DANI DEWA ISRAEL MENGINJAK-INJAK ALLAH

 

Sekilas judul di atas provokatif sekali, tapi bukan itu maksud saya. Ahad malam Senin stasiun TransTV menayangkan siaran langsung grup band Dewa. Dani bernyanyi dengan  kalung berlogo Bintang Daud, simbol bangsa Israel yang sedang bergairah menggasak bangsa-bangsa muslim, tergantung di lehernya. Ia berjingkrak-jingkrak di atas logo album barunya berupa kaligrafi �ALLAH� yang dilukiskan dalam bentuk bintang. Orang yang mengenal huruf Arab dan sedikit paham seni kaligrafi akan langsung mengetahui - logo di lantai panggung yang diinjak-injak grup band Dewa itu bertuliskan �ALLAH�.

 

 

Karena sering mengisi acara di TransTV, saya segera menelepon TransTV dan menjelaskan apa yang sedang terjadi. TransTV mau menanggapi. Angle kamera diubah sehingga tak tampak lagi Dani menginjak �Allah�. Saat jeda iklan panggung segera ditutupi karpet lain, meski hal itu mengorbankan nilai artistik panggung. Kami bersyukur. Namun kawan-kawan yang sempat menyaksikan tayangan itu tetap menelepon saya dan bertanya: �Siapa yang punya ide ini? Anak muda muslim berkalung Bintang Daud menari-nari di atas kaligrafi �Allah�? Anak-anak muda kita yang teledor, atau ada pihak lain yang mengkondisikan mereka untuk berbuat itu?�

 

Betulkah Dani tak menyadarinya? TransTV mengirim mobil jemputan untuk mempertemukan saya dengan Dani dan Ishadi (salah seorang direktur TransTV). Kepada mereka saya tunjukkan buku The Cultural Atlas of Islam karya gemilang Dr. Ismail Raji al-Faruqi, pendiri The International Institute of Islamic Though, sebuah organisasi intelektual muslim yang sangat berwibawa di Amerika. (Buku ini sudah diterjemahkan ke bahasa Malaysia dan Indonesia oleh Mizan). Di halaman 84 terdapat foto kaligrafi �Allah� (lihat gambar kiri) yang dijadikan logo album Dewa. Melihat itu Ishadi terhenyak dan berkata: �Ya, sama�. Tapi Dani coba mengelak dengan berkata: �Oh, nggak sama, ada bedanya�. Saya katakan: �Mana logo kalian, saya buktikan.� �Tidak sama, sudah saya modifikasi�, kata Dani. Memang benar, Dani telah sedikit memodifikasinya dengan mengisi bagian tengah dari huruf terakhir (ha) seperti nampak di gambar kanan. Tapi bagi orang yang mengenal huruf Arab, modifikasi itu tidak mengubah bentuk dan maknanya secara signifikan. Tetap saja terbaca �Allah�. Dari dialog itu, juga dari nada bicaranya, nampak Dani sudah mengetahui sebelumnya apa makna kaligrafi itu dan ia secara sadar mencoba memodifikasinya meskipun gagal. Logo yang diinjak-injaknya memang bertulisan �Allah�.

 

Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sebagai karya artistik yang sangat indah wajar kalau kaligrafi �Allah� itu digemari para seniman (termasuk Dani yang katanya sedang berlatih menghaluskan jiwa pada seorang habib). Setiap orang yang mengagumi keindahan Allah (walau hanya dalam wujud kaligrafi) berhak untuk mengoleksi dan membanggakan kaligrafi itu. Tetapi kalau tak mampu menempatkannya di tempat yang terhormat, lebih baik jangan melakukannya. Jangan lagi Dewa membuat tata panggung yang mempermainkan kaligrafi �Allah�. Betapapun itu hanya simbol, banyak orang tetap tidak bisa menerima penyanyi  jejingkarakan di atas �Allah� dengan mengenakan kalung berlogo kebanggaan Israel yang gencar memusuhi umat Islam.

 

Terima kasih untuk TransTV yang telah mau menanggapi kasus ini, tapi jangan coba-coba menayang-ulangkan siaran itu di masa mendatang. Menyakitkan!!!

Untuk para ulama dan orang tua tetap tersisa satu pertanyaan: �Mengapa banyak anak-anak muslim negeri ini yang lebih bangga dengan simbol-simbol mereka yang memusuhi Islam dan bertindak ceroboh dengan agamanya sendiri?�

 <Wahfiudin>




Gabung, Keluar, Mode Pengiriman: [EMAIL PROTECTED]
                       
Database Warga Wismamas: http://www.wismamas.tk




Yahoo! Groups Links

<<clip_image001.jpg>>

<<clip_image002.jpg>>

Kirim email ke