> 
> 
> Jangan pernah mengambil keputusan pada saat sedang emosi. Kalau bisa
> jangan bicara, supaya tidak membuat kesalahan yang akan mencoreng muka
> sendiri.
> 
> Setiap penderitaan pasti ada hikmahnya. Yang penting jangan berhenti
> berdoa dan hanya berharap pada Tuhan. Pembalasan bukan hak kita. Tuhan
> lebih tahu balasan yang cocok bagi orang yang menyakiti kita.
> 
> Mending baca ilustrasi dibawah ini ya ....
> 
> Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh
> pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan
> lembek.
> 
> Anakku, kata sang ibu sambil bercucuran air mata, Tuhan tidak
> memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tanganpun, sehingga Ibu tak
> bisa menolongmu.
> 
> Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam.
> 
> Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu
> melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan
> getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat, kata ibunya dengan
> sendu dan lembut. Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada
> hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah
> kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia
> bertahan, bertahun-tahun lamanya.
> 
> Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam
> dagingnya. Makin lama makin halus.
> 
> Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin
> besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar. Akhirnya sesudah sekian
> tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun
> terbentuk dengan sempurna.
> 
> Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi
> sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun,
> lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang
> sebagai kerang rebus di pinggir jalan.
> 
> Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa
> penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang
> biasa" menjadi "kerang luar biasa."
> 
> Dengan itu dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah
> "orang biasa" menjadi "orang luar biasa."
> 
> Itulah yang terjadi pada orang-orang seperti Abraham Lincoln, Nelson
> Mandela, Mahatma Gandhi, Barrack Obama, dll.
> 
> Jadi jika Anda sedang menderita hari ini, apa pun sebabnya, saya
> sarankan: bersiap-siaplah menjadi "orang luar biasa".
> 
> 


Kirim email ke