Senin, 30 Juni 2008 14:26:00 Tahap Pertama Perluasan Masa'a Dekati Penyelesaian
Makkah-RoL-- Tahap pertama Perluasan Masa'a (tempat Ibadah Sa'i antara bukit Shafa dan Marwa) di Masjidil Haram mendekati penyelesaian. Lebih dari 3.000 pekerja bangunan sedang melakukan sentuhan akhir bagi proyek tersebut selama 24 jam penuh. Tahap kedua proyek itu akan mulai dilaksanakan setelah musim Haji berikut, kata Insinyur Abdul Mohsen bin Humeid, Direktur Jenderal Proyek-proyek di Dewan Pimpinan Urusan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Sebelum perluasan, 44.000 peziarah dapat melaksanakan Ibadah Sa'i setiap jam, dan setelah perluasan, jumlahnya di perkirakan akan naik jadi 118.000 peziarah per jam. Perluasan Masa'a itu, yang diperkirakan menelan biaya 2,985 miliar riyal Saudi, adalah bagian dari perluasan terbesar Masjidil Haram, yang diperintahkan oleh Khadimul Haramain Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz guna menampung tambahan 500.000 orang yang menunaikan ibadah. Abdul Mohsen bin Humeid mengatakan perluasan Masa'a berlangsung di tengah perdebatan sengit di antara pemuka dan cendekiawan Muslim dari dalam Kerajaan itu dan dari luar negeri. Kebanyakan cendekiawan mendukung perluasan tersebut sebagai langkah yang dapat dimaklumi guna menampung jamaah yang jumlahnya terus bertambah, sedangkan sebagian tokoh Muslim menyampaikan kecaman mereka mengenai perluasan itu, dengan alasan bahwa pelaksanaan Ibadah Sa'i mesti dibatasi secara ketat pada daerah antara bukti Shafa dan Marwa saja. Ketika berbicara kepada wartawan Insinyur Abdul Mohsen bin Humeid mengatakan Masa'a baru itu memiliki beberapa keistimewaan baru, termasuk penyejuk udara penuh, lift dan pembatas gerakan, daerah khusus untuk minum air zamzam, dan daerah terpisah bagi peziarah yang menggunakan kursi roda. Jalan masuk-dan-keluar sementara telah dibuat untuk membantu arus utama jamaah dan sistem panduan telah disediakan untuk membantu jamaah menemukan jalan mereka di Masjidil Haram, katanya. "Banyak lift telah ditambahkan guna memudahkan jamaah masuk dan keluar daerah itu dengan cepat, sementara jamaah lain akan memasuki lift dari pintu lain, guna menghindari jamaah berdesak-desakkan. Lift tersebut akan dapat membawa lebih dari dua lusin orang dalam satu waktu dan juga akan memudahkan pengguna kursi roda untuk masuk. Juga ada pembatas gerak untuk memudahkan orang tua dan cacat untuk menunaikan Ibadah Sa'i," katanya. Abdul Mohsen mengingatkan bahwa perluasan terakhir Masa'a dilakukan pada 1953. Perluasan paling akhir itu, yang dimulai setelah musim Haji tahun lalu, direncanakan berlangsung selama tiga tahun. Perluasan tersebut akan meliputi lantai dasar, lantai pertama dan kedua. Satu lantai tengah juga akan ditambahkan pada bangunan itu guna menambah ruang sehingga dapat mengurangi penumpukan jamaah di satu tempat. Daerah tersebut berukuran 30 meter lebar dan 390 meter panjang. Setelah proyek itu diselesaikan, daerah Masa'a akan bertambah luas dari 29.400 meter persegi jadi 87.000 meter persegi, katanya. Itu berarti hampir tiga kali lipat jumlah jamaah yang akan dapat menunaikan Sa'i.,antara/iina/mim
