----- Original Message ----- 
From: Eni Ashari 
Sent: Friday, September 21, 2007 2:49 PM
Subject: DAHSYATNYA PROSES SAKARATUL MAUT....



DAHSYATNYA PROSES SAKARATUL MAUT.....

"Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara 
sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya 
kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian 
sendiri". (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut Al Qur'an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita 
berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah 
ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". 
Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk 
membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali 
Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang 
kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan 
dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di 
dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, 
mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa 
sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". 
Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu 
(orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS 
An-Nisa 4:78)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka 
sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan 
kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan 
kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS al-Jumu'ah, 62:8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari 
Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam 
rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan 
diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana 
dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, 
Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila 
datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. 
(QS, Al-Munafiqun, 63:11)


Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : "Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga 
ratus pedang" (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW : "Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh 
duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat 
diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?" (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
Ka'b al-Ahbar berpendapat : "Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang 
dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan 
sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang 
menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa".

Imam Ghozali berpendapat : "Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut 
menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang 
sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat 
nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga 
kaki".

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang 
sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan 
satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran 
sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka 
dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. "Wahai 
manusia !", kata pria tersebut. "Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh 
tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas 
sakaratul maut itu belum juga hilang dariku."

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan 
tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika 
kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal 
Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari 
negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses 
sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), 
seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat 
rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang 
selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul 
maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. 
Demikianlah rencana Allah. Wallahu a'lam bis shawab.



 

Kirim email ke