Salam RUMAH DUNIA – Radar Banten Edisi 24 November 2005
 
TUNAS CENDEKIA DAN ZAKAT DI RUMAH DUNIA
Oleh Aji Setiakarya
 
Hampir setiap orang yang berkunjung ke Rumah Dunia selalu mengajukan pertanyaan; Kok bisa sebesar ini? Dari mana bisa membiayai ini? Itu juga  ditanyakan Yudis Juwono, putra Mentri Pertahanan RI, Juwono Soedarsono. Semuanya dimulai dari yang kecil; keluarga, menular ke tetangga, kampung, menembus batas kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional, bahkan dunia. Pada akhirnya Gola Gong menyerahkan semuanya kepada kami atau  siapa saja yang peduli dengan rencananya; mencerdaskan dan membentuk generasi baru yang kritis lewat jurnalistik, sastra, rupa, lakon dan swara.
 
TERTRIK
Yudis Juwono, , Minggu (20/11), tepat pukul 10, datang ke Rumah Dunia ditemani 2 rekannya; Bobon dan Aryanto Nugroho. Mereka datang dari sebuah lembaga sosial; Yayasan Tunas Cendekia (YTC), yang gencar menggalang solidaritas kebersamaan dalam upaya membantu perbaikan pendidikan negri ini.  Dengan konektivitas yang mereka miliki, YTC mengumpulkan dana, kemudian menyumbangkannya ke beberapa lembaga pendidikan, taman bacaan masyarakat dan komunitas-komunitas buku yang  mereka nilai layak mendapatkan bantuan setelah mereka survey.
“Rumah Dunia adalah salah satunya,” kata Yudis, sang kooardinator. Mereka tahu seluk beluk Rumah Dunia dari adik Bobon, yang mengajar di SMP Al-Azhar, Serang. “Saya buka situs www.rumahdunia.net. Bagus. Kami tertarik,” kata Yudis lagi, diamini Bobon dan Nugroho. Apalagi selain menyediakan ruang untuk remaja, juga menyediakan ruang untuk kreativitas anak-anak.  “Konsentrasi kami pada pendidikan dasar,” tandas Yudis. Insya Allah, mereka berniat  menyumbang alat gambar; crayon, pensil warna, cat minyak.  
            Kami juga merekam percakapan menarik. Dimulai dari Yudis yang iseng bertanya, “Berapa biaya operasional perbulannya?”
“Tiga juta rupiah. Donatur tetap dari Radar Banten 200 ribu, penerbit Gagas Media 250 ribu, zakat pejabat dindik Banten 600 ribu, Fahri Asiza 100 ribu, temen saya di RCTI; Uncu dan Winny Rosalina, masing-masing 50 ribu. Tentu dari kami dan keluarga besar, nggak usah dihitung. Sisanya, kita serahkan pada Allah dan sahabat-sahabat saya; seperti Toto ST Radik, Andi Suhud, Jaya Komarudin, Abdul Malik, Yaya Suhendar, Dadi RsN, dan para volunteer di Rumah Dunia!  Atau Tunas Cendekia mau menutup itu?”  jawab Gola Gong .
Ditanya seperti itu, Yudis tersenyum, “Setahun 36 juta, ya?” Andai saja itu tertutupi, kami bisa berpesta-pora kegiatan! Mau bikin apa saja, hayu! Sound sistem, proyektor, lighting, tidak usah nyewa lagi!
            “Para pejabat dan tokoh masyarakat di Banten?” Yudis menyelidik.
Kata Gola Gong, “Alhamdulillah. Mereka sudah banyak membantu kami dengan do’a.  Bukankah do’a itu lebih indah daripada tidak sama sekali?’
Lagi-lagi Yudis yang ganteng seperti bapaknya itu tersenyum.
            Dan ketertarikan mereka tidak hanya omong doang. Pada Rabu (23/11), Yudis mnelepon. Tias Tatanka yang menerima. Yudis mengbarkan, bahwa Minggu (27/11) besok, akan datang lagi ke Rumah Dunia. “Kita lihat apa yang bisa Tunas Cendekia lakukan...........
 
selengkapnya klik www.rumahdunia.net
 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Tetap Semangat Mencintai Banten!



YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke