9 Penyebar SMS Gempa Diperiksa
SEMANGGI, WARTA KOTA--Polda Metro Jaya
memeriksa sembilan orang yang
diduga sebagai penyebar short masage service
(SMS) gempa. Mereka
diperiksa intensif di Satuan Keamanan Negara (Kamneg)
Direktorat Reserse
Kriminal Umum Polda Metro Jaya sejak Senin (31/7)
malam.
Berdasarkan pengakuan ke sembilan orang tersebut, sumber SMS
ternyata
berasal dari Jepang. Hingga Selasa (1/8) siang, polisi belum
menetapkan
tersangka dalam kasus SMS gempa tersebut. "Kita masih
menyelidiki
kebenaran keterangan mereka. Katanya, pengirim SMSnya dari
Jepang, tapi
kita masih dalami pengakuannya," ujar Kapolda Metro Jaya
Irjen Pol Adang
Firman.
Sembilan orang itu masih berstatus sebagai saksi.
Mereka yang diperiksa
antara lain Muhamad Yunus, Intan, Ita Rosita, Fendi,
Gunawan, Santi,
serta Riana. Polisi juga memeriksa Irene, Irawan, Heni,
Tingki, Rini,
Willy, Eka, serta Dwi.
Kepala Satuan Kamneg Polda Metro Jaya
AKBP Rahmat Wibowo menambahkan
sembilan orang tersebut berasal dari
beberbagai profesi. Mulai dari
karyawan hingga pedagang. Jika terbukti
bersalah mereka bisa dikenakan
pasal penyebaran kabar bohong yang membuat
resah masyarakat dengan
ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
SMS
gempa marak terjadi setelah gempa di sisi selatan Pangandaran pada
17 Juli
lalu yang diikuti dengan tsunami yang meluluh-lantakkan pesisir
selatan Jabar
dan Jateng. SMS semakin menjadi-jadi setelah terjadi dua
kali gempa yang
bersumber di Selat Sunda, tak lama setelah gempa
Pangandaran.
SMS ini
pernah membuat panik karyawan Bursa Efek Jakarta sehingga
berhamburan keluar
gedung pekan lalu. Hal yang sama menimpa karyawan
yang berkantor di
gedung-gedung tinggi di Segi Tiga Emas. Menurut Wakil
Kepala
Divisi Humas
Polri Brigjen Anton Bachrul Alam, penyebaran SMS gempa
sebatas penyebaran
info praktis ke keluarga. "Karena khawatir dengan SMS
itu, mereka
mengirimkannya kembali ke keluarganya," ujar Anton. (Wid)
Sumber:
Warta Kota
[Non-text portions of this message have been
removed]