Betul pak Wisnu, memang yang seperti itu, tapi memang banyak merk, dan beberapa tidak bekerja seperti yang diharapkan, dan memang tinggal pasang di stop kontak aja memang alat bapak berkhasiat menurunkan tagihan nggak pak?
regards, partono On 7/8/08, wisnu sambhoro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Boleh pak, > > Alatnya kayak apa, > > saya sekarang punya dan saya coba ke satu AC saya, > Tapi saya ragu apakah alat yang saya beli di mangga dua ini saperti yang > bapak punya > > Dulu saya beli 150 Rb. > > Mungkin bisa di kirim gambarnya dulu. > > Di pasang langsung pada kabel dtop kontak dari AC kan? > > Thanxs > Wisnu > > ----- Original Message ----- > *From:* yohanes partono <[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Tuesday, July 08, 2008 4:02 PM > *Subject:* Re: [Wismamas] Dingin Tapi Tetap Hemat > > Ada sedikit tambahan pak, > bila ingin tagihan listrik anda turun, bisa menggunakan alat penghemat > listrik > yang banyak dijual di Glodok, tapi perlu hati2 banyak juga yang tidak aman. > Untuk perbandingan saja, > 1. saya pakai yang di rumah saya di wisma mas pd cabe , > tagihan listrik saya paling mahal 135 ribu, sebelum pakai 170 rb an > 2. saya pasang di rumah kakak saya di bekasi, sekarang 400rb/bulan > sebelumnya 600 rb an > 3. bulan lalu saya pasang di tempat teman saya yang punya kontrakan, > kemarin dia bayar listrik kaget sekali karena hanya 2,6 Jt > sebelumnya tidak pernah kurang dari 3 jt, bahkan bulan lalu 3,2 jt > > ya ini untuk sharing aja, soalnya bayaran listrik makin memberatkan, > untuk informasi, alat ini harganya untuk daya s/d 4500 W sekitar 150 rb an > di glodok > kebetulan saya suka ke glodok naik busway, > mungkin kalau ada yang mau titip... nggak jualan loh, cuma mau sharing > hemat aja... > > regards, > partono > > > > On 7/8/08, Thresnow <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> Selasa, 8 Juli 2008 | 12:25 WIB >> >> AC adalah salah satu alat elektronik yang bisa dibiang paling rakus makan >> listrik. Hampir 50% konsumsi listrik di rumah adalah untuk AC. Karena itu, >> untuk menghemat biaya pemakaian listrik, yang paling utama harus >> diperhitungkan adalah AC. >> >> Ada beberapa cara penghematan listrik untuk AC. >> -Tidak meletakkan unit indoor AC langsung berhadapan dengan panas >> matahari. Ini akan menyebabkan kerja kompresor AC semakin berat, yang akan >> mengakibatkan pemakaian energi listrik semakin besar. >> -Jangan meletakkan unit indoor terlalu jauh dari unit outdoor. Bila >> terlalu jauh, Anda akan membutuhkan pipa yang panjang. Ini juga akan membuat >> kompresor harus bekerja keras untuk membuat udara dingin dapat masuk ke >> ruangan. Ujung-ujungnya, pemborosan listrik. >> -Kurangi waktu pemakaian AC. Ini jelas-jelas akan sangat mengurangi >> konsumsi listrik, tapi Anda harus berkorban untuk tidak menggunakan AC di >> saat-saat tertentu. >> >> Ketiga cara di atas memang bisa mengurangi konsumsi listrik untuk AC. Tapi >> itu semua hanya memegang peranan yang sangat kecil, tidak terlalu signifikan >> dengan biaya yang dikeluarkan. Menurut Togar Lumbantoruan (Home Appliances I >> Manager PT Panasonic Gobel Indonesia), yang paling harus diperhatikan adalah >> alatnya, dalam hal ini yaitu unit AC sendiri. Kita harus pandai-pandai >> memilih AC yang hemat energi. Nah, bagaimana cara memilih AC yang hemat >> energi? "AC yang hemat energi adalah AC yang memiliki EER (Energy Efficiency >> Ratio) yang tinggi," Togar menegaskan. Untuk menghitung EER tersebut, ada >> rumus sederhana yang bisa Anda pakai. >> >> EER = Kapasitas pendingin (cooling capacity) >> Energi pemakaian (energy consumption) >> >> Cooling capacity dan energy consumption dapat Anda lihat di "badan" AC >> yang akan Anda beli. Biasanya keterangan ini ada pada body sticker yang >> terletak di samping unit AC. Bila EER menunjukkan angka di atas 12 BTU/JW, >> maka AC yang akan Anda beli bisa dikatan hemat energi. Lebih baik lagi bila >> hasilnya di atas angka 12. >> >> Sebetulnya untuk membantu para konsumen, di luar negeri seperti di >> Singapura, Thailand, Philipina, dan Hong Kong, sudah dipakai energi label, >> yaitu semacam sertifikasi dari pemerintah yang dipasang di setiap unit AC >> sehingga konsumen tidak perlu repot-repot menghitung dan memilih AC mana >> yang hemat energi. Untuk mengenali AC yang hemat energi, cukup melihat >> jumlah bintang yang terdapat di energi label tersebut, semakin banyak >> bintang, maka AC tersebut semakin hemat energi. Alangkah baiknya bila >> pemerintah Indonesia pun mau menerapkan hal seperti ini, agar para konsumen >> yang sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang cara memilih AC, tidak >> kesulitan menentukan AC mana yang akan dibelinya. >> >> Albert Fleming (Product Marketing RAC, Marketing Departemen PT LG >> Electronics Indonesia) menuturkan bahwa selain memilih AC yang hemat energi, >> yang harus dilakukan lagi adalah menghitung kebutuhan AC untuk tiap ruangan >> agar tidak boros. Anda bisa menggunakan rumus sederhana berikut ini. >> -Untuk ruang tidur: panjang x lebar x 500 >> -Untuk ruang keluarga (ruang yang banyak jendelanya): panjang x lebar x >> 600 >> Kebutuhan AC yang diperoleh adalah dalam satuan BTU (British thermal >> unit), atau dalam hal ini disebut sebagai cooling capacity yang bisa dilihat >> di body sticker unit AC. >> >> Ada satu hal lagi yang dapat mempengaruhi besarnya konsumsi listrik untuk >> AC. Meski sudah menggunakan AC yang hemat energi, bisa saja konsumsi listrik >> untuk AC tetap besar. Mengapa demikian? Kemungkinan karena AC kotor. AC yang >> kotor bisa membuat kinerja kompresor menjadi berat, yang mengakibatkan >> pemakaian energi listrik untuk menggerakkannya menjadi besar. Karena itu, >> jangan lupa untuk rajin-rajin membersihkan filter AC Anda, minimal 3 bulan >> sekali. Akan tetapi karena kecanggihan teknologi yang sudah berkembang saat >> ini, ada pula AC yang dapat membersihkan diri secara otomatis. Pilihan AC >> ini bisa digunakan untuk Anda yang sibuk bekerja dan tidak sempat >> membersihkan AC. >> >> > > > __________ NOD32 3248 (20080707) Information __________ > > This message was checked by NOD32 antivirus system. > http://www.eset.com > > >
