Pengobatan alamiah, yang sudah dikenal di
Jerman sejak ratusan tahun, merupakan perkembangan dari pengobatan
tradisional. Homeopati ini ditemukan pada tahun 1796 oleh seorang doktor
asal Jerman yang bernama Samuel Hahnemann. Profesor Dr. Josef Beuth yang
bekerja pada Institut Evaluasi Pengobatan Tradisional di Universitas Köln,
Jerman menjelaskan, mengapa terapi homeopati makin dicari orang di
Jerman.
Josef Beuth: "Sejak tujuh delapan tahun
belakangan ini pengobatan alamiah menjadi terkenal di Jerman. Ini
disebabkan karena kami telah membuka sebuah institut yang meneliti tentang
khasiat pengobatan ini di Universitas Köln. Kami berhasil membuktikan
khasiatnya secara teruji. Sejak itu beberapa asuransi kesehatan bersedia
membayar biaya pengobatan ini dan mulailah pengobatan alamiah ini menjadi
terkenal dan disukai di Jerman."
Awalnya, perkembangan ilmu homeopati yang ditemukan oleh Dr.Samuel
Hahnemann mendapat hambatan. Metodenya yang rumit sulit dimengerti orang
awam. Pada sekitar akhir abad ke-19, ketika dunia kedokteran mengalami
kemajuan besar misalnya dengan ditemukannya mikroskop, alat rontgen dan
obat penisilin, homeopati tersisihkan dan dianggap tak berkhasiat
menyembuhkan penyakit.
Tetapi bukan berarti homeopati benar-benar lenyap. Beberapa penerus
setia metode homeopati mengembangkan terus prinsip dasar ilmu yang
ditemukan oleh Dr. Hahnemann tersebut. Sejak itu keberadaan homeopati
mulai diterima kembali. Kini, dampak positifnya ikut dirasakan berbagai
teknik pengobatan alamiah yang berasal dari luar Jerman, seperti
akupuntur, ayurveda, tai-chi, shiatsu dan yoga. Namun Profesor. Dr. Josef
Beuth, yang profesi sebenarnya adalah ahli medis, mengatakan bahwa ilmu
pengobatan ini tidak bisa dikatakan sebagai pengobatan alternatif.
Josef Beuth: "Saat ini, kami tidak
menyebutnya pengobatan alternatif, melainkan pengobatan pelengkap.
Artinya pengobatan ini berfungsi sebagai pelengkap dari pengobatan yang
dilakukan dokter. Kita ambil contoh pada penderita penyakit kanker.
Pengobatan pelengkap ini berfungsi memperbaiki kualitas hidup
pasien, mengurangi efek samping dari obat-obatan dan dengan
begitu hal ini akan membuat suatu terapi yang sedang dijalani lebih
efektif."
Di Jerman terdapat sekitar 20.000 tenaga ahli pengobatan alamiah.
Jumlah ini dari tahun ke tahun terus meningkat. Lama pendidikan untuk
menjadi ahli pengobatan alamiah biasanya 3 tahun. Setelah lulus ujian,
bagi mereka yang ingin membuka praktek sendiri terlebih dulu harus bekerja
di suatu klinik pengobatan alamiah paling sedikit satu tahun. Lama
pelatihan dan praktek kerja inilah membuat banyak orang yakin bahwa mereka
berobat pada tempat yang benar. Katharina Rohmann, seorang ahli akupuntur
yang berusia 45 tahun dan berpraktek di Köln menambahkan:
Katharina Rohmann: "Banyak pasien yang datang ke
saya, sebelumnya sudah pernah pergi berobat ke dokter umum. Mereka ini
sudah mengidap penyakit cukup lama dan kini menjadi resah karena belum
sembuh. Mereka berharap melalui pengobatan dengan cara ini, penyakit yang
sudah mereka idap bertahun-tahun lamanya bisa disembuhkan."
Ditambahkannya, untuk bisa sembuh dengan cara pengobatan ini, maka
orang harus sabar dan punya banyak waktu. Tentu orang akan menimbang
masalah keuangan, bila yang bersangkutan harus datang berkali-kali ke
tempat tersebut. Banyak orang di Jerman menganggap bahwa pengobatan
alamiah akan menelan biaya tinggi, padahal justru kebalikannya.
Katharina Rohmann: "Nantinya orang akan
menyadari bahwa mereka bisa menghemat uang lebih banyak lagi. Bayangkan,
kalau ada orang yang bertahun-tahun lamanya tidak harus membeli
obat-obatan, sementara di Jerman orang biasanya harus membayar ekstra
meskipun ia memiliki asuransi kesehatan. Jadi jelas dengan pengobatan
alamiah ini orang bisa lebih irit lagi. "
Banyak orang di Jerman berusaha menghindari terapi
dengan obat-obatan yang dibuat dengan campuran bahan kimia. Mereka
menganggap hal itu justru membahayakan kesehatan mereka. Seperti yang
dikemukakan Andi Hoffman, seorang pemuda berusia 23 tahun yang menderita
lumpuh separuh badan akibat tabrakan mobil.
Andi Hoffman: "Karena luka parah yang saya alami
sekarang, saya pergi juga ke dokter. Tapi sebenarnya saya lebih suka pergi
ke pengobatan alamiah. Saya lebih suka pada obat-obatan yang natural
daripada obat-obatan yang menggunakan bahan kimia. Itu bukan cara yang
sehat."
Perhatian yang besar dari para ahli pengobatan alamiah ini juga
merupakan salah satu penyebab mengapa banyak orang pergi ke tempat
tersebut. Para pasien merasa diperlakukan dengan lebih sabar. Astrid
Lauterbach, seorang penderita migren yang berusia 38 tahun menjelaskan
mengapa ia berobat akupuntur:
Astrid Lauterbach: "Saya rasa
pengobatan dengan cara pemeriksaan yang menyeluruh ini adalah penting.
Artinya pengobatan ini tidak hanya memeriksa sebuah gejala penyakit
melainkan memperhatikan juga hal-hal lainnya, seperti suasana kejiwaan,
kesehatan dan sikap hidup. Hal-hal tersebut saling mempengaruhi satu
sama lain. Saya merasa nyaman berada di tempat itu."
Namun meskipun begitu jangan sampai dilupakan bahwa ilmu kedokteran
jugalah penting. Seperti yang dikatakan Profesor Joseph Beuth, bila
dokter menganjurkan agar si pasien juga pergi ke pengobatan alamiah, maka
pasien tersebut boleh pergi ke sana.