Hmmmm....
Kalo saya lebih setuju komentar pak HerSet
Dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Jadi.. "Apa yang sudah kita berikan ke lingkungan sekitar kita."
Bukan kebalikannya..."Apa yang sudah kita dapatkan dari lingkungan kita"
Tariiixxx......Jabriix..!!
Where brotherhood has no limit.
C2/3
Zen Sutawijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
SETUJU BANGET!
tidak perlu menyalahkan pemerintah ... tidak perlu menyalahkan yang
terhormat anggota MPR DPR ... tidak perlu menyalahkan pimpinan
negara, walikota, bupati or orang-orang pemerintahan ... lha wong
disalahkan mereka juga tetep pake mobil mewah kok ... tetep dapet
tunjangan ini tunjangan itu ...
lha wong kalopun disalahkan, orang kecil tetep harus irit ... tetep
harus kerja keras kok ...
sekarang ini, sesama wong cilik ...sesama anggota masyarakat & warga
negara Indonesia, negara yang katanya makmur kerto raharjo loh
jinawi ini lebih baik tetep kobarkan semangat untuk bisa mencukupi
kebutuhan sehari hari yang semakin luar biasa harganya ...jangan
sampai keluarga & orang -orang yang kita sayangi jadi terlantar ...
kalo memang mw bantu orang lain, ya ga usah muluk-muluk ...
sebisanya saja ... ga usah berencana yang terlalu besar ..yang sa
madyo ... biar kecil & sepele tapi sudah melakukan sesuatu ...
kalo memang ga percaya sama pemerintahan yang ada ... ya ga usah
ikut pilkada (monggo lho ...) ... la wong kalo ikutan pilkada, yang
jadi pemimpin bukan kita ... yang ditagih pertanggung jawaban selama
jadi pemimpin oleh ALLAH SWT juga bukan kita ... terserah anda anda
semua ..mw ikut meramaikan kehancuran bangsa atau mw mengusahakan
hidup yang penuh berkah ... sumonggo ...
semuanya terserah pribadi pribadi dari kita kok ...
mw pajak yang sudah kita bayar ga jelas ujungnya ...
biarkan ...meskipun jalanan yang kita lalui harus dibetulin dari
duit saweran yang diminta pas kita lewat ... bukan dari duit pajak
yang udah dibayarkan ...
Monggo lho ... semua ada ditangan anda ...
SEMANGAT ... SEMANGAT! kalo kita letoy ..siapa lagi yang mw kasih
kecukupan kebutuhan sehari -hari?
SEMANGAT ...SEMANGAT!
--- In [email protected], hery setiawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Rasanya sekarang bukan waktunya menyalahkan siapa-siapa...
> sekarang waktunya kita melakukan tindakan nyata membantu saudara-
saudara kita khususnya untuk lingkungan sekitar kita. Dengan cara
apapun baik materi / moril. Lakukanlah kapanpun dimanapun, tidak
usah nunggu pemerintah, atau orang lain, jangan berpikir besar /
kecil, penting / sepele pokoknya lakukan apa yang bisa kita lakukan
untuk membantu orang lain.
>
> Marilah kita lihat ke dalam diri, apa yang sudah dan bisa kita
lakukan, atau kita hanya bisa menyalahkan pemerintah dan keadaan..?
>
>
>
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: Toto Rahayu <[EMAIL PROTECTED]>
> Kepada: [email protected]
> Terkirim: Rabu, 16 April, 2008 06:29:34
> Topik: RE: [Wismamas] what should we do
>
> 
>
>
>
>
>
>
> Kayaknya ada yang salah di indonesia ini....
> Banyak
>
> yang antree beras...
> Banyak
>
> yang antree minyak tanah....
> tapi
>
> banyak juga yang inden mobil baru....
> inden
>
> pergi haji......(masih lebih bagus juga sih inden pergi
>
> haji....)
> Bahkan
>
> inden juga untuk nonton film AAC.....
> Coba
>
> kalau uang itu di alihkan ke mereka...... .???????
> Kayaknya lembaga zakat juga saldonya banyak ya....apa mereka salah
>
> sasaran atau karena yang miskin itu terlalu banyak?????
>
> From: [EMAIL PROTECTED] s.com [mailto:wismamas@ yahoogroups.
com] On Behalf Of widodo tri admojo
> Sent: Wednesday, April 16, 2008 6:23 AM
> To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> Subject: Re: [Wismamas] what should we do
>
>
>
>
>
>
> Waduh
>
> pak...
> Artikelnya kok bikin
>
> miris...
> Dosakah kita
>
> membiarkan mereka tetep seperti itu..???
> sudahkah kita penuhi
>
> kewajiban kita...??
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: wisnu.sambhoro <wisnu.sambhoro@ kanaka.co. id>
> To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> Sent: Friday, April 11, 2008 1:58:54 PM
> Subject: [Wismamas] what should we do
> 
>
> mengheningkan cipta.
>
>
>
> ::TIR-002::
>
> *Zalimnya Pemerintahan Ini. *
>
>
> Sepulang dari pengajian rutin beberapa hari lalu, saya berdiri di
tepi
> trotoar daerah Klender. Angkot yang ditunggu belum jua lewat,
sedang
> matahari kian memancar terik. Entah mengapa, kedua mata saya
tertarik
> utuk memperhatikan seorang bapak tua yang tengah termangu di tepi
jalan
> dengan sebuah gerobak kecil yang kosong. Bapak itu duduk di
trotoar.
> Matanya memandang kosong ke arah jalan.
>
> Saya mendekatinya. Kami pun terlibat obrolan ringan. Pak Jumari,
> demikian namanya, adalah seorang penjual minyak tanah keliling
yang
> biasa menjajakan barang dagangannya di daerah Pondok Kopi, Jakarta
> Timur. "Tapi kok gerobaknya kosong Pak, mana kaleng-kaleng
minyaknya?"
> tanya saya.
>
> Pak Jumari tersenyum kecut. Sambil menghembuskan nafas panjang-
panjang
> seakan hendak melepas semua beban yang ada di dadanya, lelaki
berusia
> limapuluh dua tahun ini menggeleng. "Gak ada minyaknya."
>
> Bapak empat anak ini bercerita jika dia tengah bingung. Mei depan,
> katanya, pemerintah akan mencabut subsidi harga minyak
tanah. "Saya
> bingung. saya pasti gak bisa lagi jualan minyak. Saya gak tahu
lagi
> harus jualan apa. modal gak ada.keterampilan gak punya.." Pak
Jumari
> bercerita. Kedua matanya menatap kosong memandang jalanan. Tiba-
tiba
> kedua matanya basah. Dua bulir air segera turun melewati pipinya
yang
> cekung.
>
> "Maaf /dik/ saya menangis, saya benar-benar bingung. mau makan apa
kami
> kelak.., " ujarnya lagi. Kedua bahunya terguncang menahan tangis.
Saya
> tidak mampu untuk menolongnya dan hanya bisa menghibur dengan kata-
kata.
> Tangan saya mengusap punggungnya. Saya tahu ini tidak mampu
mengurangi
> beban hidupnya.
>
> Pak Jumari bercerita jika anaknya yang paling besar kabur entah ke
mana.
> "Dia kabur dari rumah ketika saya sudah tidak kuat lagi bayar
sekolahnya
> di SMP. Dia mungkin malu. Sampai sekarang saya tidak pernah lagi
melihat
> dia.. Adiknya juga putus sekolah dan sekarang ngamen di jalan.
Sedangkan
> dua adiknya lagi ikut ibunya ngamen di kereta. Entah sampai kapan
kami
> begini ."
>
> Mendengar penuturannya, kedua mata saya ikut basah.
>
> Pak Jumari mengusap kedua matanya dengan handuk kecil lusuh yang
> melingkar di leher. "/Dik/, katanya adik wartawan.. tolong bilang
kepada
> pemerintah kita, kepada bapak-bapak yang duduk di atas sana,
keadaan
> saya dan banyak orang seperti saya ini sungguh-sungguh berat
sekarang
> ini. Saya dan orang-orang seperti saya ini cuma mau hidup
sederhana,
> punya rumah kecil, bisa nyekolahin anak, bisa makan tiap hari, itu
saja.
> " Kedua mata Pak Jumari menatap saya dengan sungguh-sungguh.
>
> "/Dik/, mungkin orang-orang seperti kami ini lebih baik mati...
mungkin
> kehidupan di sana lebih baik daripada di sini yah..." Pak Jumari
> menerawang.
>
> Saya tercekat. Tak mampu berkata apa-apa. Saya tidak sampai hati
> menceritakan keadaan sesungguhnya yang dilakukan oleh para pejabat
kita,
> oleh mereka-mereka yang duduk di atas singgasananya. Saya yakin
Pak
> Jumari juga sudah tahu dan saya hanya mengangguk.
>
> Mereka, orang-orang seperti Pak Jumari itu telah bekerja siang
malam
> membanting tulang memeras keringat, bahkan mungkin jika perlu
memeras
> darah pun mereka mau. Namun kemiskinan tetap melilit kehidupannya.
> Mereka sangat rajin bekerja, tetapi mereka tetap melarat.
>
> Kontras sekali dengan para pejabat kita yang seenaknya numpang
hidup
> mewah dari hasil merampok uang rakyat. Uang rakyat yang disebut
> 'anggaran negara' digunakan untuk membeli mobil dinas yang mewah,
> fasilitas alat komunikasi yang canggih, rumah dinas yang megah,
gaji dan
> honor yang gede-gedean, uang rapat, uang transport, uang makan,
> akomodasi hotel berbintang nan gemerlap, dan segala macam
fasilitas gila
> lainnya. /Mumpung ada anggaran negara maka sikat sajalah! /
>
> Inilah para perampok berdasi dan bersedan mewah, yang seharusnya
bekerja
> untuk mensejahterakan rakyatnya namun malah berkhianat
mensejahterakan
> diri, keluarga, dan kelompoknya sendiri. Inilah para lintah darat
yang
> menghisap dengan serakah keringat, darah, tulang hingga sum-sum
> rakyatnya sendiri. Mereka sama sekali tidak perduli betapa
rakyatnya
> kian hari kian susah bernafas. Mereka tidak pernah perduli. Betapa
> zalimnya pemerintahan kita ini!
>
> Subsidi untuk rakyat kecil mereka hilangkan. Tapi subsidi agar
para
> pejabat bisa hidup mewah terus saja berlangsung. Ketika rakyat
antri
> minyak berhari-hari, para pejabat kita enak-enakan keliling dalam
mobil
> mewah yang dibeli dari uang rakyat, menginap berhari-hari di kasur
empuk
> hotel berbintang yang dibiayai dari uang rakyat, dan melancong ke
luar
> negeri berkedok studi banding, juga dari uang rakyat.
>
> Sepanjang jalan, di dalam angkot, hati saya menangis. Bocah-bocah
kecil
> berbaju lusuh bergantian turun naik angkot mengamen. Di perempatan
lampu
> merah, beberapa bocah perempuan berkerudung menengadahkan tangan.
Di
> tepi jalan, poster-poster pilkadal ditempel dengan norak. Perut
saya
> mual dibuatnya.
>
> Setibanya di rumah, saya peluk dan cium anak saya satu-
satunya. "Nak,
> ini nasi bungkus yang engkau minta." Dia makan dengan lahap. Saya
tatap
> dirinya dengan penuh kebahagiaan. /Alhamdulillah/ , saya masih
mampu
> menghidupi keluarga dengan uang halal hasil keringat sendiri,
bukan
> numpang hidup dari fasilitas negara, mengutak-atik anggaran negara
yang
> sesungguhnya uang rakyat, atau bagai lintah yang mengisap kekayaan
negara.
>
> Saat malam tiba, wajah Pak Jumari kembali membayang. Saya tidak
tahu
> apakah malam ini dia tidur dengan perut kenyang atau tidak. Saya
berdoa
> agar Allah senantiasa menjaga dan menolong orang-orang seperti Pak
> Jumari, dan memberi hidayah kepada para pejabat kita yang korup.
> Mudah-mudahan mereka bisa kembali ke jalan yang benar. Mudah-
mudahan
> mereka bisa kembali paham bahwa jabatan adalah amanah yang harus
> dipertanggungjawabk an di mahkamah akhir kelak. Mudah-mudahan
mereka
> masih punya nurani dan mau melihat ke bawah.
>
> Mudah-mudahan mereka bisa lebih sering naik angkot untuk bisa
mencium
> keringat anak-anak negeri ini yang harus bekerja hingga malam demi
> sesuap nasi, bukan berkeliling kota naik sedan mewah...
>
> Mudah-mudahan mereka lebih sering menemui para dhuafa, bukan
menemui
> konglomerat dan pejabat... Mudah-mudahan mereka lebih sering
berkeliling
> ke wilayah-wilayah kumuh, bukan ke mal...
>
> Amien Ya Allah.
>
>
>
> .
>
> <http://geo.yahoo. com/serv? s=97359714/
>
> grpId=17509037/ grpspId=17050043 61/msgId= 19196/stime=
1207894771/ nc1=3848621/
>
> nc2=4507179/ nc3=3848640>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> __________ NOD32 3017 (20080410) Information __________
>
> This message was checked by NOD32 antivirus system.
> http://www.eset.
>
> com
>
>
>
>
>
>
>
>
> between 0000-00-00 and 9999-99-99
>
>
>
> <!--
>
> #ygrp-mkp{
> border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px
0px;padding:0px 14px;}
> #ygrp-mkp hr{
> border:1px solid #d8d8d8;}
> #ygrp-mkp #hd{
> color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-
height:122%;margin:10px 0px;}
> #ygrp-mkp #ads{
> margin-bottom:10px;}
> #ygrp-mkp .ad{
> padding:0 0;}
> #ygrp-mkp .ad a{
> color:#0000ff;text-decoration:none;}
> -->
>
> <!--
>
> #ygrp-sponsor #ygrp-lc{
> font-family:Arial;}
> #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
> margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
> #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
> margin-bottom:10px;padding:0 0;}
> -->
>
> <!--
>
> #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica,
clean, sans-serif;}
> #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
> #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica,
clean, sans-serif;}
> #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
> #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
> #ygrp-text{
> font-family:Georgia;
> }
> #ygrp-text p{
> margin:0 0 1em 0;}
> #ygrp-tpmsgs{
> font-family:Arial;
> clear:both;}
> #ygrp-vitnav{
> padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
> #ygrp-vitnav a{
> padding:0 1px;}
> #ygrp-actbar{
> clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-
align:right;}
> #ygrp-actbar .left{
> float:left;white-space:nowrap;}
> .bld{font-weight:bold;}
> #ygrp-grft{
> font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
> #ygrp-ft{
> font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
> padding:5px 0;
> }
> #ygrp-mlmsg #logo{
> padding-bottom:10px;}
>
> #ygrp-reco {
> margin-bottom:20px;padding:0px;}
> #ygrp-reco #reco-head {
> font-weight:bold;color:#ff7900;}
>
> #reco-grpname{
> font-weight:bold;margin-top:10px;}
> #reco-category{
> font-size:77%;}
> #reco-desc{
> font-size:77%;}
>
> #ygrp-vital{
> background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
> #ygrp-vital #vithd{
> font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-
transform:uppercase;}
> #ygrp-vital ul{
> padding:0;margin:2px 0;}
> #ygrp-vital ul li{
> list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
> }
> #ygrp-vital ul li .ct{
> font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-
align:right;padding-right:.5em;}
> #ygrp-vital ul li .cat{
> font-weight:bold;}
> #ygrp-vital a{
> text-decoration:none;}
>
> #ygrp-vital a:hover{
> text-decoration:underline;}
>
> #ygrp-sponsor #hd{
> color:#999;font-size:77%;}
> #ygrp-sponsor #ov{
> padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
> #ygrp-sponsor #ov ul{
> padding:0 0 0 8px;margin:0;}
> #ygrp-sponsor #ov li{
> list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
> #ygrp-sponsor #ov li a{
> text-decoration:none;font-size:130%;}
> #ygrp-sponsor #nc{
> background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
> #ygrp-sponsor .ad{
> padding:8px 0;}
> #ygrp-sponsor .ad #hd1{
> font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-
size:100%;line-height:122%;}
> #ygrp-sponsor .ad a{
> text-decoration:none;}
> #ygrp-sponsor .ad a:hover{
> text-decoration:underline;}
> #ygrp-sponsor .ad p{
> margin:0;}
> o{font-size:0;}
> .MsoNormal{
> margin:0 0 0 0;}
> #ygrp-text tt{
> font-size:120%;}
> blockquote{margin:0 0 0 4px;}
> .replbq{margin:4;}
> -->
>
>
>
>
>
>
> ________________________________________________________
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang
Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di
http://id.answers.yahoo.com/
>
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.