sangat berusaha menghiburnya dan saya benar-benar bingung
>  sekarang harus berbuat apa? Saya keluarkan handphone saya dan saya
>  pinjamkan pada anak tersebut. Dia sedikit terhibur dengan handphone
>  tersebut, mungkin karena lampunya yang menyala. Saya biarkan ibu
>  tersebut menghibur anaknya memainkan handphone saya. Sementara itu
>  saya berjalan agak menjauh dari mereka. Badan dan pikiran yang sudah
>  lelah membuat saya benar-benar kembali tidak dapat berkonsentrasi.
>  Mungkin sekitar 10 menit saya hanya diam di shelter tersebut
>  memandangi lalu lalang kendaraan. Kemudian saya putuskan untuk segera
>  pulang dan meninggalkan ibu dan anaknya tersebut. Saya ambil helm dan
>  saya nyalakan motor, saya pamit dan memohon maaf  kalau tidak bisa
>  menemaninya. Saya jelaskan kalau isteri dan anak saya sudah menunggu
>  dirumah. Ibu itu tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada saya.
>  Dia meminta no telpon rumah saya dan saya tidak menjawabnya, saya
>  benar-benar lelah sekali dan saya berikan saja kartu nama saya. Sesaat
>  kemudian saya lanjutkan perjalanan saya.
>
>  Saya hanya diam dan konsentrasi pada jalan yang saya lalui. Udara
>  benar-benar terasa dingin apalagi saat itu saya tidak lagi mengenakan
>  jaket dan raincoat ditambah gerimis kecil sepanjang jalan. Dan ketika
>  sampai di depan garasi dan saya ingin menelpon memberitahukan ke
>  isteri saya kalau saya sudah di depan rumah saya baru sadar kalau
>  handphone saya tertinggal dan masih berada di tangan anak tadi. Saya
>  benar-benar kesal dengan kebodohan saya. Sampai di dalam rumah saya
>  berusaha menghubungi nomor handphone saya tapi hanya terdengar nada
>  handphone dimatikan. "Gila・瘢雹ヲ. Saya benar-benar goblok, tidak
> lebih dari
>
>  30 menit saya kehilangan handphone dan semua didalamnya" dengan suara
>  tinggi, saya katakan itu kepada isteri saya dan dia agak tekejut
>  mendengarnya. Selanjutnya saya ceritakan pengalaman saya kepadanya.
>  Isteri saya berusaha menghibur saya dan mengajak saya agar
>  meng-ikhlaskan semuanya. "Mungkin Allah memang menggariskan jalan
>  seperti ini. Sudahlah sana mandi dan shalat dulu, kalau perlu tambah
>  shalat shunah-nya biar bisa lebih ikhlas" dia menjelaskan. Saya segera
>  melakukannya dan tidur.
>
>  Keesokan paginya saya terpaksa berangkat kerja membawa mobil padahal
>  hal ini saya tidak terlalu saya suka. Saya selalu merasa banyak waktu
>  terbuang jika bekerja membawa mobil ketimbang naik motor yang bisa
>  lebih cepat mengatasi kemacetan. Kalaupun saya bawa motor saya
>  khawatir hujan karena kebetulan saya tidak ada cadangan jaket dan
>  raincoat juga sudah saya berikan kepada ibu dan anak tadi malam.
>  Setelah mengantar isteri yang kerja di salah satu bank swasta di
>  sekitar depok saya langsung menuju kantor tetapi pikiran saya terus
>  melanglang buana terhadap kejadian tadi malam. Saya belum benar-benar
>  meng-ikhlaskan kejadian tadi malam bahkan sesekali saya mengumpat dan
>  mencaci ibu dan anak tersebut didalam hati karena telah menipu saya.
>
>  Sampai di kantor, saya kaget melihat sebuah bungkusan besar diselimuti
>  kertas kado dan pita berada di atas meja kerja saya. Saya tanya ke
>  office boy, siapa yang mengantar barang tersebut. Dia hanya menjawab
>  dengan tersenyum kalau yang mengantar adalah supirnya ibu yang tadi
>  malam, katanya bapak kenal dengannya setelah pertemuan semalam bahkan
>  dia menambahkan kelihatannya dari orang berada karena mobilnya mercy
>  yang bagus.
>
>  "Bapak selingkuh ya, pagi-pagi sudah dapat hadiah dari perempuan ?
>  tanyanya sedikit bercanda kepada saya. Saya hanya tersenyum dan saya
>  menanyakan apakah dia ingat plat nomor mobil orang tersebut, office
>  boy tersebut hanya menggelengkan kepala..
>
>  Segera saya buka kotak tersebut dan "Ya Allah, semua milik saya
>  kembali. Jaket, raincoat, handphone, kartu nama dan uangnya. Yang
>  membuat saya terkejut adalah uang yang dikembalikan sebesar 2 juta
>  rupiah jauh melebihi uang yang saya berikan kepadanya. Dan juga
>  selembar kertas yang tertulis ;
>
>  " Pak, terima kasih banyak atas pertolongannya tadi malam. Ini saya
>  kembalikan semua yang saya pinjam dan maafkan jika saya tidak sopan.
>  Kemarin saya sudah tidak tahan dan mencoba lari dari rumah setelah
>  saya bertengkar hebat dengan suami saya karena beliau sering terlambat
>  pulang ke rumah dengan alasan pekerjaan. Bodohnya, dompet saya hilang
>  setelah saya berjalan-jalan dengan anak saya di Mall Cijantung.
>  Sebenarnya saya semalam ingin melanjutkan perjalanan ke rumah kakak
>  saya di depok, tetapi saya jadi bingung karena tidak ada lagi uang
>  untuk ongkos makanya saya hanya berdiam di hate bis itu. Setelah saya
>  bertemu dan melihat bapak tadi malam, saya baru menyadari bahwa apa
>  yang suami saya lakukan adalah demi cinta dan masa depan isteri dan
>  anaknya juga. Salam dari suami saya untuk bapak. Salam juga dari kami
>  sekeluarga untuk anak-isteri bapak di rumah. Suami saya berharap,
>  biarlah bapak tidak mengetahui identitas kami dan biarlah menjadi
>  pelajaran kami berdua . Oh・瘢雹ヲya, maaf handphone bapak terbawa
> dan saya
>  juga lupa mengembalikannya tadi malam karena saya sedang larut dalam
>  kesedihan. Terima kasih.
>
>  Segera saya telpon isteri saya dan saya ceritakan semua yang ada
>  dihadapan saya. Isteri saya merasa bersyukur dan meminta agar semua
>  uangnya diserahkan saja ke mesjid terdekat sebagai amal ibadah
>  keluarga tersebut.
>
>
>
>
>
>
>
>
> Let's be Friends Forever ^_^
>
> Bagi yg suka chat dan attchment, gabung juga di milist
Friendster_Nusantara
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>




Gabung, Keluar, Mode Pengiriman: [EMAIL PROTECTED]
                        
Database Warga Wismamas: http://www.wismamas.tk 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wismamas/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke