----- Original Message -----
From: "Simaeru Learning Center" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, April 04, 2005 9:26 AM
Subject: [marketing_leadership-club] Artikel Pilihan Simaeru minggu ini
Rekan Profesional, Entrepreneur dan Pembelajar Yth.,
SEMANGAT PAGI!
Setiap minggu Simaeru Learning Center memilih artikel "baik dan
indah" yang membangkitkan inspirasi dan gagasan kreatif yang diambil
dari berbagai sumber. Artikel ini akan disebarluaskan setiap hari
Senin. Bagi Anda yang berminat berlangganan dapat mengirimkan email
ke [EMAIL PROTECTED] Anda akan memperoleh Simaeru eNewsletter
secara berkala.
Simaeru adalah sebuah kata dalam Bahasa Mentawai, suku terasing di
Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, yang berarti baik dan indah
(good and beautiful).
Terima kasih,
Salam Pembelajaran. Mari Belajar Sambil Beramal!
Benyamin Ruslan Naba
Simaeru Learning Center
[EMAIL PROTECTED]
021-780 1563
SMS: 0812 8046 909
---------------------------------------------------------------
Simaeru eNewsletter
Edisi Perdana (01/I/2005)
ARTIKEL PILIHAN SIMAERU MINGGU INI
BANK UNTUK PENGEMIS
* Rhenald Kasali (diambil dari Tabloid KONTAN No. 26, Tahun IX, 4
April 2005)
Jangankan pengemis, UKM saja kesulitan berhubungan dengan bank.
Benarkah demikian?
Sebagian pembaca mungkin cukup kenal dengan Grameen Bank. Ini adalah
sebuah bank yang bergerak dalam sektor mikro di Bangladesh. Dalam
Bahasa Bengali, `grameen' berarti desa, kampung. Jadi, Grameen Bank
adalah bank untuk orang-orang kampung, yang artinya orang miskin.
Bank ini dianggap sukses memberdayakan orang-orang miskin, sehingga
sekarang banyak dikunjungi tokoh-tokoh LSM dan bankir dari negara-
negara berkembang. Tapi yang menarik perhatian saya adalah terobosan-
terobosan unik yang diambil founder-nya: Muhammad Yunus. Tahun lalu,
misalnya Yunus membidik 10.000 pengemis di sekitar Bangladesh
menjadi nasabahnya.
Mengapa pengemis? Bagi orang-orang yang tak kenal pasar BOP (KONTAN
No. 25, Tahun IX, 28 Maret 2005, minggu lalu) tentu saja ada terlalu
banyak pertanyaan yang diajukan. Aset saja mereka tak punya, apalagi
kapital. Apa yang bisa menjadi jaminan bahwa pasar ini aman bagi
bank? Yunus rupanya lebih mementingkan potensi usaha daripada
jaminan. Baginya orang-orang kecil ini jauh dapat lebih dipercaya
daripada kaum "Donald Trumph" yang flamboyan. Ia
mengatakan, "Pengemis yang kita cari tidak akan pernah datang kepada
kita. Kita yang harus mencari mereka. Kalau kita bertemu dengan yang
mengatakan, "Maaf saya tak perlu pinjaman", itu pertanda Anda sudah
mendapatkan orangnya."
Saya jadi teringat dengan rombongan teman-teman yang akan memasarkan
kredit untuk UKM di daerah kumuh utara Jakarta. Ketika masyarakat
mendengar ada tawaran kredit, yang datang bukan cuma satu-dua tapi
ribuan. Siapakah mereka? Mereka ternyata kalangan yang, maaf, hobi
berutang. Setelah diteliti, ternyata mayoritas mereka, per karakter,
memang tidak layak mendapatkannya. Justru yang layak ternyata tidak
datang. Yunus tak membidik sembarang orang. "Kalau tidak benar-benar
mau berusaha, lebih baik jangan," ujarnya.
Saya pun teringat dengan anak-anak jalanan yang biasa mangkal di
Stasiun Depok. Di salah satu rumah penampungan yang saya temui, anak-
anak itu menunjukkan kebolehannya memainkan alat-alat musik dari
botol-botol bekas segala merek, mulai dari teh botol, soda, sampai
galon besar air mineral. "Daripada jadi pengemis, lebih baik jualan,
Om," ujar mereka.
Pengemis harus menjadi pengusaha
"Kami pergi kepada para pengemis dan saya bilang pada mereka, "Coba
lakukan tugas bapak-ibu seperti biasa. Mengemis dari rumah ke rumah.
Tapi kali ini bawalah permen, es lilin, kacang, kue-kue kering, atau
barang dagangan apa saja, dan kalau capai lagi, mengemislah lagi.
Nah sekarang Anda semua punya pilihan: menjadi pengemis atau
pedagang asongan. Mungkin pada beberapa rumah mereka mengemis, dan
pada rumah-rumah lainnya berjualan."
Barangkali ada benarnya juga membidik mereka yang telah punya modal
awal di jalanan, yaitu keberanian berinteraksi. Sekarang tinggal
mengubah kebiasaan lamanya saja. Ini lebih baik daripada memberi
pinjaman pada seseorang yang tidak pernah berusaha sama sekali.
April lalu saja saya mendengar sudah 8.000 pengemis terlibat dalam
program ini.
Yang lebih mengejutkan saya lagi, ternyata Yunus sama sekali tak
menarik untung dari program ini. Semua pinjaman itu diberikan tanpa
beban bunga atau biaya apa pun, long term pula (dengan cicilan
sangat kecil, sekitar 3,4 sen seminggu). Bahkan mereka di-cover
asuransi jiwa tanpa membayar premi. Saya dengar tahun ini targetnya
mencapai 25.000 pengemis.
Lantas, apa yang dicari Yunus? Bukankah berusaha harus menuai
untung? Begini penjelasannya. Para pengemis ini tak boleh selamanya
membuka tangannya ke atas. Mereka harus jadi pengusaha. Dari membawa
mangkok plastik untuk menampung derma, menjadi pembawa kotak uang.
Mereka yang berhasil dibina akan tahu maknanya berusaha.
Diperkirakan hanya butuh waktu setahun untuk menyingkirkan mangkok-
mangkok derma itu dan mereka berhenti mengemis. Kalau itu terjadi,
mereka akan butuh kredit untuk membuka warung, lalu perlu rumah, dan
seterusnya. Agak mirip dengan kisah Wiro Sableng, putra Madura yang
merantau ke Jakarta yang akhirnya menjadi pemilik rumah makan
seafood di Kelapa Gading, yang ceritanya pernah diturunkan oleh
Majalah Info Gading.
Perusahaan seperti Grameen Bank adalah contoh sebuah lembaga yang
dibangun untuk menjadi sesuatu yang hidup. Ia bukan sekadar sebuah
economic entity yang hidup seperti sebuah kubangan. Kubangan hanya
eksis di musim hujan, manakala curah hujan begitu deras. Sekalipun
penuh meluap, kubangan hanya punya satu sumber saja, yaitu hujan.
Begitu musim kering tiba, kubangan pun punah. Begitulah nasib
economic animal yang dibesarkan pemerintah menjelang krisis tahun
1998. Sekarang mereka pun ikut-ikutan punah.
Grameen Bank bukan menganut prinsip kubangan. Ia adalah "river
entity", hidupnya bukan cuma dari satu sumber. Koceknya diisi oleh
komunitas yang ia bangun. Mereka menjadi mata air, membentuk hutan
penahan banjir. Sungai tentu saja bisa kering, tetapi butuh kemarau
bertahun-tahun untuk membuatnya mati. Kala persaingan perbankan pada
sektor UKM begitu sengit, sebuah pertanyaan mendasar perlu kita
pertanyakan disini: apakah yang sudah kita kembalikan kepada alam
untuk menghidupkan mereka? Apakah kita sudah punya cukup kebijakan
untuk menanam mata air-mata air baru? Atau, jangan-jangan Cuma pohon-
pohon di sekitar sungai itu saja.
* Rhenald Kasali adalah Ketua Program Pascasarjana Universitas
Indonesia-Ilmu Manajemen.
---------------------------------------
COMPETENCE/EXCELLENCE
The future belongs to the competent. It belongs to those who are
very, very good at what they do. It does not belong to the well
meaning.
People create their own success by learning what they need to learn
and then by practicing it until they become proficient at it.
Every study of high achieving men and women proves that greatness in
life is only possible when you become outstanding at your chosen
field.
The foundation of lasting self-confidence and self-esteem is
excellence, mastery of your work.
One of the best uses of your time is to increase your competence in
your key result areas.
Only undertake what you can do in an excellence fashion. There are
no prizes for average performance.
(The Treasury of Quotes by Brian Tracy - America's Leading Business
Authority on Success)
-----------------------------------------
INFO KEGIATAN SIMAERU LEARNING CLUB:
KEGIATAN #1:
SERIAL SEMINAR FINDING MONEY (ENTREPRENEURSHIP):
"STRATEGI JITU MEMULAI USAHA DAN MENDAPATKAN MODAL"
Rabu, 20 April 2005, jam 08:30 - 17:00 di Sky Business Center
(Menara Cakrawala)
Dewasa ini semakin banyak karyawan yang sambil bekerja di perusahaan
orang lain, juga merintis usaha sendiri. Ada yang sedang
mempersiapkan pensiun dini, coba-coba buka usaha atau mengisi waktu
sambil mendapatkan penghasilan.
Menurut Sudhamek AWS, CEO Garudafood, pemenang Entrepreneur of the
Year 2004 versi Ernst & Young, Entrepreneur adalah orang yang mampu
melihat peluang, berani mengambil peluang dan mampu mewujudkan
peluang tersebut. Kemampuan seperti itu sangat relevan untuk setiap
calon Entrepreneur dan pelaku bisnis yang mempunyai keinginan kuat
untuk berhasil. Selain daripada itu, Entrepreneur yang sukses
memiliki banyak karakter positif seperti kreatif dan inovatif,
berani mengambil resiko, tangguh menghadapi tantangan, serta jujur
pada diri sendiri dan orang lain. Masalah yang sering dihadapi
adalah bagaimana mendapatkan modal usaha. Bagaimana kiat berhasil
menjadi entrepreneur?
Dalam seminar ini akan kita dengarkan pengalaman dan kiat sukses
tentang bagaimana memulai usaha baru, mengembangkan ide kreatif dan
inovatif, mendapatkan modal serta business plan seperti apa yang
diminati oleh para pemberi modal.
TOPIK:
* Dari inspirasi menjadi Bisnis BESAR
* Cara memulai menjadi Entrepreneur
* Rahasia Sukses Entrepreneur
* Gagal? Coba lagi sampai berhasil!
* Kiat sukses membuat proposal/business plan
* Strategi jitu mendapatkan modal usaha
Pembicara:
1. "Kreativitas itu Penting" - Benyamin Ruslan Naba, Simaeru
Learning Center
2. "Pengalaman Mendirikan Usaha Permainan Anak Kampoeng Maen" -
Vryedtha Tjanda Ilfia dan Eelco Koudijs
3. "Menghadapi Tantangan dan Mencari Solusi Kreatif" - Marius
Wiwied, C59 (peringkat pertama Enterprise 50 tahun 2002)
4. "Mengelola Usaha yang Berdasarkan Hobi" - E. Mulyanto,
PELOPOR Adventure Camp (peringkat pertama Enterprise 50 tahun 2005)
5. "Kiat Mendapatkan Modal Usaha" - Yani Rodyat*, CEO Sarana
Jabar Ventura
6. "Strategi Membuat Business Plan" - Vincentius Winarto*,
Direktur Magister Management IBII
*) dalam konfirmasi
SIAPA YANG PERLU HADIR?
Entrepreneur, calon entrepreneur, dan peminat entrepreneurship
INVESTASI:
* Rp 500.000,-/peserta
* Rp 1.250.000,-/3 peserta
* DISKON 10% untuk pembayaran sampai dengan 12 April 2005
* DISKON 10% untuk pemegang kartu berlogo Card Connection
International & Ovis Dining Club
* DISKON 50% untuk dosen dan mahasiswa (D1-S1)
* GRATIS untuk anggota Simaeru Learning Club.
KEGIATAN #2:
SEMINAR PEMASARAN: "FUTURE TRENDS ON CONSUMER BEHAVIOUR"
Rabu, 20 April 2005, jam 08:30 - 17:00 di Sky Business Center
(Menara Cakrawala)
Peter F. Drucker pernah menulis "Only Marketing and Innovation are
important for business. The other are the cost!". Pernyataan itu
pasti mengundang protes divisi lain dan tentu saja akan buyar
apabila tanpa pelanggan atau pembeli. Jadi, tetap saja
berlaku "Pelanggan adalah raja", sehingga kemampuan memahami siapa
pelanggan serta perilaku pelanggan adalah dasar dari kegiatan
pemasaran. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa kegiatan pemasaran
terdiri dari dua kelompok besar: akuisisi pelanggan (customer
acquisition) dan retensi pelanggan (customer retention), dan
keduanya memerlukan pemahaman yang baik tentang perilaku pelanggan.
Sudahkah Anda memahami pelanggan Anda?
Bagaimana cara lebih memahami pelanggan Anda dan apa tren perilaku
konsumen di masa mendatang untuk memenangkan persaingan bisnis?
Simak seminar "Future Trends on Consumer Behaviour" yang akan
dikupas tuntas oleh dua pakar dan praktisi pemasaran Indonesia yang
diperkaya dengan hasil riset Consumer Behaviour.
Topik & Pembicara:
1. "Memahami Cara Berpikir Pelanggan Anda" - Roy Goni,
Marketing Inspirator
2. "Bercermin dari Hasil Riset Perilaku Konsumen" - Paramita
Mohamad*, Direktur Perencanaan Strategis Lowe Indonesia
3. "Tren Perilaku Konsumen di Masa Depan" - Simon Jonatan, CEO
The Brandmaker
*) dalam konfirmasi
SIAPA YANG PERLU HADIR?
Eksekutif dan profesional Marketing & Sales, Brand Manager, Product
Manager, Promotion Manager, Marketing Research, dan peminat
pemasaran.
INVESTASI:
* Rp 700.000,-/peserta
* Rp 2.000.000,-/3 peserta
* DISKON 10% untuk pembayaran sampai dengan 12 April 2005
* DISKON 10% untuk pemegang kartu berlogo Card Connection
International & Ovis Dining Club
* DISKON 50% untuk dosen dan mahasiswa (D1-S1)
* GRATIS untuk anggota Simaeru Learning Club.
KEGIATAN #3:
SERIAL FAMILY & ACTIVITY MANAGEMENT:
FAMILY CAMP (Berkemah bersama keluarga sambil seminar Perencanaan
Keuangan):
"MENGAJARKAN KECERDASAN FINANSIAL UNTUK ANAK"
Sabtu-Minggu, 23-24 April 2005, jam 08:30 - 17:00 di Camp Pringayu,
Ciawi (45 menit dari Jakarta atau 15 menit dari Bogor)
Liburan akhir pekan yang panjang akan sangat mengasyikan bila diisi
bersama keluarga dan anak-anak, apalagi sambil berkemah di udara
yang segar dan acara yang bermanfaat.
Mengajarkan anak bagaimana menggunakan uang dan menabung untuk
keperluan masa depan mereka bukanlah hal yang sederhana. Terlebih
lagi soal merancang dana pendidikan anak. Dalam Family Camp kali ini
akan dibahas tentang Bagaimana Mengajarkan Kecerdasan Finansial
untuk Anak yang dilengkapi dengan kiat memilih asuransi untuk
keluarga.
Seminar akan diberikan oleh pakar dan praktisi Perencanaan Keuangan
dan Asuransi terkemuka di Indonesia: Godo Tjahjono, RFA dan Budi
Hartono Purnomo
MANFAAT BAGI PESERTA:
* Mendapat wawasan tentang pentingnya Perencanaan Keuangan Keluarga
dan solusi bagaimana mengelola keuangan keluarga yang baik bagi
keluarga/pasangan suami istri
* Mendapatkan kiat mengajarkan kecerdasan financial untuk anak
* Mendapat pengetahuan tentang mempersiapkan dana pendidikan anak
dan keluarga
* Mendapat pengetahuan tentang pentingnya asuransi dalam Perencanaan
Keuangan Keluarga
TOPIK DAN PEMBICARA:
* GODO TJAHJONO, RFA. Technical Advisor IARFC
"Pentingnya Perencanaan Keuangan Keluarga"
"Merancang Dana Pendidikan Anak"
* BUDI HARTONO PURNOMO. Vice President Director Himalaya Insurance
"Memahami Asuransi untuk Masa Depan Keluarga"
* Permainan kreatif dan interaktif oleh Tim dari PELOPOR Adventure
Camp
INVESTASI: (termasuk fasilitas akomodasi berkemah 2 hari 1 malam,
materi seminar & sertifikat).
* Rp 1.250.000,-/keluarga (dengan 2 anak). Rp 1.100.000,-/keluarga
(dengan 1 anak)
* DISKON 10% untuk pembayaran sampai dengan 12 April 2005
* DISKON 10% untuk pemegang kartu berlogo Card Connection
International & Ovis Dining Club
* DISKON 20% untuk anggota Simaeru Learning Club.
INFORMASI DAN PENDAFTARAN
Simaeru Learning Center: 021-780 1563, 7020 1486, 7000 2061, sms
hotline: 0812 8046 909, 0856 7764 559, 0815 8909 516, email:
[EMAIL PROTECTED] ; www.rajakarcis.com ; www.6221.net ;
www.detik.com ; www.swa.co.id ; Radio PAS FM ; Radio SMART FM ;
Radio Female ; Radio DELTA FM ; Radio 68H
Dari setiap peserta disisihkan Rp 25.000,- untuk pendidikan anak
Autis dan Rp 25.000,- untuk korban bencana alam di Indonesia.
Sumbangan akan disalurkan melalui Dana Kemanusiaan Kompas.
-------------------------------------------------------------------
MEMPERKENALKAN SIMAERU LEARNING CLUB
Investing in human capital is not a new idea - but it needs to be
pursued aggressively, not merely given lip service - Business Week
MORE IMPACT, MORE INSIGHT, MORE NETWORKING AND MORE BENEFITS!
SEKARANG SAATNYA Anda dan perusahaan Anda mengembangkan KOMPETENSI
(pengetahuan, ketrampilan dan sikap) sumber daya manusia Anda secara
kreatif, fleksibel & harga terjangkau! GRATIS berlangganan Majalah
SWA dan Majalah MIX plus benefit menggunakan Kartu Anggota Simaeru
Learning Club sebagai kartu diskon yang berlaku secara internasional
di lebih dari 40.000 merchant yang tergabung dalam jaringan Card
Connection International, Ovis Dining Club, Hertz dan Avis.
Bila Anda peduli dan bangga terhadap sumber daya manusia yang Anda
miliki, inilah beberapa manfaat keanggotaan Simaeru Learning Club:
1. Digunakan sebagai penghargaan kepada karyawan Anda yang
berprestasi dan kompeten
2. Sebagai penghargaan bagi mitra bisnis Anda (say it with learning
not bribing)
3. Sebagai penghargaan atas prestasi terbaik mahasiswa dan pelajar
sekolah Anda
4. Sebagai wujud cinta bagi keluarga Anda
5. Sebagai penghargaan bagi diri Anda sendiri yang ingin berkembang
dalam wawasan, pengetahuan, pengalaman dan pergaulan
Para profesional dan eksekutif terkemuka di Indonesia yang pernah
menjadi pembicara dan fasilitator seminar, training & workshop
Simaeru Learning Club antara lain:
. Modul CEO Talks: Robby Djohan (mantan CEO Bank Mandiri, Garuda
Indonesia, Bank Niaga), Budi Setiadharma (CEO Astra International),
Hotasi Nababan (CEO Merpati Nusantara), Shanti L. Poesposoetjipto
(CEO Praweda Ciptakarsa Informatika), Edwin Soedarmo (CEO Dirgantara
Indonesia), Enny Hardjanto (Direktur TVRI), Rudjito (CEO Bank BRI),
Hermien R. Sarengat (CEO GE Technology), Betti S. Alisjahbana (CEO
IBM Indonesia), Rizka Baely (CEO Corfina Capital), Th. Widia
Surjaningsih (CEO Bina Nusantara), St. Sularto (Wakil Pemimpin Umum
KOMPAS)
. Modul Family Activity & Management: Aidil Akbar Madjid, Lisa
Soemarto, Adler Manurung, Godo Tjahjono, Budi Hartono Purnomo, Andi
Simatupang
. Modul Entrepreneurship: Naomi Susan, Ida Kuraeny, Johannes
Simatupang,
. Modul Integrated Marketing & Communication: Simon Jonatan, Roy
Goni, Godo Tjahjono, Anne Ahira, Amalia Maulana, Erik Meijer, Teguh
Poeradisastra, Adijoso Soejoenoes, Riel April L. Nababan
. Modul Human Resources Management: Andrias Harefa, Richardus Eko
Indrajit, Nani Koespriani, Triyuli Adriana, Budi W. Soetjipto, Dewi
Matindas, Mariko Asmara, Enda Mulyanto, Benyamin Ruslan Naba, Franz
Dirgantoro, Badai Sitepu
Kegiatan seminar, training & workshop Simaeru Learning Club telah
diikuti oleh lebih dari 500 perusahaan dan lebih dari 3000 orang
dalam waktu 15 bulan.
DAFTAR HARI INI! Hubungi Membership Services: 021-780 1563, 7020
1486, SMS: 0812 8046 909.
. Simaeru Learning Club adalah klub peminat seminar, training &
workshop yang dikemas dalam bentuk keanggotaan tahunan (pra bayar)
untuk perusahaan dan perorangan.
. Tujuan Simaeru Learning Club adalah mengadakan seminar, training &
workshop berkualitas dengan harga terjangkau bagi banyak perusahaan,
individu dan masyarakat luas.
. Misi Simaeru Learning Club adalah:
1. Learning Society. Turut serta membentuk masyarakat pembelajar
Indonesia.
2. Competency Development. Berpartisipasi dalam pengembangan
kompetensi SDM Indonesia.
3. Networking. Menciptakan jejaring di antara pembicara, pengajar,
anggota klub dan peserta.
4. Community Development. Turut berpartisipasi dalam menciptakan
kesempatan yang lebih luas dan lebih baik untuk pendidikan dan hidup
anak Autis di Indonesia.
5. Sharing Culture. Membangun budaya dan semangat saling berbagi
kepada orang lain.
Dari setiap anggota klub dan peserta seminar, training & workshop
disisihkan Rp 25.000,- untuk pendidikan anak Autis dan Rp 25.000,-
untuk korban bencana alam di Indonesia yang akan disalurkan melalui
Dana Kemanusiaan Kompas.
Motto Simaeru Learning Club: Mari Belajar Sambil Beramal!
Kategori Anggota (*berlaku mulai 1 Januari 2005)
1. Platinum Member. Rp 10.000.000,-. Perusahaan atau perorangan yang
dapat menikmati 25 seminar, training & workshop dalam 12 bulan sejak
menjadi anggota plus benefits berlangganan Majalah SWA dan Majalah
MIX selama 1 tahun.
2. Gold Member. Rp 6.000.000,-. Perusahaan atau perorangan yang
dapat menikmati 15 seminar, training & workshop dalam 12 bulan sejak
menjadi anggota plus benefits berlangganan Majalah SWA dan Majalah
MIX selama 1 tahun.
3. Silver Member. Rp 3.500.000,-. Perusahaan atau perorangan yang
dapat menikmati 10 seminar, training & workshop dalam 12 bulan sejak
menjadi anggota plus benefits berlangganan Majalah MIX selama 1
tahun.
4. Academician Member. Rp 2.000.000,-. Dosen dan Guru yang dapat
menikmati 10 seminar, training & workshop dalam 12 bulan sejak
menjadi anggota - plus benefits berlangganan Majalah MIX selama 1
tahun.
5. Student Member. Rp 1.500.000,-. Mahasiswa (D1-S1) dan Pelajar
yang dapat menikmati 10 seminar, training & workshop dalam 12 bulan
sejak menjadi anggota plus benefits berlangganan Majalah MIX selama
1 tahun.
Ingin mendapatkan informasi kegiatan Simaeru Learning Club secara
berkala? Silakan bergabung dalam
[EMAIL PROTECTED]
A wise man will be Master of His Mind
A fool will be its slave ------
"Don't forget to Invite your friends for learning together in our groups
here!!!!
To subscribe, send blank email to:
[EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, send blank mail to
[EMAIL PROTECTED]
To using digest system, send blank email to:
[EMAIL PROTECTED]
To using nomail system, send blank email to:
[EMAIL PROTECTED]
To normalizing those systems, send blank email to:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
Gabung, Keluar, Mode Pengiriman: [EMAIL PROTECTED]
Database Warga Wismamas: http://www.wismamas.tk
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wismamas/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/