----- Original Message ----- From: "Ferry Tureza" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, March 23, 2005 5:38 PM Subject: Delta 105.8 FM ;-) Asyiknya Dikelilingi 20 Gadis
> Asyiknya Dikelilingi 20 Gadis > > Reality show Joe Millionaire Indonesia (JMI) sudah mulai ditayangkan > RCTI sejak Jumat lalu. Marlon Gerber mendapat kepercayaan untuk > menjadi si Joe, cowok ganteng yang harus diperebutkan 20 gadis peserta > acara ini. Selama satu bulan penuh Marlon harus berpura-pura sebagai > seorang pria kaya raya pemilik harta senilai Rp. 50 miliar. Dalam > kehidupan nyata Marlon adalah seorang peselancar yang mobil pribadipun > tak punya. Tapi Marlon memang bukan 'orang biasa'. Putra seorang > pemilik hotel di Bali ini termasuk bintang papan atas dalam dunia > surfing. Menariknya seluruh gadis peserta itu tak ada yang tahu. > > Ketika syuting, blasteran Madura-Swiss sempat merasa berdosa karena > sudah membohongi para peserta. Tapi bagaimanapun ini adalah sebuah > pertunjukkan, begitu katanya. "So everything must go on (acara tetap > harus dimulai, Red)," ujarnya. Untung saja Marlon mendapat sebuah > kebahagiaan. Gadis yang dipilih tetap setia jadi kekasihnya hingga > kini. Sebenarnya siapa Marlon dan apa saja yang terjadi selama syuting > acara yang hak ciptanya dimiliki jaringan Fox Amerika ini? Berikut > petikan wawancaranya: > > > Gimana sih ceritanya kok bisa ikutan JMI? > > Bulan Oktober lalu saat sedang surfing di Kuta, teman saya didatangi > seseorang untuk diambil videonya. Katanya dia akan dikasting untuk > acara JMI. Saya yang ada di sampingnya iseng-iseng ikutan nyoba. Dua > minggu setelah itu saya dihubungi kalau saya terpilih. Saya diminta > untuk ke Jakarta menjalani berbagai macam karantina dan pembekalan. > Saya sempat bingung. Soalnya waktu itu saya mau ke Los Angeles untuk > pemotretan majalah surfing. Tapi dengan pertimbangan kesempatan nggak > datang dua kali akhirnya keberangkatan itu saya batalkan dan saya ikut > JMI. Bulan Januari lalu syuting dimulai dan sekarang sudah selesai. > > > Cerita dong siapa sih Marlon itu, apa seperti yang ada di JMI? > > Namanya reality show ya apa yang saya lakukan di situ benar-benar > memang diri saya. Nggak ada yang sifat atau tindakan yang > dimanipulasi. Hanya saya di situ harus mengaku sebagai pria berumur 25 > tahun yang punya kekayaan senilai 50 miliar. Ke mana-mana naik > limousine, pakai tuxedo dan bisa sesuka hati mentraktir para gadis > itu. Dalam kenyataan, saya ini tidak sekaya itu. Mobil pribadipun saya > nggak punya. Saya seorang peselancar yang masih berumur 21 tahun. Saya > lahir di Bali anak kedua dari tiga bersaudara. Saya lulusan high > school di sebuah sekolah di Australia. Kedua orang tua saya sering > meminta agar saya mau melanjutkan kuliah, tapi saya nggak mau. Saya > sudah memutuskan untuk jadi peselancar profesional saja. > > > Sepertinya begitu tergila-gila dengan surfing. Benarkah? > > Ya, surfing is the part of my life. Saya nggak bisa hidup tanpa > bermain ombak. Saya main surfing sejak umur 10 tahun. Rumah saya kan > di Kuta, jadi dekat sekali dengan laut. Saya dikenalin sama > teman-teman terus kakak ipar saya, Rizal Tanjung, juga peselancar > profesional, jadi klop lah. Saya udah ke berbagai negara untuk bisa > menikmati ombaknya. Mulai Amerika, Jepang sampai Australia. Tapi > pantai di Indonesia tetap yang paling asyik. Saya beberapa kali ikut > kompetisi. Sempat dapat juara. Tapi fokus saya lebih pada explore > gaya. Saya suka surfing yang mainnya radikal. Karena itu saya lebih > sering jadi model di berbagai majalah independen, syuting video dan > semacam itulah. Boleh dibilang saya ini manusia laut. Pagi jam enam > sampai jam satu siang saya habiskan untuk surfing. Hampir tiap hari > seperti itu. Lebih dari dua hari nggak surfing saya bisa pusing. Waktu > karantina JMI itu kan dua minggu. Wah saya stres berat, begitu udah > ketemu ombak semua itu hilang. Selama syuting JMI itu saya juga > menyempatkan diri untuk surfing meski hanya punya istrirahat selama > satu hari saja. Saya bisa hidup tanpa wanita tapi nggak bisa hidup > tanpa surfing (tertawa). > > > Selama syuting JMI apa saja yang terjadi? > > Saya harus berbohong kepada 20 gadis itu bahwa saya itu kaya raya. > Kadang ada rasa berdosa, nggak enak membohongi mereka. Apalagi semua > gadis itu begitu baik pada saya, mereka perhatian dan percaya dengan > semua yang saya katakan. Kami semua kan tinggal di sebuah kompleks > estate bernama The Mansion yang ada di Ubud. Mereka percaya lho, kalau > itu rumah saya. Waktu itu ada seorang peserta yang ketahuan merokok di > dalam kamar. Saya bilang, 'Tolong, jangan merokok di rumah saya.' > Gadis itu membuang rokoknya dan berkali-kali minta maaf. Padahal saya > sebenarnya nggak terlalu peduli sama tempat itu, bukan punya saya juga > (tertawa). > > > Apalagi? > > Setiap hari saya harus berkencan dengan satu persatu gadis itu. Dua > hari sekali saya harus memilih satu untuk dieliminasi. Itu yang paling > berat. Saya bukan playboy. Tapi siapa yang nggak suka dikelilingi 20 > gadis cantik dan baik seperti mereka. Keputusan untuk memilih satu > orang ini sangat berat karena kalau boleh saya sebenarnya ingin bisa > memiliki semua (tertawa). Saat kencan dengan si A saya jatuh cinta > sama dia, besoknya ketika pergi sama si B, saya ganti jatuh cinta sama > dia. Bingung deh pokoknya, tapi asyik. > > > Rasanya jadi Joe gimana? > > Enak karena many girls around me (tertawa). Tapi kalau soal kekayaan > ya biasa saja. Saya nyadar banget kalau itu bukan milik saya, jadi ya > nggak ada perasaan apa-apa. Cuman saya kadang risih saat harus pakai > tuxedo. Biasanya kan hanya pakai celana pendek dan kaos oblong. Saya > juga harus menjalani perawatan tubuh selama karantina dulu. > > > Dapat gadis pilihannya? > > Syukurlah. Gadis yang saya pilih ternyata juga suka dengan saya. Tapi > siapa dia lihat saja nanti. Dia sampai mau nangis lho waktu saya > pilih. Saya sendiri awalnya takut juga gimana reaksinya kalau tahu > saya bukan orang kaya. Tapi bagi dia nggak masalah, karena dia suka > saya apa adanya. Sampai saat ini saya masih pacaran sama dia. Dia itu > pacar kedua saya. Dia tinggal di Jakarta, jadi saya sering bolak-balik > Bali-Jakarta. Rencana menikah masih jauh. Saya masih muda banget > lagian usia hubungan kami masih hitungan bulan. Tapi kami serius kok. > > > Kenapa pilih dia? > > Semua gadis di JMI cantik. Tapi dari pertemuan pertama saya sudah > punya kesan tersendiri sama dia. Memang ada yang lebih cantik dari > dia, tapi dia paling cuek. Saat semua orang berusaha keras berebut > perhatian saya dia malah terlihat cool. > > > Kalau ada yang nawarin main sinetron mau? > > Sinetron nggak lah. Saya nggak ada waktu untuk itu. Tapi kalau layar > lebar mungkin mau. Tergantung ceritanya saja. Saya nggak pernah > ngebayangin jadi selebritis, bagi saya jadi peselancar yang handal itu > sudah cukup. > > > > ############################################################################ ###### > > Milis Pendengar Delta FM Medan - Powered by TELKOM > > ############################################################################ ###### > > JDFI - Jaringan Delta FeMale Indonesia > > Delta: > Jakarta 99.1FM - Bandung 94.4FM - Makassar 99.2FM - Manado 99.3FM - Surabaya 96.8FM - Medan 105.8FM > > FeMale: > Jakarta 99.5FM - Bandung 96.4FM - Semarang 96.1FM - Yogyakarta 103.7FM > > http://www.deltafm.net > http://www.deltamedan.com > Yahoo! Groups Links > > > > > Gabung, Keluar, Mode Pengiriman: [EMAIL PROTECTED] Database Warga Wismamas: http://www.wismamas.tk Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wismamas/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
<<attachment: 1111246841b.jpg>>
