Assalamualaikum wr. wb.
 
Waduh jadi isin euy, saya jadi malu sendiri nih Bung Boni. Sekali lagi saya mohon beribu maaf yg sebesar2nya atas segala kelancangan dan kesalahan saya di milis wongbanten. juga kepada Sdr. Sony Harseno yang cemerlang kreatifitasnya di milis wongbanten.
Maaf bung Boni, sebetulnya saya ini putra Banten berdarah keturunan Acheh. Ayah saya asli Banda Aceh. Dulu ayah saya seorang guru SD yang bertugas di kec. Bayah, terus ketemu ibu saya yang asli orang Bayah dan mereka berdua menikah dan lahirlah saya.
Sekarang ayah saya sudah pensiun(sudah tua)  dan dan tinggal di Bayah.
 
Terima kasih saya ucapkan sekali lagi atas segala teguran, koreksi dan perhatiannya.
 
Wassalamualaikum wr. wb.

Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Kang Saprudin yang baik,
 
Sama-sama. Saya juga minta maaf kalao kata-kata saya terlalu bedas. Kemarin saya sempat dinasehati oleh Kang GG via telepon "kamu jangan terlalu keras dong, Bon.." begitu ujarnya di ujung telepon. Sebagai sesama warga Banten adalah perlu bagi kita untuk saling mengingatkan. Tapi bukan berarti ini menutup kemungkinan bagi kita untuk berdebat dan berdiskusi lagi. Okay..
 
Banten emang lagi sakit, bahkan republik ini juga sedang sakit. Banyak orang tidak waras yang cilakanya memimpin Banten.
 
Ini bukan sirik, di Rangkasbitung, kampung halaman saya, waktu Banten jadi propinsi banyak orang kaya mendadak. Khususnya mereka yang jadi ambtenar. Ada yang kebeli mobil langsung dua biji gara2 jadi pimpro, ada yang tambah bini gara2 naek jabatan, weks pokonya macem2 lah...
 
Tampaknya perlu bagi para miliser yang telah mendapatkan aufklarung di negeri luar Banten untuk berkumpul dan kita bikin apalah biar bandit-bandit itu kelenger.
 
Saya sendiri kadang frustasi melihat keadaan ini. Tapi apa mau dikata? Oleh karena itu saya anjurkan kepada Edi Hudiata yang sedang nyantri di Al-Azhar supaya menimba ilmu dengan baik dan banyak berkarya dulu di negeri rantau sebelum pulang ke Banten.
Tentang keadaan pers di Banten yang diungkapkan oleh Kang Iman pada posting email yang lain membuat hati saya miris. Banten ternyata benar-benar mirip di zaman kolonial, Orla dan Orba. Pers kok dikontrol, sama jawara lagi. Aneh bener... Kenapa gak diblow up saja tentang ini. Kalau memang demikian adanya, bikin semua ini menjadi berita nasional. Kang Iman kan medianya nasional, hajar saja kelakuan barbar para jawara udik itu.
 
Wah susah emang...
 
Ya sudalah sekian dari saya. Kang Saprudin, ternyata Anda ini berdarah Acheh toh..
 
tabik,

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Tetap Semangat Mencintai Banten!



SPONSORED LINKS
Indonesia visa Indonesia phone card Indonesia calling card
Indonesia travel Bali indonesia Indonesia


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke