----- Original Message ----- 
From: Teguh Budi Utomo 
To: BNIS ALL 
Sent: Monday, May 26, 2008 8:11 AM
Subject: FW: Telepon dari Nomor +6666 Bohong, Ternyata Ada Triknya


 

 


--------------------------------------------------------------------------------

From: ID OSV, Jakarta [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, May 23, 2008 12:51 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; Benny Balukh; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Telepon dari Nomor +6666 Bohong, Ternyata Ada Triknya

 

 

 


--------------------------------------------------------------------------------

From: Ferry Kurniadi Sirait MII 
Sent: Friday, May 23, 2008 11:22 AM
To: HendraMII; Nove Rantono; Oktavianto Prasetyo; Wawan Kurniawan; Ahmad Faiq 
El Hanna; Suparno
Subject: Telepon dari Nomor +6666 Bohong, Ternyata Ada Triknya

 

Membaca pemberitaan di Detikinet, tentang orang-orang yang panik, dan
ada 
yang pingsan membaca SMS tersebut.

Pada pagi tadi ada temen saya yang melaporin kalau ada temennya yang 
ditelepon dari nomor +6666 (cuma 4 digit saja), sehingga membuat temen

(FN) tersebut dag-dig-dug. Saya akhirnya agak berdebat dengan temen
saya. 
Saya bilang sama FN itu kalau namanya SMS maupun telepon itu bisa
di-spoof 
alias pengirim SMS atau penelepon nomernya bisa diganti sesuka kita
dengan 
menggunakan jasa Spoof Caller, yang banyak beredar di internet.

Saya soalnya ingat betul pernah baca tentang ini namun belum pernah 
mencoba, waktu itu saya baca berita di tahun 2006 Paris Hilton pernah
kena 
kasus membuka voice mail orang lain yang menggunakan autentikasi dengan

mengganti caller ID dengan nomor pemilik voice mail tersebut.

Saking berdebatnya, akhirnya saya membeli voucher Spoof Card dari salah

satu provider di internet yang harganya USD 10, yang bisa digunakan
untuk 
menelepon selama 60 menit. Setelah dapat PIN voucher, saya memasukkan 
nomor HP saya (+6281215xxxxx), lalu memasukkan nomer HP FH yang mau
saya 
telepon (+628118xxxxx) lalu saya memasukkan “Number to display on
Caller 
ID“, di situ angka yang saya masukkan adalah “+6666″
(pura-puranya angka 
setan). Cara kerjanya sebenarnya mirip dengan penggunaan kartu VOIP.

Setelah form saya submit, server call spoofer ini menelepon ke HP saya,

lalu saya angkat dan saya diminta oleh suara mesin untuk melakukan
tekan 
angka “1″ di HP saya untuk memulai call ke FH. setelah beberapa
saat 
terdengar nada panggil dan setelah kami sama-sama cek ke HP-nya FH, 
terlihat di situ kalau yang menelepon adalah “+6666″. Nah lo? Namun
saya 
mencoba di HP temen saya yang satu, munculnya unknown number (jadi kami

simpulkan hasil bervariasi tergantung nomor HP)

Untuk mencegah adanya keisengan yang tidak diinginkan, saya tidak 
memberikan link ke provider yang saya gunakan tersebut. Pembaca bisa 
mencari banyak sekali provider di Google dengan kata kunci “call 
spoofing”. Namun yang baru saja saya coba, cuma ada beberapa saja
yang 
support bisa spoof telepon ke Indonesia

Saya kira wajar saja kalau orang sehabis di-SMS mengenai angka “66″
setan 
tersebut, apabila ada temennya yang iseng mengerjain spoofing call
pakai 
nomor “+6666″ (contoh saja), akhirnya jantungan dan pingsan, atau
bisa 
berakibat fatal dan sampai meninggal karena saking kagetnya. Bagaimana

kalau mengerjai dengan call spoof seolah-olah dari boss, atau bahkan 
mungkin dari nomor HP pejabat, atau presiden?

Mohon nurani pembaca untuk dikembalikan sebagaimana mestinya, agar 
pengetahuan ini tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan,
dan 
diharapkan tulisan saya ini bisa membantu agar masyarakat tidak
terpancing 
dan panik dengan hal-hal seperti ini.

*) Catatan: baru berhasil saya coba memakai provider Telkomsel.

Thanxz & Regards,

 

Ferry k

Hp. 081 931 584 333 

Ext. 33005

 

 


--------------------------------------------------------------------------------

=========================================================
This e-mail, including any attachment is confidential and may be privileged. 
Use or disclosure of it by anyone other than an intended adressee is strictly 
prohibited. If you are not an intended addressee, please notify the sender by 
telephone or e-mail and delete the e-mail and any attachment from your system.

PT Excelcomindo Pratama Tbk. ("the Company") does not accept any liability in 
respect of communication made by its employee which is contrary to the company 
policy or outside the scope of the employment of the individual concerned. The 
employee responsible will be personally liable for any damages or other 
liability arising.
=========================================================

      This email and any attachments are confidential and may also be 
privileged. If you are not the addressee, do not disclose, copy, circulate or 
in any other way use or rely on the information contained in this email or any 
attachments. If received in error, notify the sender immediately and delete 
this email and any attachments from your system. Emails cannot be guaranteed to 
be secure or error free as the message and any attachments could be 
intercepted, corrupted, lost, delayed, incomplete or amended. Standard 
Chartered PLC and its subsidiaries do not accept liability for damage caused by 
this email or any attachments and may monitor email traffic.



      Standard Chartered PLC is incorporated in England with limited liability 
under company number 966425 and has its registered office at 1 Aldermanbury 
Square, London, EC2V 7SB.



      Standard Chartered Bank ("SCB") is incorporated in England with limited 
liability by Royal Charter 1853, under reference ZC18. The Principal Office of 
SCB is situated in England at 1 Aldermanbury Square, London EC2V 7SB. In the 
United Kingdom, SCB is authorised and regulated by the Financial Services 
Authority under FSA register number 114276.



      If you are receiving this email from SCB outside the UK, please click 
http://www.standardchartered.com/global/email_disclaimer.html to refer to the 
information on other jurisdictions.
     

Kirim email ke