Debat Tim Calon Gubernur Jakarta di SCTV 

Thursday, July 26, 2007

Tadi malam di SCTV ada debat tim sukses calon gubernur Jakarta
<http://liputan6. com/view/ 8,145092, 1,0,1185619525. html> . Awalnya saya
kira debat ini akan berjalan membosankan (soalnya pakai ada acara adu
yel-yel segala sih). Tapi ternyata tidak juga. Debatnya bisa dibilang
"hidup" - dengan alasan yang mohon maaf akan terdengar subjektif.

Dari pihak Adang ada Igo Ilham, sementara dari pihak Foke ada Idrus
Marham. Secara kualitas penampilan, saya kasih skor 1 untuk Igo. Tutur
kata dan intonasi dia teratur dan menarik. Tidak banyak retorika dan
sangat mudah dicerna. Dia sangat tenang, banyak menebar senyum, pokoknya
simpatik sekali lah (ini kali pertama saya melihat Igo Ilham dan saya
jujur terkesima hehehe).

Sedangkan Idrus mirip penceramah malam tadi. Dia beberapa kali mengutip
ayat suci Al-Quran dalam argumennya - sesuatu yang bagi saya kurang
perlu. Selain karena dia bisa mencari argumen lain, ayat yang dikutip
pun tidak terlalu "kena" dalam debat itu. Jadi tidak bernas. Pada
beberapa babak dia juga nampak gusar dan akibatnya gelagapan.

Kalau PKS (yang bernafaskan Islam) saja sama sekali tidak menyitir ayat
suci, mengapa pula koalisi partai-partai (yang bernafaskan "pluralisme" )
merasa perlu melakukannya?

Dalam 4 menit waktu yang diberikan pemandu debat, Igo berhasil
memaparkan program Adang. Sedangkan Idrus? Sampai menit ke 3 saya masih
belum menangkap apa poin dia.

Selanjutnya pemandu debat melontarkan pertanyaan tentang banjir, masalah
abadi kaum Jakartanensis. Idrus diberi kesempatan menjawab lebih dulu.
Setelah mengatakan bahwa banjir adalah persoalan kompleks dan karenanya
diperlukan penanganan bersama dalam menanggulanginya, dia menjamin dalam
3-4 tahun tidak akan ada banjir lagi jika Foke menang. Alasannya?

Foke sudah dan lebih tahu pemetaan masalah Jakarta. Dia juga ahli
perencanaan tata kota.

Tentu saja ini poin empuk untuk diserang. Kalau saya jadi Igo pun saya
akan mempertanyakan hal serupa: mengapa tidak dari dulu? Mengapa baru
sekarang? Bagaimana bisa keluar angka 3-4 tahun sedangkan selama ini toh
Jakarta selalu kebanjiran?

Idrus bertahan dengan mengatakan, bagaimanapun Foke sudah lebih paham.
Ini jauh lebih baik ketimbang "orang baru" yang tentunya memerlukan
waktu untuk belajar lagi - sementara Jakarta tidak bisa menunggu.
Tiba-tiba pengacara Ruhut Sitompul (yang duduk di pihak Foke) berdiri
dan menambah huru-hara.

Ruhut memulai dengan mengatakan "surga itu di telapak kaki ibu!", "aku
Poltak si raja minyak dari Medan", dan "ada iklan di televisi seorang
nenek mengatakan, buat anak kok coba-coba". Nah, kata dia, kalau untuk
anak saja tidak boleh coba-coba, bagaimana Jakarta?

Hahaha. Sebuah argumen yang pantas diikutkan lomba atletik karena mampu
melompat sedemikian jauh.

Terhadap "Foke lebih tahu dan ahli", Igo menjawab bahwa persoalan
menjadi gubernur adalah persoalan kepemimpinan, bukan keahlian. Gubernur
adalah seorang generalis, bukan spesialis. Untuk urusan teknis kita bisa
membekerjakan para ahli. Persoalannya sekarang adalah niat.
Bertahun-tahun dana pembangunan Banjir Kanal Timur dikeluarkan tapi kok
proyek itu tidak kunjung selesai.

Oya, perkataan Ruhut yang membawa-bawa Poltak (karakternya dalam
sinetron Gerhana) juga menyebalkan. Entah kenapa saya tidak pernah suka
orang yang menggunakan karakternya dalam sinetron/film untuk tujuan
politik. Saya pun membenci Ruhut dengan kadar yang sama saya membenci
Rieke Dyah Pitaloka dan Rano Karno - yang setelah gagal jadi calon
gubernur malah tampil mendukung Foke sebagai Si Doel.

Saya hendak memotong skor pihak Foke untuk argumen yang dodol ini, tapi
mereka belum punya satupun. Ya sudah, kalau begitu tambahan skor saja
untuk pihak Adang. Jadi 2-0.

Saya juga tadinya hendak memberikan skor kepada pihak yang mengucapkan
"Kanal Banjir Timur" tapi baik Igo maupun Idrus tidak ada yang
mengatakan demikian.

Sekarang pemandu debat berlanjut ke persoalan kemacetan lalu-lintas,
yang juga masalah abadi. Igo mengatakan akan "meneruskan yang sudah ada"
seperti proyek busway, monorail, dan lain-lain. Ini langsung langsung
disambar Idrus, yang mengatakan "nah kan, sudah diakui sendiri kan
keberhasilannya" . Dia kemudian meminta semua pihak jangan ambivalen. Di
satu sisi mengungkapkan kegagalan, tapi di lain sisi mengakui
keberhasilan.

Ini juga mendapat balasan: Sutiyoso sendiri sudah mengakui bahwa busway
adalah proyek dia, bukan Foke.

Dijawab lagi: keberhasilan Sutiyoso kan berkat andil Foke juga.

Dibalas lagi: kalau begitu pihak Idrus pun tak kalah ambivalen. Untuk
keberhasilan, Foke dibilang punya andil. Tapi giliran kegagalan, Foke
tak ada andil?

Hahaha. Seru sekali bukan?

Ketika membahas kemacetan ini, Ruhut kembali berdiri. Dia menyindir
adanya sebuah partai yang melakukan demonstrasi dan akibatnya memacetkan
Jakarta. "Apa partainya? Kitalah yang tahu..." katanya sambil tertawa.
Ini jelas menyindir PKS. Apa jawaban Igo Ilham?

"Kalau memang tak ada lagi partai yang membela rakyat, PKS lah yang
turun."

Dahsyat.. Saya suka orang yang blak-blakan. Saya benci tukang sindir.
Tambah skor lagi lah buat Igo. 3-0.

Setelah itu debat dilanjutkan dengan persoalan kriminalitas dan
pengangguran. Sama seperti sebelumnya, ada juga "berbalas pantun" di
sini. Tapi esensi debatnya sih sama saja. Yang satu melihat pemerintahan
sekarang sebagai berhasil (dan ada andil calon mereka di situ) sedangkan
yang satu lagi melihat pemerintahan sekarang gagal dan karenanya mesti
diganti.

Idrus sempat hampir bunuh diri dengan mengatakan pasar tradisional akan
semakin berkembang jika Foke menang. Hahaha. Memangnya siapa yang selama
ini mematikan pasar rakyat dengan membangun pusat perbelanjaan di
mana-mana?

Baiklah. Karena sepertinya saya sudah berbicara terlalu panjang, ini
penilaian terakhir. Calonnya Igo sudah mengundurkan diri sejak 8 bulan
yang lalu sementara calonnya Idrus hanya cuti. Tambah lagi deh skor
untuk Igo. Saya benci kutu loncat sih. 4-0. Saya kasih skor juga untuk
pemandu debat, Andy Budiman, yang memberi cukup ruang bagi peserta
debat. Tegas tapi tidak galak.

Akhir kata, Igo Ilham menang telak malam tadi. Saya kira akan sayang
sekali jika kemenangan itu tidak kembali terulang pada 8 Agustus nanti.

------
Bagi yang belum menonton (atau sudah tapi masih pengen lagi), silakan
klik di sini <http://liputan6. com/view/ 8,145092, 1,0,1185619525. html> .

Source : http://liputan6. com/view/ 8,145092, 1,0,1185619525. html
<http://liputan6. com/view/ 8,145092, 1,0,1185619525. html> ;
http://kramput. blogspot. com/2007/ 07/debat- tim-calon- gubernur- jakarta-di.
html
<http://kramput. blogspot. com/2007/ 07/debat- tim-calon- gubernur- jakarta-di
.html> 

[Non-text portions of this message have been removed]





       
____________________________________________________________________________________
Building a website is a piece of cake. Yahoo! Small Business gives you all the 
tools to get online.
http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting 

Kirim email ke