> > All,
> > FYI: Forward dari seorang kawan, mungkin ada yang tertarik
menganalisanya?
> >
> >
> > Confessions of an Economic Hit Man
> > by John Perkins
> >
>
http://www.amazon.com/exec/obidos/tg/detail/-/1576753018/qid=1114499639/sr=1
> > -1/ref=sr_1_1/102-6122275-7412944?v=glance&s=books
> >
> > John Perkins started and stopped writing Confessions of an Economic
> > Hit Man four times over 20 years. He says he was threatened and bribed
> > in an effort to kill the project, but after 9/11 he finally decided to
> > go through with this expose of his former professional life. Perkins,
> > a former chief economist at Boston strategic-consulting firm Chas. T.
> > Main, says he was an "economic hit man" for 10 years, helping U.S.
> > intelligence agencies and multinationals cajole and blackmail foreign
> > leaders into serving U.S. foreign policy and awarding lucrative
> > contracts to American business. "Economic hit men (EHMs) are highly
> > paid professionals who cheat countries around the globe out of
> > trillions of dollars," Perkins writes. Confessions of an Economic Hit
> > Man is an extraordinary and gripping tale of intrigue and dark
> > machinations. Think John Le Carr�, except it's a true story.
> >
> >
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: Bina Swadaya Training Centre
> >
> > Semoga transkrip wawancara berikut bermanfaat bagi pembelajaran kita
> > yang peduli akan ekonomi Indonesia. (ditto)
> >
> >
> > Transkrip wawancara dengan John Perkins
> >
> > mantan anggota "perusak ekonomi"
> >
> > (Economic Hit Men)
> >
> >
> >
> >
> >
> > Kami mewawancarai John Perkins, mantan anggota terhormat komunitas
> > bankir internasional. Dalam bukunya Confessions of an Economic Hit Man
> > ia menjelaskan bagaimana sebagai seorang profesional yang dibayar
> > mahal, ia membantu Amerika mencurangi dan menipu negara-negara miskin
> > di dunia dengan trilyunan dolar, meminjamkan mereka utang yang
> > melebihi kemampuan mereka untuk membayar, dan kemudian menguasainya.
> > (berikut transrip wawancaranya).
> >
> >
> > ________________________________
> >
> >
> > John Perkins menceritakan dirinya sebagai mantan "anggota perusak
> > ekonomi" (Economic Hit Men) - seorang profesional yang dibayar mahal
> > untuk mencurangi negara-negara di dunia dengan triliunan dolar.
> > (Sebenarnya) 20 tahun yang lalu Perkins telah memulai menulis buku
> > dengan judul, "Conscience of an Economic Hit Men."
> >
> >
> >
> > Perkins menulis, "Buku ini didedikasikan untuk presiden di dua negara,
> > mereka yang telah menjadi klien dan saya sangat respek pada spirit
> > kebaikannya, yaitu Jaime Rold�s (presiden Ekuador) dan Omar Torrijos
> > (presiden Panama). Keduanya terbunuh dalam kecelakaan yang mengerikan.
> > Kematian mereka bukan karena kecelakaan. Mereka dibunuh karena mereka
> > menolak bekerjasama dengan perusahaan, pemerintahan, dan pimpinan
> > perbankan yang mempunyai tujuan menjadi imperium dunia (Amerika). Kami
> > para perusak ekonomi (Economic Hit Men), telah gagal mempengaruhi
> > Rold�s dan Torrijos, dan para perusak "jenis yang lain" yaitu
> > CIA-"serigala pengeksekusi" yang selalu di belakang kita, kemudian
> > melakukan tindakan.
> >
> > John Perkins meneruskan: "Saya dibujuk untuk menghentikan menulis buku
> > itu. Saya telah memulainya empat kali selama dua puluh tahun ini. Pada
> > tiap kejadian besar dunia, hal itu selalu mempengaruhi saya untuk
> > menulis lagi : invasi Amerika ke Panama tahun 1980, Perang Teluk
> > pertama, Somalia, dan kebangkitan Osama bin Laden. Tetapi, ancaman
> > atau sogokan selalu membuat saya berhenti."
> >
> > Tapi kini, Perkins akhirnya mempublikasikan kejadian yang dialaminya.
> > Buku ini diberi judul Confessions of an Economic Hit Man. John Perkins
> > bersama kami di studio Firehouse.
> > John Perkins, dari 1971 hingga 1981 ia bekerja pada perusahaan
> > konsultan internasional Chas T. Main dimana ia menjadi "economic hit
> > man." Ia penulis buku yang barusan terbit yaitu Confessions of an
> > Economic Hit Man.
> > ________________________________
> >
> >
> > AMY GOODMAN: John Perkins bergabung dengan kami di studio Firehouse.
> > Selamat datang di Democracy Now!
> >
> > JOHN PERKINS: Terima kasih Amy. Senang sekali bisa di sini.
> >
> > AMY GOODMAN: Ini sebuah keberuntungan, membuat Anda bersama kami. Oke,
> > jelaskan makna kata ini, "economic hit man" EHM., seperti halnya Anda
> > menamakannya.
> >
> > JOHN PERKINS: Pada dasarnya apa yang dilatih kepada kami dan apa
> > pekerjaan kami adalah untuk membangun imperium Amerika. Membawa,
> > merekayasa situasi dimana berbagai sumberdaya (dunia) sebisa mungkin
> > keluar dan menuju negara ini (Amerika), menuju berbagai perusahaan
> > kita, dan menuju pemerintahan kita, dan nyatanya kami telah
> > mengerjakan dengan begitu berhasil. Kami telah membangun imperium
> > terbesar dalam sejarah dunia. Ini dikerjakan lebih dari 50 tahun sejak
> > Perang Dunia II, dengan kekuatan militer yang benar-benar sangat
> > kecil. Hanya suatu kejadian yang amat jarang, yaitu Irak, dimana
> > serbuan kekuatan militer sebagai tindakan paling akhir. Imperium ini,
> > tidak seperti berbagai sejarah lain dunia, telah dibangun terutama
> > melalui manipulasi ekonomi, melalui pencurangan, melaui penipuan,
> > melalui bujukan sehingga mereka mengikuti jalan kita, melalui para
> > "economic hit men". Saya adalah salah satu bagian utama dari hal itu.
> >
> > AMY GOODMAN: Bagaimana Anda bisa terlibat? Untuk siapa Anda bekerja?
> >
> > JOHN PERKINS: Saya direkrut ketika saya kuliah bisnis di akhir 1960-an
> > oleh Badan Keamanan Nasional (National Security Agency, NSA),
> > institusi terbesar Amerika dan jarang dipahami sebagai organisasi
> > mata-mata, tetapi sepenuhnya saya bekerja pada perusahaan swasta.
> > "Economic hit man" yang pertama telah pulang kembali pada awal
> > 1950-an, dimana Kermit Roosevelt (cucu dari Teddy) berhasil
> > menumbangkan pemerintahan Iran. Sebuah pemerintahan yang terpilih
> > secara demokratis, yaitu pemerintahan Mossadegh. Majalah Times pernah
> > menjadikan Mossadegh sebagai sosok terpilih dunia (person of the
> > year). Roosevelt telah melakukan begitu sukses, tanpa ada darah yang
> > tumpah - atau mungkin sedikit- tapi tanpa intervensi militer, hanya
> > mengeluarkan jutaan dolar dan telah bisa mengganti Mossadegh dengan
> > seorang Shah dari Iran.
> >
> > Pada situasi itu, kami memahami bahwa tujuan economic hit man
> > sangatlah baik. Kami tidak perlu khawatir ancaman perang dengan Rusia,
> > jika kami berhasil melakukan hal seperti itu. Persoalannya adalah,
> > Roosevelt agen CIA. Ia adalah pejabat pemerintahan. Jika ia
> > tertangkap, ia akan mendatangkan banyak kesulitan. Ini pasti akan
> > sangat memalukan. Lalu, dengan mempertimbangkan ini, keputusan yang
> > diambil kemudian adalah menggunakan organisasi seperti CIA dan NSA
> > untuk merekrut orang-orang potensial menjadi economic hit man, seperti
> > saya. Kemudian, mengirim kami untuk bekerja pada perusahaan konsultan
> > swasta, perusahaan rekayasa (engineering), perusahaan konstruksi, jadi
> > kalau kami tertangkap, maka tak ada hubungannya dengan pemerintah.
> >
> > AMY GOODMAN: Oke. Jelaskan perusahaan tempat Anda bekerja.
> >
> > JOHN PERKINS: Perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan Chas.
> > T. Main di Boston, Massachusetts. Di sana ada 2.000 pekerja, dan saya
> > menjadi pimpinan ekonom. Saya mempunyai staf 50 orang. Tapi pekerjaan
> > saya yang utama adalah pembuat transaksi (deal-making). Yaitu
> > memberikan hutang pada negara lain, hutang raksasa, jauh lebih besar
> > dari kemampuan mereka mengembalikan. Salah satu persyaratan dalam
> > hutang itu ---katakanlah dengan utang sebesar satu miliar dolar,
> > kepada negara seperti Indonesia atau Ecuador--- negara-negara itu akan
> > memberikan kepada kita 90% dari hutang itu, kembali kepada sebuah
> > perusahaaan Amerika, atau beberapa perusahaan Amerika, untuk membangun
> > infrastruktur. Ada beberapa (perusahaan) yang sangat besar
> > (Halliburton atau Bechtel). Perusahaan-perusahaan besar itu kemudian
> > membangun sistem kelistrikan atau pelabuhan atau jalan tol, dan itu
> > semua pada dasarnya hanya melayani (diakses) sebagian kecil penduduk,
> > yaitu para orang-orang kaya di negara-negara itu. Rakyat miskin di
> > negara-negara itu akan tetap saja terus berkubang, hidup dengan hutang
> > raksasa yang tak mungkin dapat dibayar. Negara seperti Ekuador harus
> > membayar hutang dengan 70% dari budget nasional mereka. Ini
> > benar-benar terlalu berat bagi mereka. Lalu, kita meminta kompensasi
> > minyak. Jadi, ketika kita ingin minyak, kita ke Ekuador dan tinggal
> > menuntut, "Lihat, kamu tidak bisa membayar utangmu, maka berikan
> > perusahaan-perusahaan minyakmu, hutan tropis Amazonmu yang dipenuhi
> > minyak." Dan kini kita telah menguasai dan menghancurkan hutan tropis
> > Amazon, menekan Ekuador untuk memberikannya kepada kita, karena mereka
> > mempunyai hutang raksasa yang terakumulasi. Jadi kita buat hutang
> > raksasa itu, sebagian besar akan kembali ke Amerika, sementara negeri
> > itu (Ekuador) akan mendapat beban utang dengan bunga yang besar, dan
> > menjadi pelayan kita, menjadi budak kita. Ini (Amerika) adalah sebuah
> > imperium Tak ada yang mengalahkannya. Ini adalah imperium raksasa. Ini
> > benar-benar keberhasilan luar biasa.
> >
> > AMY GOODMAN: Kita sedang berwawancara dengan John Perkins, penulis
> > buku Confessions of an Economic Hit Man. Anda mengatakan karena
> > sogokan dan alasan lain Anda tidak menulis buku ini dalam waktu lama.
> > Apa maksud Anda? Siapa yang menyogok Anda atau siapa--- apakah sogokan
> > itu Anda terima?
> >
> > JOHN PERKINS: Iya, saya menerima sogokan setengah juta dolar tahun
> > 90-an untuk tidak menulis buku ini.
> >
> > AMY GOODMAN: Dari?
> >
> > JOHN PERKINS: Dari sebuah perusahaan besar rekayasa konstruksi.
> >
> > AMY GOODMAN: Yang mana?
> >
> > JOHN PERKINS: Bicara secara legal, ini bukanlah.... -- Stoner-Webster.
> > Bicara secara legal ini bukanlah sebuah sogokan, ini adalah.... - saya
> > dibayar atas nama sebagai seorang konsultan. Ini semua legal. Tapi
> > sebenarnya saya tak mengerjakan apa-apa. Saya sama sekali tak
> > mengerjakan apa-apa. Ini sangat mudah dimengerti, seperti saya
> > jelaskan dalam Confessions of an Economic Hit Man, itu adalah - saya
> > adalah - itu mudah dimengerti ketika saya menerima uang itu sebagai
> > konsultan mereka, saya tidak melakukan kerja berarti, tapi saya
> > dilarang menulis buku apapun terkait dengan topik itu (pencurangan),
> > ketika mereka mengetahui bahwa saya dalam proses penulisan buku ini,
> > yang pada saat itu saya beri judul "Conscience of an Economic Hit
> > Man." Dan saya harus mengatakan pada kamu Amy, bahwa, kamu tahu, ini
> > adalah kisah yang luar biasa - ini nyaris mirip cerita James Bond,
> > betul-betul, dan maksud saya --
> >
> > AMY GOODMAN: Tentu, itulah tentunya isi buku itu.
> >
> > JOHN PERKINS: Iya, dan saat itu,..... kamu tahu? Dan ketika saya
> > direkrut NSA, mereka memeriksa saya seharian dengan mesin penguji
> > kebohongan. Mereka menemukan semua kelemahan saya dan kemudian
> > membujuk saya. Mereka menggunakan sarana yang paling kuat dalam
> > kebudayaan kita yaitu sex, kekuasaan, dan uang, untuk mengalahkan
> > saya. Saya berasal dari keluarga Inggris yang sangat tua, Calvinis,
> > tertanam begitu kuat nilai-nilai moral. Saya pikir, kamu tahu, saya
> > adalah orang yang baik sepenuhnya, dan saya pikir kisah tentang saya
> > benar-benar memperlihatkan bagaimana kuatnya sistem itu dan begitu
> > kuatnya pengaruh "candu" sex, uang, dan kekuasaan, sehingga dapat
> > membujuk rayu, karenanya saya begitu terbuai dan terbujuk. Dan jika
> > saya tidak mengalami sendiri sebagai economic hit man, saya pikir saya
> > akan sangat sulit mempercayai, ada yang melakukan hal itu. Dan  inilah
> > mengapa saya menulis buku ini, karena negara  kita (Amerika)
> > betul-betul harus dimengerti, jika masyarakat dari bangsa ini
> > memahami bagaimana sebenarnya kebijakan luar negeri kita, apa arti
> > hutang luar negeri sebenarnya, bagaimana perusahaan-perusahaan kita
> > bekerja, kemana uang pajak kita digunakan, saya tahu kita akan
> > menuntut perubahan.
> >
> > AMY GOODMAN: Kita sedang mewawancarai John Perkins. Pada buku Anda,
> > Anda mengatakan bagaimana Anda membantu menjalankan sebuah rencana
> > rahasia menyalurkan miliaran dolar ke Arab Saudi lalu petro-dolar
> > (Arab) kembali ke ekonomi Amerika, dan kemudian mengikat hubungan
> > antara Pemerintahan Arab dan pemerintahan Amerika berturut-turut.
> > Jelaskan.
> >
> > JOHN PERKINS: Ya, ini adalah suatu waktu yang mencengangkan. Saya
> > mengingatnya dengan baik, kamu (Amy) mungkin terlalu muda untuk
> > mengingatnya, tapi saya mengingatnya dengan baik. Di awal 70-an OPEC
> > menggenggam kekuasaan itu, dan memotong suplai minyak. Mobil-mobil
> > kita antre begitu panjang di pompa-pompa bensin. Negara ini (Amerika)
> > takut akan mengalami lagi kejadian seperti tahun 1929 -depresi besar
> > ekonomi- ini sama sekali tidak bisa diterima. Lalu, mereka -
> > Departemen Keuangan (the Treasury Department) menyewa saya dan
> > beberapa economic hit men yang lain. Kami kemudian pergi ke Arab
> > Saudi. Kami ......
> >
> > AMY GOODMAN: Anda benar-benar yang dinamakan economic hit men, EHM.
> >
> > JOHN PERKINS: Ya, itu adalah julukan bagi kami. Secara legal, saya
> > adalah pimpinan ekonom. Kami menjuluki kami sendiri EHM. Ini
> > sepertinya tak seorangpun yang bakal mempercayainya jika kami
> > mengungkapkannya, kamu tahu? Dan, lalu, kami pergi ke Arab Saudi di
> > awal 70-an. Kami tahu Arab Saudi adalah kunci untuk melepaskan kita
> > dari ketergantungan, atau mengontrol situasi. Dan kami bekerja
> > menyelesaikannya dimana Kerajaan Arab menyetujui mengirimkan hampir
> > semua petro-dolar mereka (minyak/emas hitam) dan mereka
> > menginvestasikan pada sekuritas-sekuritas pemerintahan Amerika (U.S.
> > government securities). Departeman Keuangan menggunakan bunga dari
> > sekuritas-sekuritas itu untuk menyewa perusahaan-perusahaan Amerika
> > untuk membangun Arab Saudi-kota-kota baru, infrastruktur baru- dan
> > kita mengerjakannya. Dan kerajaan Arab menyetujui untuk menjaga harga
> > minyak dalam batas kemampuan jangkauan kita (Amerika), mereka telah
> > melakukannya bertahun-tahun, dan kami menyetujui menjaga kekuasaan
> > Kerajaan Arab selama mereka melakukan hal yang kita inginkan, kami
> > telah berhasil melakukannya.
> >
> > Inilah salah satu alasan kita menyerang Irak. Pertama kalinya, di Irak
> > kita mencoba menjalankan straegi yang sama, yang begitu berhasil di
> > Arab Saudi, tapi Saddam Hussein tidak mau tunduk. Ketika skenario
> > economic hit men ini gagal, langkah lain yang  dilakukan adalah yang
> > kita namakan "serigala-serigala" (the jackals). "Serigala-serigala"
> > itu adalah CIA, dengan mengirimkan orang-orang "masuk" (Irak) dan
> > mencoba menggerakkan sebuah kudeta atau revolusi. Jika ini tidak
> > berhasil, mereka melakukan operasi pembunuhan atau mencobanya. Pada
> > kasus Irak, mereka tak mampu menjangkau Saddam Hussein. Ia
> > mempunyai---- pasukan penjaganya (bodyguards) terlalu tangguh,
> > berlapis-lapis. Mereka (CIA) tak dapat menjangkaunya. Lalu mereka
> > melakukan langkah ketiga "pertahanan", jika economic hit men dan the
> > jackals gagal, langkah lain "pertahanan" itu adalah orang-orang kita
> > dikirimkan untuk terbunuh dan membunuh, inilah yang nyata-nyata telah
> > kita kerjakan di Irak.
> >
> > AMY GOODMAN: Terangkan bagaimana Torrijos terbunuh?
> >
> > JOHN PERKINS: Omar Torrijos adalah Presiden Panama. Omar Torrijos
> > telah menandatangani Perjanjian Kanal (the Canal Treaty) dengan Carter
> > -- dan, kamu tahu, ini hanya melalui persetujuan satu orang anggota
> > Senat/Kongres. Ini adalah isu tingkat tinggi. Dan Torrijos kemudian
> > juga pergi dan bernegosiasi dengan Jepang untuk membangun sebuah
> > kanal-laut di Panama. Jepang berkeinginan membiayai dan membangun
> > kanal-laut di Panama itu. Perundingan Torrijos ini membuat sangat
> > marah Perusahaan Bechtel, waktu itu direkturnya  adalah George Schultz
> > dan senior council adalah Casper Weinberger. Ketika Carter terdepak
> > (dan terdapat cerita yang menarik-apa sebenarnya yang terjadi), ketika
> > ia kalah dalam pemilihan, dan Reagan terpilih, lalu Schultz menjadi
> > menteri luar negeri dari Bechtel, serta Weinberger dari Bechtel juga
> > menjadi menteri pertahanan, mereka benar-benar marah pada Torrijos -
> > mencoba menegosiasi kembali Perjanjian Kanal dan untuk tidak
> > berhubungan dengan Jepang. Ia (Torrijos) tetap tak bergeming, menolak.
> >
> > Ia adalah sosok yang punya prinsip. Ia memang punya persoalan dalam
> > dirinya, tapi ia adalah seorang yang punya prinsip. Ia adalah orang
> > yang mengagumkan, si Torrijos itu. Dan kemudian, ia terbunuh dalam
> > kecelakaan pesawat yang mengerikan, dimana ini berhubungan dengan tape
> > recorder yang meledak bersamanya, dimana ---- Saya ada di sana
> > (Panama). Saya sedang bekerja sama dengan dia. Saya tahu, kami
> > (economic hit men) telah gagal. Saya tahu para "serigala-serigala"
> > (the jackals) sedang mendekati dia, dan kemudian, pesawatnya meledak
> > dengan sebuah tape recorder dengan bom didalamnya. Saya tak meragukan
> > sama sekali bahwa ini adalah "sanksi" dari CIA, dan sebagian besar -
> > para investigator Amerika Latin mempunyai kesimpulan yang sama. Tentu
> > saja, kita tak pernah tahu tentang hal ini di negara kita (Amerika).
> >
> > AMY GOODMAN: Lalu, dimana - kapan Anda mengubah pandangan Anda?
> >
> > JOHN PERKINS: Saya merasa sangat bersalah sepanjang waktu, tapi saya
> > dibujuk rayu. Kekuatan obat-obatan, sex, kekuasaan, dan uang, sungguh
> > terlalu sangat kuat bagi saya. Dan, tentu saja, saya melakukannya
> > sebagai seorang yang tepat. Saya adalah pimpinan ekonom. Saya
> > melakukan sesuatu yang Robert McNamara (Presiden Bank Dunia) inginkan
> > dan begitu juga kelanjutannya.
> >
> > AMY GOODMAN: Bagaimana dekat Anda dengan Bank Dunia?
> >
> > JOHN PERKINS: Sangat, sangat dekat dengan Bank Dunia. Bank Dunia
> > menyediakan hampir semua biaya yang digunakan economic hit men, ia
> > (Bank Dunia) dan IMF. Tapi ketika terjadi 11 September (WTC ditabrak
> > pesawat), saya berubah pandangan.
> >
> > Saya tahu cerita kejadian ini harus diungkapkan karena apa yang
> > terjadi pada 11 September adalah akibat langsung dari apa yang
> > economic hit men lakukan. Dan hanya dengan jalan bahwa kita merasa
> > aman pada negara ini kembali, dengan adanya rasa kebaikan tentang
> > kita, dimana kita menggunakan sistem kita untuk melakukan perubahan
> > positif di berbagai belahan dunia. Dan saya percaya kita dapat
> > melakukannya. Saya percaya bahwa Bank Dunia dan institusi lain dapat
> > diubah dan melakukan apa yang sebenarnya harus dilakukan, yaitu
> > merekonstruksi bagian-bagian yang luluh-lantak di dunia. Menolong,
> > sungguh-sungguh menolong orang-orang miskin. Ada 24 ribu manusia mati
> > kelaparan tiap hari di dunia. Kita dapat merubah itu.
> >
> > AMY GOODMAN: John Perkins, saya mengucapkan terima kasih sekali Anda
> > telah bersama kami. John Perkins seorang yang telah menulis
> > Confessions of an Economic Hit Man.
> >
> > ________________________________
> >
> >
> >
> > [1] Diterjemahkan secara bebas oleh Setyo Budiantoro (Bina Swadaya),
> > dari wawancara John Perkins dengan kantor berita Democracy Now
> > (Amerika).
> >
> >
> >
> > BINA SWADAYA TRAINING CENTRE
> > Office: Jl. Gunung Sahari III No. 7, Jakarta Pusat 10610
> > Phone: 62-21-4204402, 4255354 Fax: 62-21-4208412
> > Email: [EMAIL PROTECTED] , [EMAIL PROTECTED]
> > Website: www.binaswadaya.org
> >
> >
> > #No Attachment, Delete Original Message yang tidak Perlu, Sopan
berbahasa
> > dan postinglah hal yang positif dan bermanfaat bagi anggota milis dan
> > almamater. Viva Unibraw ! #
> > ---------------------------------------------------------------------
> > # Sudahkan Anda Mengunjungi Website Unibraw di
http://www.brawijaya.ac.id
> ?#
> > ---------------------------------------------------------------------
> >
> >
>



Gabung, Keluar, Mode Pengiriman: [EMAIL PROTECTED]
                        
Database Warga Wismamas: http://www.wismamas.tk 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wismamas/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke