|
Setuju kang, jangan remehkan ikan asin, tetaaapi
sekarang ikan asinnya tidak seperti dulu lagi, susah cari ikan asin yg asli....
kenapa??? karena ikan asinnya sekarang sudah dilumuri formalin (bahan pengawet
mayat). Walhasil, sekarang agak menghindari ikan asin, karena ada formalinnya,
mau makan daging ayam takut kena flu burung, mau makan daging sapi/kerbau takut
kena antrak. Mau tidur siang takut kena demam berdarah.Jadi yang enak makan apa
ya ?????. kelihatannya alam sudah mulai memberikan tanda tanda. oooh ya..
kemarin di sebagian Jakarta terjadi angin puting beliung dan hujan es. Pohon
bertumbangan. Kejadiannya bertepatan dengan pelantikan para mentri yg baru,
hasil reshufle. Ada apa ya... dengan alam ini yang menyambut perombakan kabinet.
Semoga saja menjadi bahan pemikiran bagi orang yang arif.
Wassalam
DRH
----- Original Message -----
Jangan remehkan ikan asin...
dengan ikan asin..makan terasa nikmat..apalagi pake
sayur asem, lalab petei sama sambel terasi..
sruput..sruput.....
Terimakasih .. attensinya
Jika Air Laut Tetap Asin maka Ikan di air Laut gak pernah asin kecuali
jadi ikan asin, saya balik bertanya pada anda "Mau gak jadi ikan
asin?"
thanks
"Yusron, Heryono"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tidakkah kita ketika menyikapi suatu perhelatan
akan lebih baik jika ditanggapi dengan "POSITIF
THINGKING"
tentu dengan argumentasi yang elegan dengan tidak
menduga-duga apalagi dibumbui dengan rasa ketakutan yg berlebih (itu
sah-sah saja)
tapi kejernihan hati ketika melihat kejanggaalan
akan juga lebih baik ditanggapi dengan "ADA APA DENGANMU
?"
Orang sudah tahu bahwa garam itu rasanya
asin......tapi justru dengan rasa asin itu malah garam banyak
dibutuhkan....
Fenomena menarik !
Genderang kampanye seakan mulai ditabuh ....
Baru-baru ini diadakan reuni akbar SMAN 1 Rangkasbitung, tanggal
2-3 Desember acaranya menarik sampe ada sepakbola antar pejabat
(notabene alumni juga), dan uniknya jika ditarik asbabun nuzul acara
itu, upss ... disinyalir ada calon A 1 yang backup ... sah aja memang,
itu urusan logistik yang memang harus ada donatur, tapi menjadi lain
jika ditarik sanadnya, usut punya usut, ups lagi .. acaranya elitis
banget .. dan terkesan keukeuh ... mempopulerkan .... nama seseorang ...
yang diduga kuat .... jadi A 1..
dalam hati saya jadi ragu datang atau nggak ? takutnya ada cap
jempol darah untuk mendukung salah satu nama.
saya mah budak alumni SMA 1 kamari keneh angkatan 97, teu bisa pan
saya mah jadi donatur tunggallll...
hatur nuhun
Tetap Semangat Mencintai Banten!
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses
using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin
accept no liability for any loss or damage arising
from the use of this E-Mail or attachments.
|
|