Jadikan Pembantu Bagian dari Keluarga 
Ya, ya, Pariyem saya Maria Magdalena Pariyem lengkapnya Iyem, panggilan 
sehari-harinya di Wonosari Gunung Kidul Sebagai babu Ndoro Ayu Cahya 
Wulaningsih di Ndalem Suryomentaram Ngayogyakarta Tata lahirnya, saya hanya 
babu tapi batinnya, saya putri mantu... 


enggalan dari novel Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi Ag itu menjadi 
pembuka bincang-bincang santai dan hangat. Dalam acara kongkow-kongkow di arena 
Waroeng Semawis, Pusat Jajanan Semarangan, yang terletak di sepanjang Jalan 
Gang Warung, kawasan Pecinan Semarang, Sabtu (22/9) malam. 

Acara yang digagas Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata atau yang lebih 
populer sebagai Kopi Semawis itu, menghadirkan tiga pembicara, yakni Dirut PT 
Sido Muncul Irwan Hidayat, Rieke Diah Pitaloka, artis sekaligus aktivis 
perempuan, serta Romo Aloys Budi Purnomo Pr, rohaniwan. 

Waroeng Semawis adalah pasar malam di daerah pecinan Kota Semarang. Pasar ini 
awalnya merupakan gagasan dari perkumpulan Kopi Semawis. 

Pasar malam ini dimulai tahun 2004 dengan nama Pasar Imlek Semawis, menyusul 
diresmikannya Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional di Indonesia. 

Buka setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu malam di sepanjang jalan Gang Warung, 
Pecinan, Semarang, pasar malam ini menyajikan beraneka ragam hidangan yang bisa 
Anda pilih bersama keluarga, mulai dari pisang plenet khas Semarang, nasi ayam, 
es puter, kue serabi, aneka sate, bubur kacang hingga menu makanan yang menarik 
untuk dicicipi. Pusat jajanan terpanjang di Semarang ini buka mulai jam enam 
sore hingga tengah malam. 

Kendati berlabel ndeso, karena mengambil tema soal pembantu rumah tangga (PRT), 
namun antusiasme ratusan pengunjung pasar malam Pecinan itu luar biasa. Mereka 
bertahan hingga hampir tengah malam, larut dalam diskusi tersebut. 

Boleh jadi, Rieke 'Oneng' yang malam itu tampil cantik dan tidak o'on, menjadi 
pesona tersendiri. Belum lagi, dihibur permainan saksofon Romo Budi yang dengan 
suara tenornya merdu mendendangkan tiga lagu pujian gerejawi. 

Nasib PRT, kata Rieke, tidak pernah enak. Jangankan di luar negeri, kasus-kasus 
kekerasan terhadap pembantu di dalam negeri pun sangat sering terjadi. Banyak 
majikan dan keluarga melakukan kekerasan atau tindakan kurang manusiawi 
terhadap pembantu karena menyepelekan posisi pembantu yang strata sosial 
ekonominya lebih rendah dari mereka. 

"Banyak juga tindakan orangtua di rumah yang semena-mena terhadap pembantu, 
ditiru oleh anak-anaknya. Kekerasan yang dilakukan dipandang sebuah kewajaran, 
karena pembantu sudah digaji, sehingga dapat diperlakukan seenaknya," ujarnya. 


Ada yang Salah 

Irwan Hidayat berpendapat, kasus-kasus kekerasan terhadap pembantu di luar 
negeri maupun di dalam negeri, terjadi karena ada yang salah dalam masyarakat. 
Para pelaku kekerasan itu merupakan orang-orang yang sakit. "Kalau tidak sakit, 
mana bisa mereka dengan mudah melakukan kekerasan?" ujarnya. 

Para pelakunya boleh jadi dulunya pernah menjadi korban kekerasan atau depresi, 
akibat berbagai tekanan hidup dan problematika sosial rumah tangga. 

Menurut Irwan, perilaku yang seharusnya mereka terima sebagai pembantu adalah 
dengan memperlakukan mereka secara manusiawi dan menyadari bahwa semua orang 
sederajat di mata Tuhan. "Bila kita bisa melakukan hal seperti itu, mereka 
tentu akan bekerja dengan kesungguhan hati dan akan terus bekerja di rumah 
kita," ujar Irwan, yang tengah meluncurkan iklan baru Kuku Bima Energy bertajuk 
pembantu rumah tangga. 

Dengan iklan baru itu, Irwan ingin melakukan introspeksi kepada diri dan 
keluarganya agar memperlakukan pembantu secara manusiawi. Pesan moral yang 
ingin diambil dari pariwara itu adalah mengajak masyarakat menghentikan 
kekerasan terhadap pembantu. 

Sementara itu, Romo Budi mengetuk hati siapa pun yang hadir, maupun setiap 
majikan di negeri ini, untuk segera menghentikan berbagai tindakan kekerasan 
terhadap para pembantu dan menggantinya dengan sikap kelemahlembutan. Pembantu 
juga manusia, diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, sehingga menyakiti 
pembantu sama artinya menyakiti Allah. 

"Saya ini, lahir dari rahim seorang koster gereja. Koster itu ya sama dengan 
pembantu. Bapak saya juga koster. Pembantu nikah sama pembantu, jadilah saya 
seorang pastor. Makanya, saya paling suka bergaul dengan para koster di 
lingkungan gereja, karena ingat sama bapak dan ibu saya yang juga pernah 
seperti mereka," ujar Romo Budi itu. 

Kendati diakui ada juga ulah pembantu yang kerap menjengkelkan, namun dalam 
pandangan Rieke, bukan alasan bagi majikan untuk melakukan kekerasan. "Sering 
saya jengkel sama pembantu saya, disuruhnya ini, malah melakukan yang itu. Atau 
sering juga pakaian saya gosong, karena diseterika, tapi itu semua bukan jadi 
alasan untuk bertindak kasar pada pembantu," ujarnya. 

Menurut Irwan, pembantu sebaiknya dijadikan sebagai bagian dari keluarga. 
Sebab, di rumah, tak jarang mereka ikut-ikutan nonton bareng kita, bahkan tak 
jarang menjadi tempat curhat bagi istri atau anak-anak kita. 

"Pembantu itu melakukan banyak pekerjaan di rumah kita, sekaligus menjadi 
tulang punggung keluarga mereka. Jadi, cara memperlakukan mereka secara 
manusiawi, adalah menjadikan mereka bagian dari keluarga kita," ajaknya. 
[SP/Stefy Thenu] - Suara Pembaruan. 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 1/10/07 

Kirim email ke