AKU BOLEH IKUTAN GAK YA?.....DALAM ACARA INI? --- Heri Hendrayana H <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Heehe.., rame nian kau, Batak. > aku udh kepincut ama tuisan2 saut tentang seni rupa > di MI. > Cuma, kalo kau ke Rumah Dunia, ada laranan minum > bir, neh... > > aku mau rapatin ini malam sama anak2 RD. sama Toto. > aku mau cari celah, supaya kau bisa ngomong di acara > dikusi. > dipanelin sama nirwan dewanton, bisa rame kali. > > tapi, di Rumah Dunia, kami akan ngehindarin debt > kusir. > justru yg kami inginkan, kalian para penyair kelas > nasional datang ke > banten. beribadah. mengamalkna ilmunya. supaya > orang2 banten jadi > pinter. pada ngerti apa itu nulis cerpen, puisi. > supaya orang bantn > nggak dicap sarang teroris. hehehe.. > > acara debatnya tetep ada. > tapi, bengkel puisi dan cerpennya, itu dibanyakin. > oke, tetep semangat > gg > > -----Original Message----- > From: Saut Situmorang <[EMAIL PROTECTED]> > To: Heri Hendrayana H <[EMAIL PROTECTED]>, > [EMAIL PROTECTED], > [email protected], sanggar- > sastra-tasik Moderator > <[EMAIL PROTECTED]>, > [EMAIL PROTECTED], > [email protected], > [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], > [EMAIL PROTECTED] > rakyat.com, chavchay syaifullah > <[EMAIL PROTECTED]>, sakai > <[EMAIL PROTECTED]>, gustf > <[EMAIL PROTECTED]>, milisrumahdunia > <[EMAIL PROTECTED]>, wan anwar > <[EMAIL PROTECTED]>, prana > badrun <[EMAIL PROTECTED]>, > [EMAIL PROTECTED], ksi > <[EMAIL PROTECTED]> > Cc: saut situmorang <[EMAIL PROTECTED]>, > Sihar ramses > <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], > [EMAIL PROTECTED], Soni > Farid Maulana > <[EMAIL PROTECTED]>, "halim > hd." > <[EMAIL PROTECTED]>, gustfsakai > <[EMAIL PROTECTED]>, > [EMAIL PROTECTED] > Date: Thu, 6 Oct 2005 12:54:40 -0700 (PDT) > Subject: Re: Konsep wacana Ode Kampung-temu penyair > > > setuju! setujuu! > > horas, bah, hehehe... > > > > biar lebih seru, ini masukan dari awak, anak batak > > yang kesasar di ranto mataram ini: > > temu penyair sekampung ala rumah dunia ini bisa > lebih > > formal-an dikit ketimbang sekedar acara massa > penyair > > mabok kata-kata di depan sesama penyair yang jugak > > teler kata-kata, sementara orang-orang kampung > saling > > melirik, mengangguk, tersenyum simpul...nah benar > kan, > > penyair itu yah cuman kumpulan wong gendeng ginian > > doang...sibuk berkata-kata...tentang ceweknya yang > > dilariin tukang ojek, tentang bunga mawar di meja > yang > > ternyata plastik dibeli di rumah dunia plaza, > > hehehe,...tentang jakarta yang taunya cuman naikin > > harga bbm sementara anak-anaknya sekolah naik > mobil > > mewah di amerika...tentang tuhan yang emoh minum > > alkohol hingga penyair memilih jadi > pemabok...tentang > > susahnya cari satu-dua metafora agar diakui hasif > > amini sebagai penyair beneran, hahaha, etcetera > dan > > lain-lain dan sebagainya... > > > > makanya marilah kita tunjukin bahwa penyair pun > bisa > > terorganisir, bisa intelektual-intelektualan kayak > > JIL, gak cuman sibuk ama bir dan metafora gadis > > kampung mandi rame-rame di sungai polusi di banten > > selatan, hahaha... > > > > makanya pesta baca puisi mesti jugak diramein ama > > pesta debat kusir (di banten masih ada dokar dan > > kusirnya kan, halimhade-locianpwe, gak cuman > penyair > > doang!). pesta debat kusirnya akan mengkusirkan > > kecenderungan mutakhir sastra indonesia yang > dikuasai > > komunitas kaya jakarta seperti TUK itu (yang punya > > media massa dan pasukannya jugak dipake media > lainnya > > di luar property mereka), kecenderungan untuk > membuat > > kanonisasi sastra kita menurut selera komunitas > > mereka. lihat puisi di Kompas Minggu itu! betapa > > selera seorang hasif amini telah merusak selera > puisi > > kontemporer kita! apa dasarnya dia untuk > terus-menerus > > mempublikasi (bukan memublikasi lho!) sajak-sajak > dari > > lampung yang gak jelas kehebatan penguasaan bahasa > > puisinya! mayoritas cuman pengen jadi sitok-sitok > > kecil yang obsessinya cuman gimana menulis > rima-dalam > > (aliterasi) dalam puisi sebanyak-banyaknya > seolah-olah > > puisi itu cuman gituan doang. korban besarnya ada > di > > bali, nama si malang ini: warih wisatsana. > > pluralitas dalam menulis (apapun itu, bisa surat > > pembaca, bisa surat cinta pada bu rt, gak mesti > puisi > > belaka) harus dihormati dan dihargai. yaitu dengan > > jalan memberikan akses alias kesempatan untuk juga > > muncul di ruang baca publik pembaca. semuanya > layak > > dicatat dan mendapat tempat! > > > > nah itu salah satu contoh. penyair yang serius > soal > > dirinya jadi penyair mesti jugak kan memikirkan > > kondisi puisi kontemporer kita yang sedang > > diseragamkan gaya Kompas Minggu begini! maksud > awak, > > pertimbangkan efeknya bagi mereka-mereka yang > masih > > percaya mitos bahwa sah-tidaknya dia jadi penyair > > adalah kalok udah muncul di Kompas Minggu, > misalnya. > > gak mau kan puisi kita akan jadi seperti cerpen > Kompas > > Minggu mutu dan keseragamannya!!! > > > > awak punya ide dan udah pernah awak sampaikan pada > > kawan-kawan penyair di jogja n bali n jugak > > halimhade-locianpwe, untuk membentuk sebuah > komunitas > > penyair, namanya Forum Penyair Independen. kita > > berusaha untuk meminimkan efek politik komunitas > yang > > sempit dalam dunia kangouw sastra kita. kita gak > bisa > > lagi hidup bagai seorang sultan kemaruk di > keratonnya > > yang cuman penuh tukang jilat tapak sepatunya. > rumah > > dunia sastra itu bukan cuman sepetak jalan utan > kayu > > jakarte aza, masih lebih luas padang rumput di > luar > > sana. biar maju dan biar bernuansa cara berpuisi > kita, > > sudah saatnya kita memajukan cara berpikir kita > dengan > > dunia sastra internasional YANG SEBENARNYA (bukan > > versi Winternachten yang kolonial dan commonwealth > > itu!!!), dengan terlebih dulu membersihkan rumah > kita > > dari petualang-petualang, impostor oportunis, > > dilletante bermulut besar yang sebenarnya gak > berisi > > apa-apa kecuali narsisismenya belaka! > > > > gitu dulu masukan unek-unek dari awak. silahkan > para > > penyair sekalian, yang bukan penyair kayak heru > > hikayat sang seniman performance, hehehe, jugak > oke, > > menanggapi!!! > > > > horas! > > > > -saut situmorang > > > > > > > > > > --- Heri Hendrayana H <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > > Rumah Dunia siap bikin acara "ODE KAMPUNG-temu > > > penyair se-kampng > > > nusantara." ini bukan ajang tandingan bagi > siapapun. > > > di Banten memang > === message truncated === __________________________________ Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/vbOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
