----- Original Message -----
From: "Yase" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, April 25, 2005 11:38 AM
Subject: RE: [Keuangan] *1 ONS BUKAN 100 GRAM.*



Oh...my GOD...
Your information stops my breathe suddenly...

IMHO, kalau informasi ini benar bisa dipertanggungjawabkan,
Saya kira DEPDIKNAS harus meluruskannya kepada seluruh masyarakat
Indonesia.
CMIIW

regards





-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Anthony
Christiaan
Sent: Monday, April 25, 2005 9:28 AM
To: Milis Ahli Keuangan
Subject: [Keuangan] *1 ONS BUKAN 100 GRAM.*


*1 ONS BUKAN 100 GRAM.*

  PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.

Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK
akhir
tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan
limbah,
yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika
seorang
pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara langsung proses
pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal. Pasalnya
adalah,
takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya menggunakan satuan
pound
dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1

pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram, sesuai pelajaran yang ia
terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan, teman saya diberi tenggang
waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara menunjukkan acuan ilmiah yang
menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g. Usaha maksimum yang dilakukan hanya
bisa
menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan ons(bukan
ditulis
ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk
tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal secara internasional
tidak bisa ditemukan.

SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.

Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal
ini
kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan ukur
di
Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi . Ternyata, pihak Dir. Metrologi
pun
telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram.
Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem
Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk
ukuran
berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan *Ons bukanlah
bagian
dari sistem metrik* ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan
ons
ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak
timbangan
(bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan "pound".

Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1
pound =
500 gram, ternyata *tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal*
atau
pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100
gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia internasional,
*tidak
pernah dikenal adanya satuan ONS khusus **Indonesia**.* Jadi, hal ini
adalah
suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau
dipertahankan ?

BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ?

Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku

sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan
salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan
menyesatkan.

Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana penyadaran

akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas dalam
materi
pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita)
menerapkan
dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua sekolah
mengajarkan
bahwa 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun
menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. "Racun" ini sudah tertanam
didalam otak anak kita sejak usia dini.

Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan
yang
diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia
mengajarkan
seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk melakukan

koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberi-kan petunjuk
resmi.

TANGGUNG JAWAB SIAPA ?

Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita

jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada

para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar
tidak
menjadi beban psikologis bagi mereka ;

*"acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui / diberlakukan

secara internasional , yang menyatakan bahwa : *

*1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?*

Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini
diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ?

Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain
Indonesia   berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram ?

Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit  buku
pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini ?

Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan *ons yang keliru*  ini,
sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang
pemakaian
satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekwensinya ialah harus
dibuat
sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas). Sistem baru inipun
harus
diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum diajarkan kepada
anak-anak. Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia yang konversinya
adalah 1 ons *(Depdiknas)* = 100 gram dan 1 pound *(Depdiknas)* = 500
gram.
? Bagaimana "Ons dan Pound *(Depdiknas)*" ini dimasukkan dalam sistem
metrik
yang sudah baku diseluruh dunia ? Siapa yang mau pakai ?.

HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI.

Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang
merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih
banyak
kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu
contoh
kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue dari
buku
luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya.

Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan
masalah
nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan.

Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai
hal
ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki
kesalahan.

Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal
Takar-Timbang-Ukur,
Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun terhadap Direktorat
Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di Indonesia. Mari kita
ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi.

Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak
kita
harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya,
prosesnya,
materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan dalam hal
kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang sangat
berat.
Janganlah malah diperberat dengan *pelajaran sampah* yang justru bakal
menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti aturan
dan
standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan hanya
yang
rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan yang
salah.
Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri yang berarti

harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.

Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar
sebagai
upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan penuh
dengan
tantangan berat.

ACUAN MANA YANG BENAR ?

Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan
juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. *(maaf, ini
bukan
promosi)* menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan
lagi.

Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat
dijumpai
dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya diberikan

oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.

*Salah satu* konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara
internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).

1 ounce/ons/onza  =  28,35 gram *(bukan 100 g.)*

1 pound           =  453 gram *(bukan 500 g.)*

1 pound           =  16 ounce *(bukan 5 ons)*

Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep
obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram.
Apakah kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek ?
Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!!
Jadi, kalau
malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan. (*ini
hanya
gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan, bukan
kejadian
sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)*

KALAU BUKAN KITA YANG MENYELAMATKAN - LALU SIAPA ?.

Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua kalangan, baik kalangan
pemerintah, akademis, profesi, bisnis / pedagang, sekolah dan orang tua
dan
juga yang lainnya untuk ikut serta mendukung penghapusan satuan "ons
dan
pound yang keliru" dari kegiatan kita sehari-hari. Pengajaran sistem
timbang
dgn. satuan Ounce dan Pound seharusnya diberikan sebagai pengetahuan
disertai kejelasan asal-usul serta *rumus konversi yang benar*. Hal ini
untuk membuang kebiasaan salah yang telah melekat dalam kebiasaan kita,
yang
bisa mencelakakan / menyesatkan anak-anak kita, generasi penerus bangsa
ini.

*# # # # # *

   *Tulisan ini akan dikirimkan kepada media masa, baik cetak maupun
elektronik yang mau menyiarkannya demi kepentingan bangsa.
Dipersilahkan mengubah formatnya sesuai dengan ketentuan penyiaran
masing-
masing.*

*Juga kepada sekolah-sekolah, pabrik-pabrik serta LSM dan masyarakat
umum,
untuk diketahui secara luas.*

* Bila anda merasa sependapat dengan saya, setuju untuk menghentikan
kesalahan ini demi masa depan anak bangsa Indonesia, silahkan
diperbanyak /
difoto copy dan disebar-luaskan sendiri.*

* *

*Bila anda ragu-ragu terhadap kebenaran tulisan ini, silahkan
menanyakannya
langsung kepada Direktorat Metrologi atau Balai Metrologi setempat
dikota
anda berada. *

* *

*Terima kasih saya ucapkan kepada anda yang peduli dan mau
berpar-tisipasi
menyelamatkan masa depan anak-anak **Indonesia**. Semoga Tuhan
memberkati
upaya ini, yang kita lakukan dengan tulus ikhlas tanpa pamrih
sedikitpun.*

* *

*# # # # #*

* *

* *

*Ditengah orang-orang waras, dia yang lain sendiri dianggap gila.*

*Ditengah orang-orang gila, dia yang waras justru dianggap gila.*

* *

*Memang banyak orang yang benar, tetapi jangan diartikan bahwa yang
diikuti
banyak orang itulah yang pasti dan selalu benar.*


LEMBAR PELENGKAP

TAKAR - UKUR - TIMBANG MENGIKUTI

SISTEM METRIK YANG BERLAKU SEJAK THN *1799*.

   *Kuantitas*

*Satuan*          *Simbol*        *Keterangan*

Panjang            meter           m  bukan mtr.

Luas               meter persegi   m2

Isi / volume       meter kubik     m3

Berat              gram            g  bukan gr.

Takaran            liter           l    1 l = 1000 cm3 (cc)

Suhu / temperatur   derajat Celcius  oC

BEBERAPA SEBUTAN / AWALAN UNTUK FAKTOR PENGALI DALAM SISTEM METRIK

AWALAN    FAKTOR PENGALI   SIMBOL / SINGKATAN   CONTOH PEMAKAIAN

giga            1.000.000.000             G
GHz.

mega             1.000.000                             M
MW

kilo              1.000                                    k
km

hecto             100                                       h
ha

deka                10                                         da
dam

deci                 0,1                                        d
dm

centi               0,01                                      c
cm

milli                0,001                                   m
ml

micro                 0,000.001                           *m*
mF

dan seterusnya.

Dalam sistem metrik memang dikenal *1 are = 100 m2* khusus untuk ukuran
tanah yang diakui sah secara internasional.

*Untuk satuan ONS yang mengartikan kelipatan 100 g., apalagi POUND yang
mengartikan kelipatan 500 g., tidak pernah ada didalam sistem metrik
maupun
non-metrik / imperial yang pernah diberlakukan sah secara internasional.
*

*# # # # #*

  *RANGKUMAN SARAN-SARAN, KRITIK DAN KOMENTAR*

  *1. *Banyak orang berpendapat bahwa ONS kita ini tidak ada kaitannya
sama
sekali dengan OUNCE.

* *

a. Kalau kita baca kamus-kamus Inggris-Indonesia dan sebaliknya, jelas
bahwa
terjemahan "ounce adalah ons" dan "pound adalah pon" begitu pula
sebaliknya
dari Indonesia-Inggris. Bahkan ada beberapa kamus yang menterjemahkan
"ounce
menjadi ons, berat 100 gram." Tetapi ada juga yang menterjemahkan "ons,
28,3
gram".

*Nara** sumber : Jumlah : 2 orang *

*Profesi : Guru dan Dosen Bahasa Inggris. *

b. Beberapa guru berpendapat bahwa kata "ons" jelas bukan asli bahasa
Indonesia, karena bahasa Indonesia hanya mengenal 2 konsonan rangkap,
yaitu
"ng" dan "ny". Tidak ada konsonan rangkap "ns". Contoh : "Helm" kalau di

Indonesiakan menjadi "helem". Kalau "ons" tidak bisa dijadikan "ones"
tentu karena menyangkut suatu acuan yang harus dilafalkan secara benar,
sama seperti "gram" yang tidak boleh ditulis menjadi "geram".

*Nara** sumber : Jumlah : 2 orang *

*Profesi : Guru Bahasa **Indonesia**.*

c. Beberapa orang lanjut usia yang cukup terpelajar membenarkan bahwa
"ons
dan pound" itu bawaan Belanda, bukan asli Indonesia, karena sudah
dipakai
sebelum Indonesia merdeka dan diajarkan juga disekolah HIS maupun HCS
*(masih
jaman penjajahan)*.

Beberapa diantara mereka ingat bahwa acuan konversi yang diterapkan di
Indonesia tidak sama dengan yang diterapkan di Belanda.

*Nara** sumber : Jumlah : 7 orang. Usia : 77 s/d. 87 tahun. *

*Pendidikan terendah : HCS / HIS. *

*Pendidikan tertinggi : Sarjana*

*Profesi terakhir : Guru, Kontraktor, Dokter, Pendeta, PN.*

*2.* Acuan internasional yang menyatakan 1 ons = 100 gram , 1 pound =
500
gram jelas-jelas tidak pernah ada.

Bahkan Acuan nasional (kalaupun ada dulu-dulunya) tidak bisa / tidak
boleh
dipergunakan lagi semenjak diundangkannya UU no.2 tahun 1981 tentang
Metrologi Legal, yang mencabut dan membatalkan Ijkordonnantie
1.049   Staatsblad nomor 175.

*Nara** sumber : Jumlah : 1 orang.*

* Profesi : tidak dikenal.*

*3.* Penerbit tidak seharusnya dimintai pertanggung-jawaban karena semua

materi kurikulum yang harus dibukukan telah mendapat persetujuan
terlebih
dulu dari Dep. Pendidikan.

*Nara** sumber : Jumlah : 1 orang.*

* Profesi : Pengusaha.*

* *

* *

*4.* Tidak perlu memperlebar masalah / mendramatisir dengan timbangan
versi
depdiknas dan sebagainya. Yang penting bagaimana kesalahan ini bisa
segera
diakhiri.

*Nara** Sumber : Jumlah : 1 orang.*

* Profesi : tidak dikenal.*

*5.* Terkejut dan syok berat tapi Setuju bahwa kita harus menghentikan
kebiasaan salah selama ini dan membiasakan diri menggunakan Sistem
Internasional yang berlaku. Perlu pengumuman resmi dari pemerintah dan
penyuluhan masyarakat melalui instansi yang berwenang.

*Nara** sumber : Jumlah : lebih dari 100 orang.*

* Profesi : Guru, Dosen, Karyawan, Mahasiswa, Dokter.*

*6.* Para guru tidak bisa dipersalahkan karena mereka hanya melaksanakan

apa yang telah menjadi kebijakan nasional pendidikan yang dikeluarkan
oleh
Dep. Pendidikan.

*Nara** sumber : Jumlah 14 orang.*

* Profesi : Guru, Ibu Rmh.Tangga, Karyawan. *

* *

*7.* Di dalam Dep. Pendidikan ada bagian yang khusus melakukan
Penelitian,
Pengkajian dan Pengembangan. Kalau ini benar-benar suatu kesalahan, ..
.*(hanya
geleng-geleng kepala)*

*Nara** sumber : Jumlah : 1 orang*

* Profesi : Dosen.*

*8.* Bukankah semua pegawai Dir. Metrologi memiliki anak yang juga
sekolah
di Indonesia ? Mengapa diam saja ?

*Nara** sumber : Jumlah : 1 orang.*

* Profesi : Kep. Sekolah*

...

[Message clipped]

--
Regards,

j o h � n


[Non-text portions of this message have been removed]



=========================
TIPS: Ingin upload File? Silahkan mengirim File tersebut ke
[EMAIL PROTECTED] untuk di upload disana.
-------------------------
Suara Milis AKI: Membaca dan melaksanakan Peraturan dan Etika Milis AKI
akan membuat nyaman Rekan Milis Anda dan tentunya Anda sendiri.
-------------------------
FYI: Join Milis AKI di www.Friendster.com, caranya tinggal add email
address [EMAIL PROTECTED] di bagian User Search. Anda bisa melihat
profile Members, biodata dan komentar2 dari teman2 mereka.
-------------------------
Setting Milis AKI :

Digest: [EMAIL PROTECTED]
Normal: [EMAIL PROTECTED]

Untuk meminta bantuan, pertanyaan, perkenalan email kirim ke:
[EMAIL PROTECTED]


Yahoo! Groups Links









=========================
TIPS: Ingin upload File? Silahkan mengirim File tersebut ke
[EMAIL PROTECTED] untuk di upload disana.
-------------------------
Suara Milis AKI: Membaca dan melaksanakan Peraturan dan Etika Milis AKI akan
membuat nyaman Rekan Milis Anda dan tentunya Anda sendiri.
-------------------------
FYI: Join Milis AKI di www.Friendster.com, caranya tinggal add email address
[EMAIL PROTECTED] di bagian User Search. Anda bisa melihat profile
Members, biodata dan komentar2 dari teman2 mereka.
-------------------------
Setting Milis AKI :

Digest: [EMAIL PROTECTED]
Normal: [EMAIL PROTECTED]

Untuk meminta bantuan, pertanyaan, perkenalan email kirim ke:
[EMAIL PROTECTED]


Yahoo! Groups Links











Gabung, Keluar, Mode Pengiriman: [EMAIL PROTECTED]
                        
Database Warga Wismamas: http://www.wismamas.tk 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wismamas/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke