rekomendasi, sapa tau ada yang mau liburan ke bali.

ny. bari

--- On Thu, 8/14/08, Putu S. Kardha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Putu S. Kardha <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Jalansutra] Recommended: Hotel Tegal Sari di Ubud
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Thursday, August 14, 2008, 5:05 AM










    
            Dear Ruth dan rekan2 JS,

 

Seneng sekali baca review Ruth ttg Tegal Sari yg memang toooop banget. Saya ke 
ubud bln Juli lalu, nginep di 3 hotel: Sahadewa, Tegal Sari dan Kamandalu, dan 
memang staf yg paling ok ya di Tegal Sari, very helpful, knowledgenya bagus 
(serba tau, sampai saya tanya arah jg bisa ngejelasin dengan detail). Ngga 
salah deh kalo Trip Advisor memasukkan di top ranking dg kategori : The Hidden 
Gem. Ada lagi yg istimewa di hotel ini, mereka menjual homemade pineapple jam 
yg sangat sedap, ngga seperti selai nanas umumnya, produk mrk dibuat dengan 
campuran brown sugar dan rempah2 seperti kayu manis dll yg sangat aromatik, 
menimbulkan wangi dan rasa unik. Biasanya mereka menyediakan sample sebagai 
teman breakfast. 

 

Ssst.. satu lagi info, jangan takut buat pengemar TV, kalo kita minta.. mereka 
ternyata menyediakan TV loh, dan segera menggotong ke kamar, ini saya tau gara2 
iseng nanya kenapa sih mereka ga menyediakan TV, makluum bawa anak kecil 
yg selalu nyari2 acara favoritnya. Untuk harganya yg kebangetan murahnya (untuk 
ukuran ubud loh, krn standard roomnya cuma Rp.330 rb nett), hotel ini memang 
juara! 



--- On Wed, 8/13/08, Ruth Wibisono <ruthwibisono@ gmail.com> wrote:



From: Ruth Wibisono <ruthwibisono@ gmail.com>

Subject: [Jalansutra] Recommended: Hotel Tegal Sari di Ubud

To: [EMAIL PROTECTED] ups.com

Date: Wednesday, August 13, 2008, 1:37 PM



JSers yang tercinta,



Sesuai dengan semangat JS yang membela hak setiap orang untuk berlibur, saya

ingin mendukung siapapun yang ingin liburan ke Bali, terutama ke Ubud. Untuk

memperindah liburan Anda, saya ingin berbagi cerita (tepatnya juga

mempromosikan hehe) hotel kesayangan saya: Tegal Sari.

Perkenalan pertama saya dengan hotel ini adalah melalui TripAdvisor. com dan

JS tentunya. Bulan Januari kemarin saya menginap di Tegal Sari selama 3

malam, dan bulan Juli yang baru lalu saya kembali ke sana selama 4 malam.

Duh, home sweet home banget dah! Hotel ini hampir selalu diisi oleh orang2

bule, jarang banget dapet tamu domestik, karena orang2 indonesia pada

umumnya jarang merencanakan liburan jauh2 hari, jadi tiap kali gak kebagian

kamar. Trus pas booking kita harus langsung bayar jumlah keseluruhan lunas

(bukan DP), jadi jarang ada yang mau.



*TEGAL SARI*

Jl. Hanoman, Padang Tegal, Ubud 80571

Bali, Indonesia

Telp: (0361) 973-318

Fax: (0361) 970-701

E-mail: reservation@ tegalsari- ubud.com

Website: www.tegalsari- ubud.com



*Lokasi*

Terletak di Jalan Hanoman, di bagian selatan Ubud. Bila Anda masuk ke Ubud

dari arah selatan (Denpasar, Sanur, Kuta dkk), Anda akan bertemu dengan ARMA

Museum di sebelah kanan. Kira2 50 meter setelahnya, di sebelah kiri ada

petunjuk jalan keciiil banget "TEGAL SARI". Patokannya beberapa meter

sebelum Warung Enak. Kalau Anda sudah nyampe Bebek Bengil, berarti Tegal

Sari-nya kelewatan banget...

Memang hotel ini masih tergolong "jauh" dari pusat kota. Kenapa jauhnya pake

tanda kutip? Karena kalo pake skala jarak tempuh di Jakarta, jarak Tegal

Sari ke pusat kota itu gak ada apa2nya. Kalo mau jalan kaki, dari hotel ke

pasar seni Ubud hanya memakan waktu 15 menit (tapi jalan terus ya, jangan

berhenti2 shopping...) . Bagi yang sehari-harinya sudah terlalu banyak jalan

or ngejar2 bus, boleh kok males jalan pas liburan, karena hotel ini

menyediakan shuttle car yang siap mengantar kita kemanapun (Ubud area

tentunya). Sebaiknya emang ngomong dulu 30 menit sebelumnya, tapi kalo misal

kita dadakan minta diantar ke pusat kota juga mereka bakal lakukan dengan

senyum.... Paling apes kalo pas mobilnya lagi dipake semua, kita akan

disuruh nunggu sampe mobilnya balik, itupun juga cuman 5 menit.

Di sekitar hotel, ada ARMA Museum dan Warung Enak yang udah disebut tadi,

juga ada Bebek Bengil yang overpriced itu. Selain itu, tinggal belok kiri

dikiiit trus udah nyampe Monkey Forest (5 menit jalan kaki). Sekarang ini

juga ada jalan tembus dari belakang hotel langsung ke Monkey Forest (hanya

untuk pejalan kaki). Kalo lagi gak punya tujuan, jalan2 aja di sepanjang

jalan Hanoman atau jalan Monkey Forest (pararelnya Hanoman), di sana banyak

toko pernak pernik, or sekedar nongkrong dan ngopi di warung en ngobrol2

sama penduduk lokal. Orang2 Ubud (yang pernah saya temui, kecuali yang kerja

di Bebek Bengil) pada umumnya super duper ramah dan menyenangkan.



*Bangunan, Kamar & Fasilitas*

Pertama masuk, Tegal Sari berkesan kecil, tapi warm and cozy. Kita akan

ngelewatin semacam pendopo berisi bapak2 yang pake topi bali dan sarung,

kalo ngga lagi ngukir ya lagi makan. Namanya Pak Jinggo (as in nasi jinggo).

Gak tau nama aslinya sapa hehehe. Pak Jinggo ini akan dengan sigap

membawakan koper2 kita. Trus kita akan ngelewatin kolam ikan kecil lengkap

dengan bunga Lotus, lalu melewati restoran kecil, baru akhirnya sampe di

resepsi. Pas udah nyampe resepsi, perhatiaan kita pasti teralih ke

pemandangan di belakang resepsi itu, sawahnya bagus banget bo!!!!! Alhasil

orang2 resepsi itu biasanya dicuekin, sampe kita puas motret2 dan baru

kemudian siap untuk check in.



Mempunyai 26 kamar (with 1 more in progress), bangunan hotel ini memanjang

berbentuk huruf L dan dikelilingi oleh sawah. Semua kamar kebagian view,

kecuali 1 kamar yang letaknya persis di depan meja resepsi (sori, gak tau

itu kamar nomor berapa). Saya selalu menginap di Super Deluxe Wooden Room.

Harganya Rp. 550.000 dengan luas kamar 60 (ENAM PULUH!!!) meter persegi.

Kamarnya bagus, bersih, dan view-nya itu loh yang benar2 breathtaking,

sawahnya seperti endless, tidak berbingkai, bikin kita gak mau ninggalin

hotel.

Tegal Sari terkenal akan Wooden Rooms-nya. Seluruh interiornya terbuat dari

kayu (kecuali kamar mandinya, tetep pake tegel lah...). Yang keren dari

kamar Wooden ini (baik Deluxe Wooden maupun Super Deluxe Wooden), letaknya

selalu di atas, sehingga pemandangannya lebih yahud lagi, tidak terhalang

apapun. Harganya sama kok, tapi kudu booking jauh2 hari berhubung kamar ini

laris manis. Maksud saya dengan jauh2 hari adalah 5-6 bulan sebelumnya. Buat

yang gak suka interior kayu karena gelap, masih tersedia banyak Super Deluxe

rooms lainnya, dengan view yang juga keren banget, tapi posisi kamarnya di

bawah, jadi kadang terhalang pohon (jangan kuatir, pohonnya kecil2 kok

hehehe).

Perlu dicatat, kamar Super Deluxe Wooden ini nomor 20, 22, dan 24. Yang

Deluxe Wooden saya gak tau nomornya.



*Restaurant*

Di sebelum resepsi, ada restoran (kalo bisa dibilang restoran) yang terdiri

dari 4 meja dan kurang lebih 12 kursi. Keciiiil banget. Soalnya gak ada yang

pernah makan di restoran. Semua orang minta makanan dan breakfastnya diantar

ke kamar. Ya iyalah, kebayang kan makan di balkon dengan pemandangan yang

kayak gitu, ngapain juga duduk di restoran. Makanannya bervariasi, dari

masakan standard indo (seperti nasi dan bakmi goreng, gado2, ayam bumbu bali

dan bebek goreng), masakan eropa (sandwiches, pasta, steaks), sampe ke

masakan Jepang (ramen, udon, dan kawan2nya). Yang terakhir ini memang karena

banyaknya orang Jepang yang menginap di Tegal Sari. Rasa masakannya cukup

oke, kebanyakan orang bilang enak banget, menurut saya sih enak tapi biasa

aja. Dibilang gak enak juga ngga, tapi dibilang enak buanget juga ngga.

Chef-nya orang perancis (kalo ga salah), bekas chef di Hyatt Bali dan

Intercontinental.



Kalo mau beli minum, jangan sungkan2 ngabisin Mini Bar-nya, karena harga

mini bar-nya terlalu murah! Aqua yang 600ml hanya 4.000 perak, coke dkk

hanya 6.000 perak. Harga makanannya juga masuk akal semua kok.



*The Staff*

Di samping view-nya yang keren itu, keistimewaan Tegal Sari terletak di

karyawan2nya. Nothing is too much trouble. Sangat personal dan selalu

tersenyum hangat. Tidak ada manager atau kepala karyawan, satu2nya peraturan

di situ adalah: Yang Penting Tamu Puas! So, they will do everything to make

that come true. Tiap kali ke Ubud, saya selalu kedatangan teman2 dari

Belanda, dan menginap di hotel lain karena Tegal Sari sudah penuh, dan

karyawan Tegal Sari tetap men-service teman2 saya dengan sepenuh hati

(bahkan sering kali saya tinggal pergi, teman2 saya yang menguasai kamar

saya dan minta diantar2). Suasana hangat dan kekeluargaan sangat terasa

diantara karyawan2 Tegal Sari. Setiap karyawan dengan senang hati

mengerjakan apa saja yang memang harus dikerjakan. Salah satu staff yang

menjemput saya dari airport, setiba di hotel langsung berfungsi sebagai

resepsionis yang mengurus check in saya, juga mengantar saya ke kamar, dan

10 menit kemudian saya melihat dia sudah berganti profesi memotong rumput...



*Fasilitas2 lainnya*

Seperti hotel2 lainnya, ada kolam renang, library dengan komputer dan akses

internet, pendopo untuk massage, open air fitness area, dan restoran yang

tadi disebut. Kamarnya ber-AC, tapi kalo gak tahan AC bisa pake kipas angin

bolang baling yang nempel di plafond, kamar mandi (bathtub dan seperate

shower), minibar, sofa, kalo di kamar Wooden ada balcony lengkap dengan

daybed di luar. Perhatian: tidak ada TV. Saya sih tidak keberatan... Di

villa yang baru, ada TV lengkap dengan ASTRO, juga unlimitted Wi-Fi internet

access.



*Kesimpulan*

Duh panjang banget ya ceritanya, masih pake kesimpulan pula... i recommend

Tegal Sari with all my heart! Harga kayak hotel bintang 3, service kayak

hotel bintang 10!! Top-knotch service. Begitu ninggalin Tegal Sari pengen

nangis deh rasanya. Apalagi langsung disambut dengan kemacetan di Jakarta...

Kalo penasaran, bisa buka review-nya di TripAdvisor, dan liat2 foto di

website-nya, tapi percaya deh, tampilan aslinya jauh lebih bagus daripada

foto2 yang disitu. Jika Anda pengen liat koleksi foto2 saya, silahkan mail

saya, ntar saya kirimin (buset, semangat amat yak...?!)



Ingat, booking jauh2 hari!! Kalo udah nyampe sana, tolong sampaikan salam

kangen untuk mereka ya hehehe...



Salam JS,

Ruth Wibisono - bukanyangpunyategal sari



[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke