Dicopy dari 
http://achmadsuyanto.blogspot.com/2008_11_01_archive.html=======Kamis, 2008 
November 27
Rahasia Sumur Zamzam 
Selama ini kita mengenal sumur Zamzam dari buku-buku agama. Namun sebenarnya 
ada sisi ilmiah saintifiknya juga looh. Cabang ilmu geologi yang mempelajari 
tentang air adalah hydrogeologi.

Khasiat air Zam-zam tentunya bukan disini yang mesti menjelaskan, tapi kalau 
dongengan geologi sumur Zam-zam mungkin bisa dijelaskan disini. Sedikit cerita 
Pra-Islam, atau sebelum kelahiran Nabi Muhammad, diawali dengan kisah Isteri 
dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari air untuk anaknya yang cerita 
selanjutnya bisa ditanyakan ke Wak Haji disebelah ya. Sumur ini kemudian tidak 
banyak atau bahkan tidak ada ceritanya, sehingga sumur ini dikabarkan hilang.

Sumur Zam-zam yang sekarang ini kita lihat adalah sumur yang digali oleh Abdul 
Muthalib kakeknya Nabi Muhammad. Sehingga saat ini, dari “ilmu persumuran” maka 
sumur Zam-zam termasuk kategori sumur gali (Dug Water Well).

Dimensi dan Profil Sumur Zam-zam

Bentuk sumur Zam-zam dapat dilihat dibawah ini.

Sumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter 
teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan 
pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batupasir hasil transportasi dari 
lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini 
sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau 
penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya.

Dibawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) 
lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah 
yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zam-zam.

Kedalaman 17 meter kebawah selanjutnya, sumur ini menembus lapisan batuan keras 
yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak 
jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di 
Jazirah Arab. Pada bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga 
memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah. 
Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang 
menunjukkan hal itu.

Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11 - 18.5 
liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660 liter/menit atau 40 000 liter 
per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang mengeluarkan air cukup 
banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang kearah hajar Aswad dengan panjang 75 
cm denga ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil kearah Shaffa dan Marwa.

Keterangan geometris lainnya, celah sumur dibawah tempat Thawaf 1.56 m, 
kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir sumur = 4 m, 
kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17 m, dan diameter 
sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.

Air hujan sebagai sumber berkah


Kota Makkah terletak di lembah, menurut SGS (Saudi Geological Survey) luas 
cekungan yang mensuplai sebagai daerah tangkapan ini seluas 60 Km2 saja, 
tentunya tidak terlampau luas sebagai sebuah cekungan penadah hujan. Sumber air 
Sumur Zam-zam terutama dari air hujan yang turun di daerah sekitar Makkah.

Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa sehingga sangat memerlukan 
perawatan. Perawatan sumur ini termasuk menjaga kualitas higienis air dan 
lingkungan sumur serta menjaga pasokan air supaya mampu memenuhi kebutuhan para 
jamaah haji di Makkah. Pembukaan lahan untuk pemukiman di seputar Makkah sangat 
ditata rapi untuk menghindari berkurangnya kapasitas sumur ini.

Gambar disebelah ini memperlihatkan lokasi sumur Zamzam yang terletak ditengah 
lembah yang memanjang. Masjidil haram berada di bagian tengah diantara 
perbukitan-perbukitan disekitarnya. Luas area tangkapan yang hanya 60 Km 
persegi ini tentunya cukup kecil untuk menangkap air hujan yang sangat langka 
terjadi di Makkah, sehingga memerlukan pengawasan dan pemeliharaan yang sangat 
khusus.


Sumur Zamzam ini, sekali lagi dalam pandangan (ilmiah) hidrogeologi , hanyalah 
seperti sumur gali biasa. Tidak terlalu istimewa dibanding sumur-sumur gali 
lainnya. Namun karena sumur ini bermakna religi, maka perlu dijaga. Banyak yang 
menaruh harapan pada air sumur ini karena sumur ini dipercaya membawa berkah. 
Ada yang menyatakan sumur ini juga bisa kering kalau tidak dijaga. Bahkan kalau 
kita tahu kisahnya sumur ini diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakeknya 
Nabi Muhammad SAW) setelah hilang terkubur 4000 tahun (?).

Dahulu diatas sumur ini terdapat sebuah bangunan dengan luas 8.3 m x 10.7 m = 
88.8 m2. Antara tahun 1381-1388 H bangunan ini ditiadakan untuk memperluas 
tempat thawaf. Sehingga tempat untuk meminum air zamzam dipindahkan ke ruang 
bawah tanah. Dibawah tanah ini disediakan tempat minum air zam-zam dengan 
sejumlah 350 kran air (220 kran untuk laki-laki dan 130 kran untuk perempuan), 
ruang masuk laki perempuan-pun dipisahkan.



Saat ini bangunan diatas sumur Zam-Zam yang terlihat gambar diatas itu sudah 
tidak ada lagi, bahkan tempat masuk ke ruang bawah tanah inipun sudah ditutup. 
Sehingga ruang untuk melakukan ibadah Thawaf menjadi lebih luas. Tetapi kalau 
anda jeli pas Thawaf masih dapat kita lihat ada tanda dimana sumur itu berada. 
Sumur itu terletak kira-kira 20 meter sebelah timur dari Ka’bah.

Montoring dan pemeliharaan sumur Zamzam

Jumlah jamaah ke Makkah tiga puluh tahun lalu hanya 400 000 pertahun (ditahun 
1970-an), terus meningkat menjadi lebih dari sejuta jamaah pertahun di tahun 
1990-an, Dan saat ini sudah lebih dari 2.2 juta. Tentunya diperlukan 
pemeliharaan sumur ini yang merupakan salah satu keajaiban dan daya tarik 
tersendiri bagi jamaah haji.

Pemerintah Saudi tentunya tidak dapat diam pasrah saja membiarkan sumur ini 
dipelihara oleh Allah melalui proses alamiah. Namun pemerintah Arab Saudi yang 
sudah moderen saat ini secara ilmiah dan saintifik membentuk sebuah badan 
khusus yang mengurusi sumur Zamzam ini. Sepertinya memang Arab Saudi juga bukan 
sekedar percaya saja dengan menyerahkan ke Allah sebagai penjaga, namun justru 
sangat meyakini manusialah yang harus memelihara berkah sumur ini.

Pada tahun 1971 dilakukan penelitian (riset) hidrologi oleh seorang ahli 
hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain and Moin Uddin Ahmed. Hal ini 
dipicu oleh pernyataan seorang doktor di Mesir yang menyatakan air Zamzam 
tercemar air limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi. Tariq Hussain (termasuk 
saya dari sisi hidrogeologi) juga meragukan spekulasi adanya rekahan panjang 
yang menghubungkan laut merah dengan Sumur Zam-zam, karena Makkah terletak 75 
Kilometer dari pinggir pantai. Menyangkut dugaan doktor mesir ini, tentusaja 
hasilnya menyangkal pernyataan seorang doktor dari Mesir tersebut, tetapi ada 
hal yang lebih penting menurut saya yaitu penelitian Tariq Hussain ini justru 
akhirnya memacu pemerintah Arab Saudi untuk memperhatikan Sumur Zamzam secara 
moderen. Saat ini banyak sekali gedung-gedung baru yang dibangun disekitar 
Masjidil Haram, juga banyak sekali terowongan dibangun disekitar Makkah, 
sehingga saat ini pembangunannya harus benar-benar
 dikontrol ketat karena akan mempengaruhi kondisi hidrogeologi setempat.


Badan Riset sumur Zamzam yang berada dibawah SGS (Saudi Geological Survey) 
bertugas untuk
Memonitor dan memelihara untuk menjaga jangan sampai sumur ini kering.
Menjaga urban disekitar Wadi Ibrahim karena mempengaruhi pengisian air.
Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).
Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui bangunan 
kontrol.
Meng-upgrade pompa dan dan tangki-tangki penadah.
Mengoptimasi supplai dan distribusi airZam-zam



Perkembangan perawatan sumur Zamzam.


Dahulu kala, zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian 
dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari 
sumur ke bak penampungan air, dan diantaranya juga ke kran-kran yang ada di 
sekitar sumur zamzam.

Uji pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur ini, pada pemompaan 8000 
liters/detik selama lebih dari 24 jam memperlihatkan permukaan air sumur dari 
3.23 meters dibawah permukaan menjadi 12.72 meters dan kemudian hingga 13.39 
meters. Setelah itu pemompaan dihentikan permukaan air ini kembali ke 3.9 
meters dibawah permukaan sumur hanya dalam waktu 11 minut setelah pompa 
dihentikan. Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa akifer yang mensuplai air ini 
berasal dari beberapa celah (rekahan) pada perbukitan disekitar Makkah.

Banyak hal yang sudah dikerjakan pemerintah Saudi untuk memelihara Sumur ini 
antara lain dengan membentuk badan khusus pada tahun 1415 H (1994). dan saat 
ini telah membangun saluran untuk menyalurkan air Zam-zam ke tangki penampungan 
yang berkapasitas 15.000 m3, bersambung dengan tangki lain di bagian atas 
Masjidil Haram guna melayani para pejalan kaki dan musafir. Selain itu air 
Zam-zam juga diangkut ke tempat-tempat lain menggunakan truk tangki diantaranya 
ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah.

Saat ini sumur ini dilengkapi juga dengan pompa listrik yang tertanam dibawah 
(electric submersible pump). Kita hanya dapat melihat foto-fotonya saja seperti 
diatas. Disebelah kanan ini adalah drum hidrograf, alat perekaman perekaman 
ketinggian muka air sumur Zamzam (Old style drum hydrograph used for recording 
levels in the Zamzam Well).

Kandungan mineral

Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam in memang unik 
mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral 
alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. 
Elemen-elemen kimiawi yang terkandng dalam air Zamzam dapat dikelompokkan 
menjadi
Yang pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per litre), calcium 
(200 mg per litre), potassium (20 mg per litre), dan magnesium (50 mg per 
litre).
Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per litre), bicarbonates (366 mg 
per litre), nitrat (273 mg per litre), phosphat (0.25 mg per litre) and ammonia 
(6 mg per litre).

Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang menjadikan rasa dari air 
Zamzam sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus. Air yang 
sudah siap saji yang bertebaran disekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di 
Madinah merupakan air yang sudah diproses sehingga sangat aman dan segar 
diminum, ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon 
prosesnya higienisasi ini tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari 
perubahan rasa dan kandungan air ini.



Sumber :
“Sejarah Mekah”, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Madinah Munawwarah, alih 
bahasa Anang Rizka Mesyhadi.
Saudi Geological Survey
Islam online
http://www.lutonmuslims.co.uk/zamzam.htm
Wikipedia
Diposkan oleh achmadsuyanto di 00:01 0 komentar



        
         
        
        




        




        
        


        
        
        




      

Kirim email ke