2009, Pendidikan Gratis

BANDUNG, (PR).-
Gubernur terpilih Ahmad Heryawan menegaskan, mulai 2009, anggaran pendidikan 
dari APBD Provinsi Jawa Barat sudah harus bisa direalisasikan sebesar 20 
persen. 

"Saya tidak akan ragu untuk memperjuangkan hal ini segera," ujar Heryawan 
seusai memberi sambutan pada seminar nasional "Guru Profesional, Menuju 
Pendidikan untuk Kebangkitan Bangsa" di Gedung Serbaguna LPP Salman ITB, Kamis 
(1/5).

Ia menandaskan, pendidian adalah kunci kemajuan bangsa. "Mana ada negara yang 
maju tanpa pendidikan? Jepang dan Malaysia maju karena pendidikannya yang 
andal," ujar Heryawan.

Tidak mampu

Mengenai sekolah gratis, Heryawan meminta masyarakat untuk dapat memaknai hal 
ini dengan baik. "Gratis itu sesuai dengan anggaran. Pemerintah ingin 
menggratiskan berarti menandai keberpihakan pada pendidikan," tutur Heryawan. 

Menurut dia, dengan peningkatan anggaran pendidikan sampai 20 persen dari 
pemprov diharapkan lebih banyak kota/kabupaten yang mampu menyelenggarakan 
sekolah gratis. 

"Dari pusat dapat jatah, dari provinsi dapat jatah, ditambah dari pemkab/pemkot 
sendiri, sangat mungkin untuk bisa gratis," kata Heryawan.

Selain itu, Heryawan juga mengatakan bahwa kata gratis tentunya tidak berlaku 
untuk semua kalangan masyarakat. 

"Gratis untuk orang kaya kan tidak mungkin. Itu jelas tidak adil," kata 
Heryawan. 

Dukungan Komisi E 

Keberpihakan Heryawan kepada pendidikan mendapat sambutan dan dukungan penuh 
dari komisi E (Bidang Kesra) DPRD Jabar. "Selama ini kami sudah berusaha 
mendorong eksekutif untuk meningkatkan anggaran pendidikan sampai 20 persen," 
ungkap Sekretaris Komisi E, Drs. H. Syarif Bastaman. 

Bastaman yang ditemui saat menerima perwakilan Gerakan Mahasiswa Pendidikan 
Nasional (Gema Pena), Jumat (2/5), juga mengatakan bahwa selama ini pihaknya 
hanya bisa mendorong eksekutif untuk menambah anggaran pendidikan, namun pada 
akhirnya semua keputusan ada di tangan gubernur sebagai penentu kebijakan. 

"Bila gubernur yang baru sudah punya niat seperti itu, kami tidak perlu lagi 
berdebat seperti dulu saat meminta anggaran pendidikan dinaikkan," ungkap 
Bastaman.

Lebih lanjut Bastaman menyatakan, pihak legislatif nantinya akan mewakili 
rakyat dalam menuntut realisasi hal ini sebagai bukti janji yang pernah 
disampaikan gubernur terpilih saat kampanye. "Bila tidak dipenuhi, saya akan 
menjadi oposisi terdepan bagi pihak eksekutif," tutur Bastaman. (CA-178)***

Kirim email ke