Mohon maaf OOT, saya ingin agar rekan-rekan milis yang memiliki ATM
lebih
berhati-hati, karena ini sungguh-sungguh terjadi pada Ayah
saya baru-baru
ini.
Thanks,
Onny
============================================
Beberapa
waktu yang lalu mungkin kita sering/pernah
mendengar/mendapatkan email
tentang Pembobol ATM yang menggunakan
berbagai modus. Namun sungguh tak
menyangka, hal ini benar-benar
terjadi pada ayah saya.
Pada tanggal 6
dan 7 Juni 2006 ini tabungan Ayah (no rek: 021 308 11
50) saya kebobolan
total sebanyak Rp 30jt melalui transaksi
penarikan dari ATM yang tidak
dilakukan oleh Ayah. Dari hasil print
mutasi rekening diketahui bahwa
penarikan ATM sejumlah Rp 20jt
dilakukan dari cabang BCA Tanah Abang, tempat
yang belum pernah
dikunjungi Ayah sebelumnya. Sisanya RP 10jt ditarik dari
ATM LIPPO,
lokasi ATM belum diketahui sampai saat ini. Kami sudah melaporkan
ke
pihak BCA melalui Halo BCA, dan jawaban yang kami terima adalah
bahwa
transaksi tersebut dilakukan secara `SAH'. Selanjutnya,
Customer Service
Halo BCA menyarankan kami untuk mengajukan keluhan
untuk kejadian `terjadi
penarikan tunai tapi pemilik kartu tidak
merasa melakukan penarikan itu',
dengan no keluhan 2941917 dan
2941931. Setelah itu kami diminta menunggu BCA
melakukan pengecekan
selama paling lambat 14 hari kerja.
Kami juga
minta agar dilakukan pengecekan kamera di ATM cab Tanah
Abang pada saat
terjadinya penarikan tersebut, namun jawaban yang
kami terima sungguh
mengecewakan. Dari pembicaraan kami dapat
disimpulkan bahwa BCA tidak
menjamin pengecekan kamera bisa
dilakukan karena kamera tidak selalu dalam
kondisi baik (rusak), dan
fungsi kamera itu lebih untuk keamanan mesin ATM
nya ketimbang untuk
keamanan Nasabah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan
sementara, karena transaksi tersebut
dinyatakan sah, CS Halo BCA
menyimpulkan bahwa mungkin saja Ayah
saya lalai menghilangkan kartu ATM BCA
kami, atau kartu tersebut
dicuri dari dompet Ayah tanpa diketahui. Namun hal
ini kami bantah
keras, karena kartu ATM tersebut TIDAK PERNAH LEPAS dari
tangan Ayah
saya, bahkan sampai ketika kartu tersebut kami serahkan ke BCA
Cabang Tanah Abang untuk ditutup/diblokir.
Kami pun bertanya-tanya,
bagaimana hal ini bisa terjadi? Apakah
memang ada orang yang `mengintip' no.
kartu ATM dan PIN ayah waktu
melakukan transaksi terakhir? Seandainya pun
pelaku mengetahui no
Kartu ATM dan PIN, apakah informasi ini cukup bagi
pelaku untuk
melakukan transaksi dari no. rekening Ayah? Atau, apakah kartu
ATM
bisa di-clone sehingga ada dua kartu berbeda namun tetap bisa
dilakukan untuk melakukan transaksi pada no. Rekening yang sama?
Ataukah, ada permainan orang dalam BCA yang melakukan hack terhadap
rekening Ayah?
Kejadian ini menunjukkan bahwa BCA yang katanya
teknologinya
tercanggih diantara seluruh bank di Indonesia, memiliki
kelemahan
pada sistemnya sehingga bisa dibobol sedemikian rupa. Kejadian
yang
terjadi dengan ayah saya ini bukanlah pertama kalinya, karena
sebelum ini BCA juga baru kemasukkan hacker ke program internet
banking
mereka (berita ini pernah di rilis di detik.com). Uang
sebesar Rp 30 jt ini
sangat berarti bagi kami. Ini bukan hanya
merugikan kami saja, tetapi ini
juga mengancam keamanan jutaan
nasabah BCA karena ini dapat terjadi pada
setiap nasabah. Karena itu
saya harap agar pengguna ATM, terutama ATM BCA
untuk lebih ekstra
hati-hati.
Onny