From: Permanasari, Risa [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Friday, December 16, 2005 7:53 AM
To: Taufiqurrahman; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Etty
Oktaviany; [EMAIL PROTECTED]; TPH; Moina Sandra; irfan riady;
[EMAIL PROTECTED]
Subject: Modus Baru Penculikan Anak-anak
Dear All,
Ini benar-benar terjadi pada saya, dan calon korbannya adalah
anak saya yang pertama, Baru berumur 7 tahun, kelas 2 SD di daerah Pondok Kelapa
Kalimalang.
Hari kamis malam tanggal 8 Desember lalu sepulang kerja, Ibu
mertua saya bilang bahwa sudah 1 minggu ini ada telpon yang ingin bicara
dengan anak saya katanya teman sekolah anak saya(orang tersebut menggunakan anak2
kecil utk telp atau mungkin anak jalanan krn anak tsb suka berkata2
kotor, yang pembicaraan dibimbing oleh orang tersebut), tapi lama
kelamaan diperhatikan telpon tersebut jadi semacam teror yang sehari
diterima sebanyak 10 kali telpon via telpon umum, Sempat beberapa kali
diterima oleh anak saya, kami sekeluarga agak terganggu dengan telpon
tersebut yang pada akhirnya saya coba tanyakan ke anak saya apa betul
itu telpon dari teman sekolahnya, ternyata bukan, saya agak kaget karena
memang anak saya tidak tahu no. telpon rumah neneknya (karena saya masih tinggal serumah
dengan mertua).
Saya coba tanya anak saya mengenai pembicaraan dengan
temannya di Telp saya kaget sekali karena dari pembicaraannya orang tersebut
membicarakan keadaan lingkungan anak saya, mereka menanyakan kondisi
ekonomi keluarga dengan anak saya. Karena anak saya masih polos dia
menjawab bahwa mama papanya bukan orang kaya dan anak saya juga bilang
bahwa dia tidak punya rumah mewah, seperti yang diharapkan orang
tersebut ,orang tersebut agak kaget, tapi kayanya tidak menyerah..Dia
mengajak bertemu anak saya pada hari Jum'at tgl 9 Des 2005 (yang belum
ditentukan lokasinya) tapi anak saya diminta untuk tidak memberitahu
orang2 rumah, Orang tersebut janji akan mengajak anak saya keliling
Jakarta. Untungnya anak saya ceritakan hal ini ke saya dan hari Jum'at
kemarin saya coba laporkan ke sekolah anak saya untuk jadi perhatian
pihak sekolah, dan saya coba laporkan ke Polsek Duren Sawit yang
ternyata salah satu petugasnya bilang bahwa motifnya sama
persis dengan Laporan salah satu orang tua di daerah Pondok Kelapa yang sampai saat
ini anak tersebut belum ditemukan dan tidak ada informasi mengenai
tebusan, mungkin mereka tidak meminta tebusan takutnya anak tersebut
dijual (karena anaknya cantik) atau mungkin dijadikan sapi
perah mereka untuk mencari uang. Karena kedua orang tua anak tersebut memang bukan
dari keluarga Mampu, biasa2 saja seperti saya, dan berita
hilangnya anak tersebut sudah masuk berita Buser Siang di SCTV, 2 minggu yang lalu.
Buat semua yang punya anak kecil, keponakan, sepupu ataupun
cucu , hati2 deh kalau ada telpon buat mereka..takutnya anak kita dihipnotis via
telpon ...Bisa aja khan...
Terima kasih,
Irma Safitri N.
Gabung, Keluar, Mode Pengiriman: [EMAIL PROTECTED]
Database Warga Wismamas: http://www.wismamas.tk
Gajian & Pulsa Gratis Tiap Minggu ? Siapa Takut !!! Kunjungi http://www.eviplus.tk
SPONSORED LINKS
| Hotel jakarta indonesia | Hotel in jakarta indonesia | Jakarta indonesia |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "wismamas" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
