Ribuan kilo ...
Jalan yang kau tempuh lewati hutan ... untuk aku anakmu ....
Ibuku sayang masih terus berjalan .. walau tapak kaki penuh nanah penuh
darah ...
Seperti udara kasih yang engkau berikan ...



|---------+-------------------------------->
|         |           "Trisno A"           |
|         |           <[EMAIL PROTECTED]>|
|         |           Sent by:             |
|         |           [EMAIL PROTECTED]|
|         |           com                  |
|         |                                |
|         |                                |
|         |                                |
|         |           06/29/2006 08:28 AM  |
|         |           Please respond to    |
|         |           wismamas             |
|         |                                |
|---------+-------------------------------->
  
>-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
  |                                                                             
                                      |
  |         To:      <[email protected]>                                 
                                      |
  |         cc:                                                                 
                                      |
  |         Subject: [Wismamas] Ibu, I Miss You So Much                         
                                      |
  
>-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|



Nice article…..

kalo sdh pernah terima or baca...lewati aja ..

thx.





 14/04/2006 17:38
 “Ibu, I Miss You So Much”
 Jamil Azzaini - Kubik Leadership

 (Embedded image moved to file: pic15132.jpg)


 Jakarta, Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apapun
 yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita
 melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan
 berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau
 keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula. Kali
 ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman pribadi yang terjadi pada
 2003.

 Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah
 sakit di Jakarta. Sudah tiga pekan para dokter belum mampu mendeteksi
 penyakit yang diidapnya. Dia sedang hamil 8 bulan. Panasnya sangat tinggi.
 Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah terbujur di ruang ICU. Sekujur
 tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang tersambung ke sebuah layar monitor.

 Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya. Dokter
 berkata, ”Pak Jamil, kami mohon izin untuk mengganti obat ibu”. Sayapun
 menjawab ”Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap pagi saya
 membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta izin saya“
 Dokter itu menjawab “Karena obat yang ini mahal Pak Jamil.“ ”Memang
 harganya berapa dok?“ Tanya saya. Dokter itu dengan mantap menjawab “Dua
 belas juta rupiah sekali suntik.” “Haahh 12 juta rupiah dok, lantas sehari
 berapa kali suntik, dok? Dokter itu menjawab, “Sehari tiga kali suntik pak
 Jamil”.

 Setelah menarik napas panjang saya berkata, “Berarti satu hari tiga puluh
 enam juta, dok?” Saat itu butiran air bening mengalir di pipi. Dengan
 suara bergetar saya berkata, “Dokter tolong usahakan sekali lagi mencari
 penyakit isteriku, sementara saya akan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar
 penyakit istri saya segera ditemukan.” “Pak Jamil kami sudah berusaha
 semampu kami bahkan kami telah meminta bantuan berbagai laboratorium dan
 penyakit istri Bapak tidak bisa kami deteksi secara tepat, kami harus
 sangat hati-hati memberi obat karena istri Bapak juga sedang hamil 8
 bulan, baiklah kami akan coba satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan
 kami harus mengganti obatnya, pak.” jawab dokter.

 Setelah percakapan itu usai, saya pergi menuju mushola kecil dekat ruang
 ICU. Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa, “Ya Allah Ya Tuhanku… aku
 mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-Mu, akupun mengerti
 bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan Engkau balas dan akupun
 mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah aku lakukan juga akan Engkau
 balas. Ya Tuhanku… gerangan keburukan apa yang pernah aku lakukan sehingga
 Engkau uji aku dengan sakit isteriku yang berkepanjangan, tabunganku telah
 terkuras, tenaga dan pikiranku begitu lelah. Berikan aku petunjuk Ya
 Tuhanku. Engkau Maha Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di
 leher nyamuk. Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Aku pasrah
 kepada Mu Ya Tuhanku. Sembuhkanlah istriku. Bagimu amat mudah menyembuhkan
 istriku, semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini.”

 Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan
 kejadian puluhan tahun yang lalu. Ketika itu, saya hidup dalam keluarga
 yang miskin papa. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya sekolah yang
 hanya Rp. 25 per bulan. Akhirnya saya memberanikan diri mencuri uang ibu
 saya yang hanya Rp. 125. Saya ambil uang itu, Rp 75 saya gunakan untuk
 mebayar SPP, sisanya saya gunakan untuk jajan.

 Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata
 berkata, ”Pokoknya yang ngambil uangku kualat… yang ngambil uangku
 kualat…” Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh ibuku.
 Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku bahwa sayalah
 yang mengambil uang itu.

 Usai berdoa saya merenung, ”Jangan-jangan inilah hukum alam dan ketentuan
 Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya akan
 memperoleh keburukan. Dan keburukan yang saya terima adalah penyakit
 isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan mengambil
 uang yang ia miliki itu.” Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor
 telepon rumah dimana ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya.
 Setelah salam dan menanyakan kondisi anak-anak di rumah, maka saya
 bertanya kepada ibu saya “Bu, apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang
 sebayak seratus dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?”

 “Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Kualat yang ngambil duit itu Mil, duit itu
 sangat ibu perlukan untuk membayar hutang, kok ya tega-teganya ada yang
 ngambil,” jawab ibu saya dari balik telepon. Mendengar jawaban itu saya
 menutup mata perlahan, butiran air mata mengalir di pipi.

 Sambil terbata saya berkata, “Ibu, maafkan saya… yang ngambil uang itu
 saya, bu… saya minta maaf sama ibu. Saya minta maaaaf… saat nanti ketemu
 saya akan sungkem sama ibu, saya jahat telah tega sama ibu.” Suasana
 hening sejenak. Tidak berapa lama kemudian dari balik telepon saya dengar
 ibu saya berkata: “Ya Tuhan pernyataanku aku cabut, yang ngambil uangku
 tidak kualat, aku maafkan dia. Ternyata yang ngambil adalah anak
 laki-lakiku. Jamil kamu nggak usah pikirin dan doakan saja isterimu agar
 cepat sembuh.” Setelah memastikan bahwa ibu saya telah memaafkan saya,
 maka saya akhiri percakapan dengan memohon doa darinya.

 Kurang lebih pukul 12.45 saya dipanggil dokter, setibanya di ruangan
 sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata ”Selamat pak,
 penyakit isteri bapak sudah ditemukan, infeksi pankreas. Ibu telah kami
 obati dan panasnya telah turun, setelah ini kami akan operasi untuk
 mengeluarkan bayi dari perut ibu.” Bulu kuduk saya merinding mendengarnya,
 sambil menjabat erat tangan sang dokter saya berkata. ”Terima kasih
 dokter, semoga Tuhan membalas semua kebaikan dokter.”

 Saya meninggalkan ruangan dokter itu.... dengan berbisik pada diri sendiri
 “Ibu, I miss you so much.”

 Keterangan Penulis:
 Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK
 LEADERSHIP; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/LIjxlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Gabung, Keluar, Mode Pengiriman: [EMAIL PROTECTED]
                        
Database Warga Wismamas: http://www.wismamas.tk 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wismamas/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

<<attachment: pic15132.jpg>>

Kirim email ke